Senin, 31 Desember 2012

Trip The 2012



Sebuah video berisi semua hal yang pernah dilihat, dilakukan dan dialami di tahun 2012. Satu tahun bukan waktu yang sebentar, terasa cepat tapi banyak hal yang terjadi di dalamnya. Karena keterbatasan materi, mungkin tidak benar-benar mencakup semua hal yang terjadi di tahun 2012 tapi paling tidak sudah mewakili serangkaian peristiwa di tahun 2012. Dan setelah video ini selesai dibuat, harus diakui 2012 adalah tahun yang sangat disyukuri. Banyak hal-hal luar biasa terjadi di 2012.

Minggu, 16 Desember 2012

Caraka Terakhir

Minggu lalu saya mengikuti Camp Finalis Caraka 2012 di Semarang. Ya, ini kali kedua saya mengikuti caraka dan ini kali kedua juga saya menjadi finalis di kompetisi ini. Seperti kata saya sebelum-sebelumnya, bahwa dunia kompetisi periklanan (bahkan dunia industri periklanan) selalu diisi oleh orang itu-itu saja. Tahun ini pun saya bertemu dengan finalis tahun lalu seperti Jul (ITB) dan Natal (Atmajaya Jogja).
Mungkin beberapa pihak memandang saya seorang yang serakah, tidak memberi kesempatan, ora ngerti wayah dan lain sebagainya, Tapi jujur, tadinya saya benar-benar tidak berniat mengikuti kompetisi ini lagi. Apalagi setelah masa "galau dan kehampaan" di bulan Oktober yang lalu, saya dianjurkan oleh seorang sahabat untuk leren dan mencari fokus lain dulu. Meskipun diawali dengan alasan yang sangat "kekanak-kanakan" tapi kemudian saya menemukan alasan yang masuk akal untuk mengikuti lagi kompetisi ini. Dan ternyata dengan menghasilkan suatu karya membuat saya keluar dari masa tergelap dalam tahun ini (opotoh?).
Setelah mendapat inspirasi dari Matahari saya mengajak Jos untuk menjadi partner saya ikut Caraka. Disinilah salah satu alasan saya mengikuti Caraka tahun ini, mencari partner baru. Satu semester bergaul dengan Jos saya melihat kalau Jos sebenarnya punya bakat dan passion di iklan, hanya saja belum menemukan rasa percaya dirinya tanpa pikir panjang saya kemudian mengajaknya.
Tahun ini saya entri untuk kategori TVC, Radio dan Ambient Media di Caraka. Sebisa mungkin saya menghindari kategori print ad. Dari ketiga kategori yang saya coba, alhamdulillah kami lolos di kategori TVC . TVC kami berjudul Tok..tok..tok dan sebuah Radio Ad berjudul 30 Detik Untuk Bumi.


Kata seorang juri TVC tersebut sebenarnya adalah salah satu yang paling dibenci para juri, katanya ide tersebut banyak dipake orang. Hahahaha luweh lah, begitu pikir saya saat mendengarnya di sesi meet the judges. Selain karena sudah menduga bakal mendapat komentar seperti itu dari sebelum entri, toh sudah jadi finalis dan tinggal besok pengumumannya. Kalaupun tidak dapat apa-apa, paling tidak sudah berkontribusi 1 poin untuk UGM. Tapi tanpa berharap banyak, dan tak disangka ternyata TVC tersebut mendapat bronze di awarding.
Mendapat Bronze di Caraka kali ini bukan satu-satunya hal paling menyenangkan dan membanggakan bagi saya. Bekerja dengan partner baru dan bertemu dengan junior-junior berbakat bahkan lebih dari apa yang saya capai saat mengambil PNI adalah hal yang jauh lebih menyenangkan.
Finalis UGM
Mereka adalah Ikas, Tita dan Sri angkatan 2012 yang belum punya IP tapi sudah mendapat silver di Caraka. Mungkin bukan hanya iklan mereka yang out of the box tapi memang mereka sudah out of the box, bukan hanya satu tapi bertiga. Siapkan saja mentalmu jika bertemu mereka bertiga.
Dan inilah Caraka terakhir dan terakhir kalinya saya ngglidik di kompetisi periklanan mahasiswa nasional. Tahun 2013 saya harus sudah wisuda dan belajar dari Spikes di September lalu, masih banyak hal yang harus dicapai :)


Kamis, 28 Juni 2012

Sebuah Matakuliah Bernama Penulisan Naskah Iklan (3) : Gelembung

Menyelesaikan semester 4 ternyata bukan berarti saya berhenti berurusan dengan sebuah mata kuliah bernama Penulisan Naskah Iklan. Sebuah mata kuliah yang menurut saya adalah "puncak" dari seluruh kegiatan perkuliahan konsentrasi Komunikasi Strategis. Berurusan lagi dengan mata kuliah ini bukan berarti saya mengulang lagi mata kuliah ini karena tidak lulus. Hal ini terjadi karena mata kuliah ini menerapkan sistem mentoring dimana mahasiswa yang pernah mengambil mata kuliah ini ditunjuk atau mendaftarkan diri menjadi mentor yang membimbing mahasiswa yang sedang mengambil matakuliah PNI.
Jika dihitung dari awal saya berkenalan dengan PNI tahun 2010, bisa dibilang ini adalah tahun ketiga saya "kuliah" PNI. Tahun pertama adalah kuliah dalam arti yang sesungguhnya, tahun kedua dan  ketiga mengikuti kuliah sebagai mentor PNI. Pada awalnya saya iseng mendaftar sebagai mentor PNI dengan maksud untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat agar tidak menghilang begitu saja, selain itu saya juga masih ingin terus belajar tentang penulisan naskah iklan.
Namun pada tahun pertama menjadi mentor, ternyata saya tidak bisa membagi pikiran dan waktu antara menjadi mentor yang diharapkan mampu membimbing para mahasiswa PNI dan menjadi mahasiswa semester 6 yang pusing memikirkan nasibnya sendiri hahaha... sehingga harus diakui tidak bisa membimbing dengan maksimal. Setahun berlalu, semester genap dan PNI kembali datang.  Open Recruitment mentor PNI kembali dibuka, kabarnya kali ini membutuhkan lebih banyak tenaga mentor karena kelas PNI lebih padat. Pada awalnya saya tidak tertarik untuk mendaftar lagi, mengingat pengalaman tahun lalu yang kurang maksimal menjadi mentor, dan niatan untuk menjadi "selo" sambil memikirkan sebuah kewajiban terakhir yang harus dilakukan. Namun pendirian sedikit demi sedikit berubah karena ajakan Matahari dan sedikit "tekanan" dari mbak Pulung. Tapi hal yang sesungguhnya membuat keinginan untuk tidak ikut menjadi mentor berubah adalah ketika ingat betapa beratnya menjalani semester 4 betapa berterima kasihnya saya pada mata kuliah ini sehingga rasanya punya utang budi pada kelas ini, hingga akhirnya saya putuskan untuk mendaftar menjadi mentor PNI lagi.

