Rabu, 11 Mei 2011

Peninggalan Masa Lalu

Siang ini ketika aku kumpul kelompok MPR dan Stratplan, seperti biasa diskusi selalu diselingi dengan obrolan-obrolan iseng. Sampai ketika Matahari kemudian menyinggung masalah postingan surat dari seorang teman yang aku posting beberapa hari yang lalu. Ada satu pertanyaan yang cukup menarik dari matahari, "kok kowe iseh nyimpen toh?" (kok kamu masih menyimpan toh?). Rasanya jadi tergoda untuk menjawab pertanyaan itu, tapi karena tadi obrolan langsung diarahkan ke diskusi tugas lagi maka jawabannya jadi tertunda.

Maka melalui postingan ini aku mencoba menjawab pertanyaan matahari tadi. Sebenarnya pertanyaan matahari itu bisa dijawab dengan sebuah pertanyaan (lho..) "sebenarnya kapan sih aku membuang sesuatu yang aku punya?" dan jawabannya adalah, jarang!. Sejak kecil aku selalu merasa bahwa semua barang itu bisa menyimpan cerita tersendiri, mungkin sekarang barang tersebut adalah sebuah barang yang digunakan sesuai fungsinya, tapi ketika barang tersebut ada di masa yang akan datang barang tersebut jadi memiliki cerita tersendiri. Seolah-olah kita telah membuat suatu cerita terperangkap dalam suatu barang tersebut.

Jadi sejak menyadari hal itulah aku jadi sering merasa sayang membuang barang apapun itu kecuali itu memang harus dibuang atau sudah tidak dibutuhkan lagi. Selain itu kebiasaan ini juga karena pengalaman membuang suatu benda yang aku lupa apa bendanya. Pada waktu itu karena merasa sudah tidak butuh lagi, aku membuangnya tapi beberapa bulan kemudian aku menyesalinya karena ternyata barang yang aku buang sangat dibutuhkan detik itu juga.

Kebiasaan menyimpan barang ini juga ikut terbawa dalam kehidupan berteknologi digital (opo toh?). Di komputerku yang sekarang aku pakai menulis postingan ini masih terdapat file pertamakali aku belajar memakai microsoft word, dan karya pertamaku menggunakan paint. Selain itu juga terdapat ratusan ribu backup SMS dari jaman SMA kelas 2, lalu di inbox email ku pun tak pernah sekalipun aku menhapus email, kecuali spam. Berikut adalah beberapa benda bersejarah itu, tak susah untuk menemukannya karena prinsipnya hampir semuanya ada di tempat dimana terakhir benda itu diletakkan.

Karya Paint Pertamaku





Kartu Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD


Daftar Nilai Try Out SMA *terancam tidak lulus*

Hahahaha..untuk yang daftar nilai itu sebenarnya belum terlalu lama (3 tahun yang lalu) tapi sudah seperti kertas jaman perjuangan. Mungkin karena itu kertas buram dan aku pakai sebagai alas mouse komputer (sampai sekarang) karena dulu sengaja aku sembunyikan, karena nilainya yang sangat kacau. Dalam Try out itu aku tidak lulus karena ada nilaiku yang cuma 4.00 untuk pelajaran bahasa inggris, aku ingat sekali waktu itu aku sedang dilanda flu yang sangat parah sehingga konsentrasiku benar-benar nol ketika mengerjakan listening section :(

Mungkin kebiasaan menyimpan barang ini ada beberapa keuntungan seperti yang sudah disebutkan. Tapi kebiasaan ini juga kurang baik juga, selain menyita banyak ruang untuk menyimpan, kebiasaan ini juga beresiko membuat kita selalu berada dalam bayang-bayang masa lalu. Hahaha...tapi untungnya yang terakhir itu sangat jarang terjadi padaku, jadi yaa...aku menikmati kebiasaan ini :)

2 comments:

Matahari Asysyakuur mengatakan...

bajigur,.... artifak terlama yang aku punya selain akte kelahiran dan surat2 penting cuma tas ransel yg akhir-akhir ini kupake ke kampus dari kelas 6 SD

arie mengatakan...

hahaha masih banyak lagi sih artefaknya, ada buku tulis pertama jaman SD kelas 1 juga :D

Posting Komentar