Gelembung
Begitu Final Pitching PNI (21/6) berakhir, langsung saya teringat janji membuat tulisan tentang Gelembung. Pada postingan pertama 31 Hari Menulis kemarin sedikit saya sudah menyebut nama Gelembung di postingan tersebut. Dan disitu juga saya berjanji akan membuat sebuah tulisan khusus untuk Gelembung suatu saat nanti, dan sepertinya inilah saatnya.



Oh iya, Gelembung adalah nama sebuah kelompok/agency kelas PNI yang saya mentori satu semester ini. Belum sempat saya menanyakan apa sebenarnya arti dari nama Gelembung itu sendiri, tapi kemarin ketika pitching mereka bilang agency mereka dinamakan Gelembung yang memiliki filosofi bermain-main dan santai, yang kurang lebih bermakna sekelompok orang yang suka bermain, asik dan santai tapi memiliki kreatifitas tinggi.
Tidak tahu juga bagaimana awalnya saya dipilih menjadi mentor mereka, karena waktu pertemuan pertama saya tinggal ke Jakarta untuk menghadiri sebuah acara. Awal cerita dimulai sesampainya saya di Jogja, sebuah account twitter bernama @_Aliananda mem-follow account saya. Tanpa pikir panjang karena saya tahu itu anak komunikasi 2010 saya follow kembali.


Dari situlah saya tahu siapa saja anak-anak yang saya mentori. Agency ini terdiri dari tujuh personel, mereka adalah: 

Fahmi

Laki-laki bertubuh kekar ini bisa dibilang CEO nya Gelembung agency. Anggap saja begitu karena saya juga tidak tahu siapa sebenarnya ketua kelompok mereka (mentor macam apa ini). First Impression yang diperoleh ketika pertama kali bertemu dia mungkin agak serem. Tapi tenang tuips dia manusia, bukan jin penunggu pohon di lapangan Sansiro, dan memiliki hati yang pink :3
Satu hal yang unik dari Fahmi adalah cara dia tertawa. Kalau tadi saya bilang dia bukan jin, mungkin 90 % ada benarnya tapi dilihat dari cara dia ketawa, asli dia berbakat jadi jin. Oh iya, dia memiliki kemampuan untuk menebak tebak-tebakan dengan baik. Beberapa tebak-tebakan saya berhasil digaringkan kriuk-kriuk dihadapan para jamaah hingga saya tak bisa berkata apa-apa lagi.
Satu hal yang membuat saya kagum pada Fahmi adalah jiwa kepemimpinannya. Terlepas benar atau tidak dia adalah ketua, tapi menurut saya dia memiliki syarat-syarat seorang ketua tim yang baik. Dan yang tak kalah kerennya dia punya passion dan semangat yang tinggi untuk belajar dan menghadapi tantangan baru.

Sansan

Disetiap kelompok apapun pasti ada satu orang yang selalu di-bully, nyentrik, nyebelin, tapi kadang jadi penyelamat seluruh umat manusia. Mungkin begitulah nasib yang diterima Sansan. Pertamakali melihatnya mungkin terasa sekali aura-aura bantal dan kasur. Tapi asal tahu saja, dia salah satu anggota yang kadang idenya patut diperhitungkan.
Belakangan pemuda yang memiliki bibir membelah ini teridentifikasi sebagai Monster Pemakan Drama. Menamatkan 80 episode Running Man dalam waktu 3 minggu ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan dengan kemampuan Sansan menamatkan Love Rain hanya dalam waktu satu hari satu malam.
Menurut company profile Gelembung, Sansan memiliki ability untuk tidak tidur selam 3 hari, tapi anggota laki-laki Gelembung yang paling cepat tepar saat lembur ini memiliki hobi tidur, nah bingung toh? Uwislah yo san bingung arep nulis opo meneh.

Enggar

Kalau Fahmi tadi sebagai CEO nya Gelembung, mungkin Enggar ini bisa dibilang pemilik kantornya Gelembung. Rumahnya yang berlokasi di daerah Taman Siswa ini selalu menjadi tempat membanting otak para anggota Gelembung setiap hari Rabu.
Ketika berkunjung ke rumah Enggar mungkin kita harus berhati-hati dengan anjing peliharaannya. Bukan karena digigit atau bagaimana, tapi berhati-hatilah dengan kaos kakimu. Lengah sedikit saja, lenyaplah kaos kakimu entah dibawa kemana -__-
Lelaki imut-imut beraliskan whut-whut ini adalah seorang Juventini. Selain sebagai pemilik "kantor", dia juga bertanggungjawab masalah eksekusi Radio Ad, musik dan segala macam per-sound-an. Menurut company profile dia jago bermain gitar sambil jongkok lho tuips. :D

Jos

Ini dia Art Director nya Gelembung. Namanya Jos, entah darimana dia bisa dipanggil Jos lagi-lagi saya juga tidak tahu. Pemuda berambut cepak ini bisa dibilang salah satu ujung tombak dari Gelembung. Dialah yang bertanggung jawab masalah eksekusi semua iklan yang dihasilkan Gelembung. Dan jangan lupakan kemampuanya untuk merokok empat batang sekaligus hahahahaha...
Di kesempatan sebelumnya cukup sering melihat Jos di berbagai kegiatan yang diadakan BSO. Meski waktu itu belum cukup kenal tapi Jos selalu menyapa dan sangat sopan pada yang lebih tua. Dia juga tidak segan-segan untuk belajar kepada siapapun yang dianggapnya bisa. Seseorang yang menurut saya cukup langka dijumpai. Jika saja Jos ini lebih percaya diri dengan kemampuannya menurut saya dia pantas dikategorikan sebagai The Next Cah Sangar Komunikasi UGM :)

Tirza

Jabatan terakhir yang dipegangnya di agensi ini adalah Account Executive. Sepertinya memang tidak salah jika dia ditunjuk sebagai AE dari agency ini. Kemampuan presentasi di depan kelas wis koyo AE tenanan lah.
Ketika pertama kali bertemu, saya kira dia adalah ketua kelompok Gelembung. Karena pada awal-awal pertemuan tiap kali kumpul kelompok dengan mentor dia yang paling aktif bertanya. Tapi kalau boleh menetapkan, Tirza bisa dibilang sebagai ketua nomer 2 di agency Gelembung.
Bukan tanpa sebab kenapa saya bisa menyebut Tirza sebagai ketua nomer 2. Gadis yang sangat menyukai Wall's Feast ini sangat rajin, disiplin, kritis, sabar, dan memiliki bakat keibuan tuips. :3
Meski banyak rumor yang bilang kamu sangat papua, menurutku kamu paling normal diantara anggota cewek Gelembung yang lainnya -_-
Selain berbakat menjadi AE, Tirza juga piawai dalam bernyanyi lho tuips. Itu sebabnya kenapa saya memilih foto ketika dia memegang mic. Kurang hebat apa coba, dia ini bisa bernyanyi di dalam air tuips. Selain suka feast, dia juga sangat suka warna Lime Green atau apa-apa yang warna ijo, untungnya dia tidak bercita-cita mengecat rambutnya dengan warna Lime Green.

Alia

Anggota Gelembung selanjutnya adalah Alia. Setelah meng-add FB nya beberapa waktu yang lalu, saya menyadari ternyata dia adalah anggota paling muda. Bahkan lebih muda dari adik saya beberapa bulan yang seorang angkatan 2011.
PNI bukanlah kali pertama saya kenal Alia. Kalau tidak salah saya pertamakali kenal ketika diklat PPC, dan beberapa kegiatan PPC lainnya. Pernah juga satu kelas dan satu kelompok ketika saya mengulang matakuliah MPKK semester 7 lalu. Kalau kata anak-anak Alia seseorang yang cukup unik, entah unik dalam hal apa tapi Yogi '07 pernah bilang seperti ini "woh bocah iki indie banget".
Di beberapa project Gelembung, gadis yang ngefans sama Nichkhun 2PM ini menuliskan naskah iklan yang menjadi MVP di kelas. Selain berbakat menjadi seorang copywriter, dia juga mampu membetulkan poni dalam situasi apapun, bahkan keeksisan poninya sudah diakui mas Aristantono, creative director Dwi Sapta. Sangar toh? :D


Cendani


Ketika akan mulai menulis bagiannya Cendani, saya baru menyadari kalau masing-masing anggota Gelembung punya keunikan tersendiri. Kalau memang tidak mau dibilang tidak biasa. Pertamakali bertemu mungkin semua orang sepakat kalau cewek yang merantau dari Godean ujung kulon sana ini tidaklah mainstream.
First impressionnya adalah cewek yang terkesan chic, pendiam, dan galak. Tapi setelah cukup lama mengobrol dan mendengarkannya berceloteh, mungkin akan mendengar komentar seperti ini "untung kowe ki ayu cen...". Statment yang sering dilontarkannya memang sering membuat orang-orang disekitarnya terpaksa membuang jauh-jauh first impression yang didapat. Tapi mungkin disitulah letak salah satu keunikan yang dimiliki Cendani.
Di Gelembung cewek yang SHINee banget ini bertanggung jawab dalam hal "kecantikan", salah satunya dalam hal presentasi. Uwislah yo bingung aku menggali kelebihanmu ki opo meneh Cen... .____.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kelas PNI selalu diakhiri dengan diadakannya pitching yang menghadirkan praktisi dari agency iklan yang sesungguhnya. Peserta pitching adalah empat besar yang dipilih dari beberapa kelompok kelas PNI. Dan alhamdulillah Gelembung menjadi salah satu dari empat besar tersebut.
Meski pada akhirnya tidak berhasil menjadi kelompok terbaik, sebagai seorang mentor saya sudah sangat bangga bahwa anak-anak yang saya bimbing berhasil menjadi empat besar. Apalagi melihat bagaimana progres mereka dari awal hingga akhir, sepertinya sudah merupakan kebahagiaan tersendiri di tahun 2012.
Kalau misalnya dalam satu tahun kita diberi jatah tertentu untuk setiap emosi yang kita keluarkan. Entah berapa banyak tawa yang sudah saya habiskan bersama mereka disetiap minggu. Entah berapa banyak kepanikan yang saya habiskan bersama mereka setiap ada masalah. Entah berapa banyak lelucon garing yang keluar dan entah berapa banyak kebahagiaan dan rasa bangga yang keluar ketika berkumpul bersama mereka. Tapi sepertinya jatah rasa kecewa masih banyak yang belum keluar hingga akhir tahun :)



Sebagai seorang mentor mungkin belum banyak ilmu yang bisa saya tularkan pada kalian karena memang masih terbatasnya ilmu yang saya miliki. Setelah apa yang kalian lalui di PNI jangan berharap kalian akan "orgasme" ketika kalian mendapat nilai A+ sekalipun. Tapi kalian mungkin akan sangat bersyukur telah melalui masa PNI ketika menyadari cerita apa saja yang sudah kalian tulis selama semester ini dan pengalaman apa yang sudah kalian dapat selama semster ini. Mungkin benar ketika ada yang bilang PNI merenggut masa muda, tapi itu untuk sesuatu yang sangat berharga. Mungkin kalian memang belum menang di kelas PNI, maka dari itu berjanjilah untuk menang di kesempatan lain, karena kalian memang orang-orang yang pantas untuk menang.
Tak terasa masa PNI tahun ini telah selesai. Selesai juga tugas saya menjadi mentor di kelas PNI. Meski sedikit membuat sedih, bisa dibilang ini terakhir kalinya saya bertemu dengan kelas PNI. Sebuah kelas yang sangat berjasa membantu saya menemuka "jalan" selanjutnya yang saya pilih. Sebuah kelas yang menjadikan seorang Arie menjadi "arie o" dalam arti yang luas. Beruntunglah saya bertemu sesuatu yang tadinya saya takuti berubah menjadi sesuatu yang saya syukuri, dan berpisah dengan PNI dengan sesuatu yang pantas dibanggakan. Sepertinya tuntas sudah utang budiku padamu, saya berharap kelas ini semakin sempurna dan melahirkan orang-orang yang luar biasa di masa yang akan datang.

P.S. Ketika tulisan ini di publis, ternyata salah satu anggota Gelembung, Alia aka Pecinta Poni berulang tahun yang ke-19

Sabtu, 02 Juni 2012

Hilang Lagi...

Sore yang tadinya penuh tawa bahagia mendadak berubah menjadi sore yang penuh kekecewaan dan kesedihan. Hahaha...sebenarnya agak berlebihan, tapi kalau dibilang biasa saja ya memang tidak biasa-biasa saja. Setelah hampir seharian membantu Mbak Pulung mencari data di kantor jurusan, mampirlah ke Sansiro untuk melihat progres anak-anak Gelembung mengerjakan tugas PNI mereka. Sebuah sore yang sangat ceria, diskusi kami akhiri dengan bermain tebak-tebakan hingga perut sakit dan berlinang air mata karena tertawa begitu lepasnya.
Karena sore telah beranjak malam, kami memutuskan untuk pulang, berpisahlah kami menuju tempat parkir motor masing-masing. Saya dan Sinsko menuju basement dan sisanya menuju parkiran GKU. Tanpa prasangka dan kecurigaan apapun saya dengan percaya dirinya membuka jok motor untuk mengambil helm dan jaket. Betapa terkejutnya menyadari ternyata helm sudah tidak ada dan hanya tersisa ring besi untuk mencantolkan (belum menemukan bahasa Indonesia yang tepat) helm ke jok motor.
Kalau dibilang sampai menangis sedih jujur memang berlebihan, toh kenyataannya 2-3 menit kemudian benar-benar tak ada rasa kecewa atau sedih sama sekali benar-benar ikhlas melepasnya. Hanya saja heran karena ini bukan kejadian pertama saya kehilangan helm di parkiran kampus Fisipol UGM. Kejadian pertama sekitar tahun 2009 ketika KOMAKO mengadakan acara buka bersama, kemudian kejadian kedua tahun 2010 ketika sepulang brainstorm tugas PNI, dan yang ketiga, hari ini 2 Juni 2012. Semuanya memiliki kesamaan tempat kejadian dan di waktu yang hampir sama. Akhirnya pulanglah saya dengan helm yang saya temukan ditumpukkan kursi di basement.

Helm dipakai Tika
 Orang bijak pernah bilang bahwa ketika kita kehilangan sesuatu, sebenarnya kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih, bahkan itu juga ada dalam ajaran agama. Ya...siapa yang tahu, toh kalau mau dicari juga mau dicari kemana? mengikhlaskan adalah pilihan paling masuk akal dan tidak memberatkan pikiran, semoga saja helm itu lebih bermanfaat di tangan orang lain. Dan bagi teman-teman yang lain agar lebih berhati-hati menjaga barang bawaannya, termasuk hati nya mungkin...LHO! hahahaha...

P.S. Adakah yang tahu cara me-rotate foto di postingan ini? padahal aslinya portrait -___-

Kamis, 31 Mei 2012

Sampai Jumpa Mei, Sampai Jumpa 31 Hari Menulis

31 Mei, hari terakhir di bulan Mei, sejujurnya hari ini bukanlah hari yang saya nantikan. Masih ingat tweet pembuka dipostingan pertama 31 Hari Menulis, "selamat datang Mei, tolong Juni jangan buru-buru datang!". Sebuah ungkapan rasa ingin terus berlama-lama di bulan Mei. Entah kenapa sudah bertahun-tahun rasanya bahwa bulan Mei terkonstruksi sebagai bulan dimana kita bisa melakukan banyak hal, dan bulan Juni menjadi semacam penanda bahwa sesuatu yang "lebih besar" akan datang.
Butuh waktu sekitar 18 menit untuk mengawali tulisan di paragraf kedua ini. Entah apa yang harus saya tulis untuk mengungkapkan bulan Mei yang akan segera berlalu. Banyak hal yang sudah dilakukan dan dialami, meski bulan Mei kali ini tidak semenantang bulan Mei tahun lalu, tapi cukup banyak hal-hal bermakna yang dialami.
Lagi-lagi saya harus berterima kasih kepada 31 Hari Menulis, jika tahun lalu saya berterima kasih karena sudah membuat saya bisa bercerita banyak hal. Tahun ini terima kasih karena telah membuat saya tetap berpikir hehehe. Masih ada beberapa tema tulisan yang di awal sudah diwacanakan tapi tak kunjung direalisasikan, mungkin dilain kesempatan tetap akan saya wujudkan, juga ada beberapa tulisan yang masih belum selesai, secepatnya akan diselesaikan.
Pada akhirnya memang bulan Juni akan segera datang dalam hitungan menit. Hal yang lebih besar memang akan datang, dunia yang jauh lebih nyata benar-benar tinggal beberapa langkah lagi. Dan setelah ini sepertinya saya memang harus benar-benar memulai kewajiban saya sambil berusaha mengukirkan nama di negeri orang. Alhamdulillah bebas denda :)

entah kenapa setelah selesai menulis, secara random ingin mendengarkan lagu ini....

Rabu, 30 Mei 2012

Tahun 2012 Tahun Penggunaan Harddisk Terboros

Akhir-akhir ini saya mulai sedikit khawatir dengan kelanjutan nasib PC dan Laptop saya. Bukan karena rusak atau mulai menampakkan kerusakan, tapi kapasitas harddisk semakin menipis. Beberapa bulan yang lalu (sekitar Maret) sempat menambah ruang penyimpanan file digital dengan membeli sebuah HD Eksternal sebesar 1TB setelah HD eksternal yang sebelumnya divonis sekarat karena bad sector. Meski sempat lega karena ruang penyimpanan bertambah, tapi justru dengan bertambahnya kapasitas semakin bertambah pula kebutuhan dan keinginan akan file-file raksasa. Kebutuhan ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya file-file video HD (High Definition) yang dihasilkan, dan seringnya mengkonsumsi film dan serial TV yang di copy dari warnet.

Kondisi Harddisk di tahun 2010
Kondisi Harddisk di tahun 2012


Selasa, 29 Mei 2012

Aku Ketiduran Part 2

Hari ini saya lagi-lagi ketiduran karena sangat mengantuk dan kecapaian akibat seharian beraktifitas. Dan seperti kejadian sebelumnya ada beberapa hal yang ingin saya tulis, tapi akhirnya tidak tertulis karena ketiduran. Dan seperti kejadian sebelumnya juga saya terbangun di detik-detik terakhir. Sangat di sayangkan di hari-hari terakhir 31 Hari Menulis saya harus menulis postingan seperti ini.

Senin, 28 Mei 2012

Hari Ke-28 Postingan Ke-100

Bulan Mei benar-benar berlalu begitu cepat seperti biasanya. Tak terasa hari ini sudah tanggal 28 yang artinya 3 hari lagi kita harus sudah bersiap-siap menyambut bulan Juni. Berakhirnya bulan Mei juga menandakan berakhirnya #31harimenulis tahun ini, yang alhamdulillah sudah 28 hari saya lalui bersama peserta yang lain tanpa tekena denda satu sen pun.
Di hari ke-28 ini juga blog ini genap berusia 100 postingan, sejak pertama kali online di dunia maya pada 21 Januari 2010. Selama 2 tahun lebih online, blog ini sejujurnya tergolong blog yang sangat jarang sekali di update. Kalaupun terupdate mungkin karena ada 31 Hari Menulis dan karena keharusan untuk memposting sesuatu untuk suatu kepentingan, sisanya baru benar-benar keinginan tulus untuk mengupdate, itupun dengan kualitas tulisan yang menurut saya belum bisa dibilang bagus.
Sejujurnya saya benar-benar ingin bisa menulis secara rutin di blog dengan tulisan-tulisan yang bagus, hanya saja faktor M (malas) masih sering menjadi masalah belum lagi tidak terbiasanya membuat tulisan membuat tulisan-tulisan saya tidaklah bagus. Saya selalu takjub ketika membaca postingan teman-teman di blog mereka, tulisan mereka begitu mengalir, berisi dan bermakna. Sebut saja seperti blog nya Awe 06 yang sangat "angker", ketika membaca tulisan-tulisannya rasanya seperti "muntah pelangi", coba saja kunjungi blognya.
Ada yang pernah bilang agar kita bisa menciptakan sebuah tulisan yang bagus tidaklah cukup hanya terbiasa menulis saja. Agar tulisan kita juga lebih berisi dan hidup, kita juga harus rajin membaca, membaca apapun itu. Ketika kita tidak pernah membaca, maka apa yang kita tulis seolah hanya berisi apa yang menurut kita benar saja, sehingga tulisan kita menjadi sangat miskin dan kering. Menurut saya disinilah kekurangan saya, membaca sesuatu yang berbobot saja jarang, menulispun lebih jarang lagi.
Meski kekurangan saya sebenarnya begitu fatal, setidaknya saya punya pembenaran bahwa yang terpenting sekarang saya masih mempunyai keinginan untuk menulis. Seperti kata buku Dasar-dasar penulisannya mas Nunung, "Tulis Saja Kapan Lagi?" yang terpenting sekarang adalah tulis saja apapun itu yang ada dikepala dan apa yang ingin ditulis, masalah bagus atau tidaknya nanti saja. Doa saya malam ini adalah semoga mulai dari tulisan ini saya posting, ke depannya tulisan saya semakin bagus, bermutu dan bermakna :)

Minggu, 27 Mei 2012

6 Tahun Gempa Jogja

Sudah 6 tahun berlalu, sebuah peristiwa terdahsyat dalam hidup saya dan mungkin seluruh masyarakat Jogja dan sekitarnya. Tepat ditanggal yang sama di tahun 2006, gempa 5,9 SR mengguncang Jogja. Kejadian yang telah merenggut banyak korban baik korban jiwa, luka, harta dan rumah seolah belum tidak akan pernah terlupakan.
Jika disuruh bercerita tentang gempa Jogja waktu itu, mungkin saya termasuk orang yang beruntung tidak menjadi korban apapun selain korban kerusakan rumah. Tapi sebagai orang yang ada ditempat kejadian itu, seringan apapun kerugian yang diderita, pasti merasakan betapa mencekamnya kejadian hari itu.
Hari itu Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.50 seperti biasa saya sudah bangun dan menonton TV di kamar sembari mempersiapkan diri berangkat ke sekolah. Masih ingat acara yang saya tonton kalau tidak salah adalah Cat & Dog di Global TV. Belum juga berangkat mandi saya masih asyik menonton TV sambil tiduran, tiba tiba mendengar suara gemuruh yang semakin lama semakin besar dan terdengar suara teriakan Bapak yang menyuruh kami keluar. Sadar itu gempa dan guncangan semakin besar kami langsung lari ke halaman belakang sambil terhuyung-huyung hampir jatuh tak kuasa menahan goncangan. Begitu sampai di halaman belakang, kami (saya, adik, dan bapak) hanya berdiri bergandengan merasakan guncangan dan melihat semua benda terjatuh. Meski menurut catatan gempa terjadi sekitar 1 menit, seseorang yang merasakannya pasti merasa itu sangatlah lama. Begitu gempa berhenti, suasana pagi itu mendadak menjadi hening seperti tidak ada kehidupan. Setelah memastikan semua selamat tak ada kurang satupun, semua tetangga berkumpul di depan salang bercerita. Karena rumah terlihat masih baik-baik saja, kami semua mengira itu seperti gempa biasanya hanya saja lebih besar. Saya bergegas masuk ke dalam dan kemudian mandi untuk segera berangkat ke sekolah. Dengan diantar naik motor, saya mengamati lingkungan sekitar, yang sepertinya tidak banyak berubah. Tapi semakin jauh dari komplek rumah, suasana mencekam dan memilukan semakin tak terhindarkan. Banyak rumah yang hampir roboh bahkan rata dengan tanah.

Sabtu, 26 Mei 2012

Dari Rumah Ke Kampus

Setiap kali terlibat suatu pembicaraan tentang rumah, hampir bisa dipastikan ada ekspresi terkejut bagi orang-orang yang baru mengetahui rumah saya. Rumah saya memang tergolong jauh dari kampus, rumah yang selama 22 tahun ini saya tinggali berada di Kabupaten Bantul di selatan Kota Yogyakarta. Setelah iseng saya ukur dengan Google Maps dan Wikimapia, jarak rumah ke kampus, antara pintu garasi rumah hingga tempat parkir Fisipol UGM diperoleh jarak kurang lebih 17,7 km. Dan menurut perkiraan kedua situs navigasi tersebut perjalanan dari pintu garasi hingga tempat parkir diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit jika ditempuh dengan mobil. Perkiraan tersebut bisa dibilang cukup akurat mengingat selama hampir 4 tahun ini perjalanan rumah-kampus biasa saya tempuh dalam waktu sekitar 40 menit mengguakan motor di siang hari dan 17-20 menit saat tengah malam.

Total Jarak (klik untuk memperbesar)



Pada awal-awal kuliah saya merasa jarak segitu tidaklah jauh sama sekali, tapi hari demi hari saya lewati selama hampir 4 tahun, makin lama jarak tersebut terasa cukup jauh dan lumayan berat. Jarak sejauh itu terasa makin jauh dan melelahkan ketika ditempuh dengan mobil dikala lalu lintas sangat macet. Ketika orang mengetahui jarak rumah saya, hampir bisa dipastikan mereka akan bertanya, "kenapa kamu ga kos aja?". Jika ditanya begitu, saya pun juga agak bingung menjawabnya. Karena menurut saya jarak bukanlah sebuah big deal dalam kasus ini. Kalaupun mau saya memang bisa saja kos di daerah dekat kampus, tapi rasanya agak sayang dengan uang yang digunakan untuk kos yang kalau dihitung-hitung tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan untuk perjalanan rumah-kampus-rumah.
Meskipun jarak bukan menjadi masalah yang besar, tapi bukan berarti tidak ada masalah atau tantangan sama sekali. Yang paling terasa adalah ketika ada perubahan jadwal mendadak. Misal ada janji untuk kumpul jam 15.00 di kampus, tapi tiba-tiba dibatalkan karena banyak yang tidak bisa dan baru diinfokan pukul 14.45. Meski jauh sejujurnya saya menikmati perjalanan rumah-kampus-rumah asal tidak sedang buru-buru. Ada sensasi berbeda terutama saat perjalanan pulang dan merasakan energi rumah saat sampai di rumah.

Jumat, 25 Mei 2012

Dendang Legenda Komkustiknya Dua Ribu Sembilan

Baru saja pulang dari Komkustik, sebuah acara di Komunikasi UGM dengan konsep akustik yang diselenggarakan angkatan tahun ketiga. Kali ini acara tersebut diselenggarakan oleh angkatan 2009 dengan tema Dendang Legenda. Dimana lagu-lagu yang dibawakan seputar lagu-lagu yang pernah menjadi legenda di era-nya. Acara tersebut dimeriahkan beberapa angkatan yang masih dan sudah tidak "hidup" di kampus Fisipol UGM, dari 2011 hingga 2007 bahkan angkatan 2005 masih diundang untuk memeriahkan acara komkustik tahun ini.
Dengan melewatkan Komkustik angkatan 2006, tahun ini merupakan ketiga kalinya saya menghadiri acara komkustik, setelah tahun lalu angkatan 2008 sukses menyelenggarakan komkustik dengan tema Soundtrackustik. Pukul 18.44 sampailah saya di kampus fisipol, dari tempat parkir terlihat tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Sempat terpikir apakah acara bukan diselenggarakan di fisipol, dengan sedikit ragu-ragu saya masuk ke dalam dan disambut beberapa anak-anak 2009. Sebagai angkatan 2008 saya datang paling pertama, yang kemudian disusul Matahari beberapa saat kemudian. Tak lama kemudian acara dimulai meski belum terlalu ramai.
Satu persatu band tampil dipanggung Komkustik yang berada di kantin Fisipol. Sebuah panggung yang sederhana namun meriah telah dipersiapkan anak-anak 2009 siap dimeriahkan band-band dari tiap angkatan, dimulai dari angkatan 2011 dan terus naik ke angkatan yang lebih tua. Hingga akhirnya tibalah kesempatan angkatan 2008 untuk tampil. Seperti biasa 2008 membuat acara yang cukup meriah semakin semarak dan heboh ketika seluruh masa 2008 maju ke depan panggung. penampilan pertama adalah Gunung Salak sebuah band yang terdiri dari Ciprut, Ijat, Ari Burjo, dan Yesa. Pada kesempatan kali ini bisa juga disebut sebagai debut pertama Ciprut yang membawakan sebuah lagu berjudul Hotel California. Selesai Gunung Salak memeriahkan Komkustik, panggung kini beralih pada LOUD, dengan sedikit "dagelan" sebagai pembuka, seperti biasa LOUD tampil dengan lagu-lagu yang ceria.



Kamis, 24 Mei 2012

Kehilangan Momentum

Pernahkah kalian merasakan bagaimana rasanya kehilangan momentum? Menurut definisi pribadi, kehilangan momentum adalah saat dimana kita terlambat, melewatkan moment atau timing yang tepat untuk melakukan sesuatu dengan atau tanpa perencanaan. Momentum menjadi sangat penting karena disaat itulah semua faktor pendukung keberhasilan suatu tindakan ada di saat itu. Ketika momentum telah terlewatkan tingkat keberhasilan suatu tindakan yang akan kita lakukan menjadi semakin kecil, atau setidaknya meleset dari objektif yang diharapkan sebelumnya jika dipaksakan untuk dilakukan.
Begitulah kira-kira gambaran hari ini, sebuah hari yang diawali dengan ekspektasi lumayan besar tetapi menjadi "rusak" setelah kejadian "kehilangan momentum". Mungkin tidak ada penyesalan akibat kejadian tersebut karena memang benar-benar di luar kendali saya. Tapi akibat kejadian tersebut cukup membuat mood seharian terjun bebas. Mungkin tidur lebih awal bisa banyak membantu.

Rabu, 23 Mei 2012

BCA Tweet Saving

Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng mengadu peruntungan di ajang kompetisi periklanan internasional, Future Lions. Future Lions adalah sebuah kompetisi yang diselenggarakan sebuah agensi periklanan bernama AQKA. Peserta yang mengikuti kompetisi ini adalah mahasiswa dari berbagai negara, karena memang kompetisi ini di khususkan untuk para pelajar/mahasiswa.
Iseng-iseng saya mengeksekusi ide yang dulu tidak jadi dipakai saat akan mengikuti D&AD. Sayangnya entri saya tidak berhasil masuk seleksi, mungkin karena ide nya yang terlalu biasa dan agak aneh atau karena brand yang saya pakai kurang mengglobal. Hal itu baru saya sadari ketika membaca kembali brief, padahal project sudah saya submit. Ya..mungkin belum rejekinya saja, di kesempatan lain semoga lebih beruntung.

Selasa, 22 Mei 2012

Fenomena Nice Peace dan Duo Ular

Beberapa hari belakangan ini saya sering bergaul dengan anak-anak 2009 untuk sebuah project iklan. Seperti biasa, ketika kita masuk dalam sebuah kelompok yang berbeda kita pasti akan mendapatkan atau memberikan sebuah pengaruh baru dari interaksi kita. Kasus dari pergaulan dengan anak-anak 2009 ini adalah menyebarnya fenomena Nice Peace dan Duo Ular. Lalu apakah Nice Peace dan Duo Ular tersebut? mungkin harus kita simak terlebih dahulu...





Bagaimana? cukup mengganggu bukan dipikiran kalian? Mungkin kedua video tersebut sama halnya dengan jebakan betmen dan disturbing video/foto yang selalu di share Matahari, hanya saja kedua video tersebut hanya menyerang short term memory sementara punya matahari menyerang sampai inti pikiran kita., meski begitu tetap saja mengganggu pikiran -______-

Senin, 21 Mei 2012

Campaign of the Day, Afternoon Delight

Sore ini saya habiskan bersama teman-teman untuk mengerjakan sebuah project iklan. Disela-sela kebuntuan menggali ide, matahari iseng membuka sebuah situs iklan. Di situs tersebut matahari menemukan campaign interaktif sebuah brand pakaian dalam, untuk lebih dahsyat efeknya ada baiknya kita simak langsung dari situsnya di http://afternoondelight.stonemen.com/ . Tapi pastikan anda cukup umur untuk mengikuti campaign ini :)


Minggu, 20 Mei 2012

Fisipol Waktu Itu...

Malam ini saya iseng membuka-buka foto lama yang di-upload teman-teman di Facebook. Perhatian saya tersita pada foto-foto yang mengambil kampus sebagai setting tempatnya, waktu itu kampus fisipol belumlah semegah sekarang. Entah definisi megah mana yang harus dipakai, yang jelas terasa sekali perbedaannya dengan fisipol sekarang.

cah 2008 berkumpul di suatu siang
(foto: Brinalloy )

Taman Fisipol
(foto: Dwi Kurniawan)

Cah PPC berkumpul di Kepel
(foto: Dwi Kurniawan)

Kantor Jurusan Ilmu Komunikasi
(foto: Dwi Kurniawan)

Maba 2009 bekumpul di Taman Fisipol

Kepel di suatu pagi

Tempat parkir mobil Fisipol

San Siro

Tempat parkir motor

Pintu masuk Fisipol
Kepel

Jika definisi megah yang dipakai adalah sesuatu yang besar, modern, dan mewah, mungkin benar gedung baru fisipol adalah gedung yang megah. Saya juga setuju gedung baru fisipol membuat kuliah lebih nyaman, lingkungan lebih bersih, rapi, fasilitas memadai. Tapi gedung baru fisipol sekarang kurang menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk bisa duduk berkumpul sekedar mengobrol, bercanda di waktu senggang atau untuk berdiskusi membuahkan ide-ide kreatif khas mahasiswa. Tak mengenal itu teman satu angkatan atau bahkan dengan angkatan yang jauh lebih senior. Sebagai seorang mahasiswa fisipol yang merasakan dua periode yang berbeda, sungguh saya merindukan masa-masa itu. hmmm..mungkin zaman sudah berubah...

Sabtu, 19 Mei 2012

Playground vs Reality

Sore ini ketika mengendarai motor melintasi perbatasan antara Bantul dan Yogyakarta, terpikir sesuatu yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan. Seperti halnya melintasi batas suatu daerah tadi, kehiduupan kita sebenarnya juga terbagi dalam dua zona. Saya menyebut zona ini zona tempat bermain dan zona realita.
Zona tempat bermain atau bahasa mainstreamnya playground, adalah zona dimana kita merasa aman dan merasa bebas melakukan apapun tanpa takut akan tuntutan-tuntutan dan kewajiban yang akan menekan kita. Ketika kita suka menggambar maka kita akan menggambar, kita suka menulis kita akan menulis, ketika kita suka menyanyi kita akan menyanyi begitu saja sesuka kita. Berbeda dengan zona realita atau reality, kita tidak sebebas di zona playground. Kita harus memikirkan mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya tidak kita lakukan. Kita tidak bisa hidup untuk kesenangan kita sendiri. Kita melakukan sesuatu karena kita diminta melakukannya. Kita melakukan sesuatu maka kita harus mempertanggungjawabkannya.
Setiap orang pasti akan melalui dua zona ini. Dan pada saatnya nanti seseorang yang telah berada di zona playground pasti akan melangkah ke zona reality. Kita pasti akan berpindah, kepindahan tersebut terjadi ketika kita telah menyelesaikan satu level atau suatu kewajiban. dari level ke level intensitasnya semakin memudar, hingga pada saatnya sampailah pada perbattasan antara playground dan reality. Beberapa orang mungkin bisa mengubah zona reality menjadi sama menyenangkannya dengan zona playground, bahkan dia menghadirkan playground ditengah-tengah reality. Apakah semua orang bisa?

Jumat, 18 Mei 2012

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berbohong

Tulisan ini terinspirasi kejadian tadi sore ketika seorang teman (tidak perlu disebutkan identitasnya) mencoba mencari alasan untuk tidak ikut kami kembali ke kampus. Karena mungkin persiapan yang kurang matang alasan yang dia sampaikan menjadi sangat jelas kalau dia sedang berbohong. Dan tentu saja teman-teman yang lain menyadarinya tanpa perlu bersusah payah.
Berbohong mungkin merupakan salah satu mekanisme bertahan manusia ketika menjadi makhluk sosial. Secara alamiah berbohong mungkin bertujuan agar seseorang merasa aman karena tidak ingin sesuatu yang tidak dia inginkan diketahui orang lain. Akan tetapi karena semakin kompleksnya hubungan antara manusia di masa kini, berbohong tidak hanya sekedar menjadi mekanisme bertahan. Bahkan seseorang berbohong untuk melindungi orang lain atau bahkan berbohong untuk menjatuhkan orang lain. Dalam konteks yang lebih tinggi ada sebuah konsep komunikasi dimana kita tidak memberitahukan semua fakta yang ada kepada seseorang. Secara teori mungkin itu bukan berbohong tapi sebenarnya esensinya sama dengan berbohong itu sendiri, sama-sama tidak memberitahukan fakta yang sebenarnya.
Disini saya sedikit berbagi hal-hal yang harus dilakukan saat berbohong. Saya mencoba berbagi tips ini bukan berarti saya ahli dalam berbohong. Tapi setidaknya hal-hal ini pernah coba saya terapkan ketika terpaksa saya harus menyembunyikan fakta yang sebenarnya.

  1. Berpikir masuk akal 2-3 langkah ke depan. Yang dimaksud disini bukanlah beragamnya alasan atau kebohongan, tapi banyaknya "lapisan" alasan/kebohongan yang mendukung alasan/kebohongan pertama. Sehingga ketika kebohongan pertama berhasil dikritisi masih ada backup. Disinilah modal utama para penutup fakta dipercaya, semakin masuk akal dan berlapis-lapis, semakin berhasil pula strategi komunikasi menutupi fakta yang sesungguhnya.
  2. Perhatikan bahasa tubuh kita. Bahasa tubuh adalah reaksi yang tidak bisa kita hindari ketika berinteraksi dengan orang lain. Sehingga disinilah kadang menjadi awal kebohongan terungkap, namun ketika kita bisa mengendalikannya akan menjadi sebuah senjata ampuh. Ketika berbohong secara alamiah tubuh kita menjadi gelisah, gugup dan tidak tenang. Seseorang yang berbohong biasanya cara bicaranya menjadi terbata-bata dan tidak lancar. Kemudian lirikan matanya mengarah ke kanan atas dan tangan menjadi terlalu banyak bergerak. Untuk mengatasinya cobalah berbicara dengan tenang tidak usah terburu-buru dan usahakan padangan mata tetap pada lawan bicara, cobalah pandang daerah lekukan hidung antara kedua mata.
  3. Konsisten. Konsisten disini adalah sikap untuk tetap pada "alur" yang telah dibuat. Jadi ketika sudah bilang A, maka kita harus selalu bilang A kepada siapapun yang berhubungan dengan target kalau perlu selamanya sampai upaya menutupi fakta yang sebenarnya terbongkar. Kalau kita bilang sakit flu ya kita harus konsisten bilang sakit flu. Sikap konsisten ini adalah pendukung keberlangsungan hidup sebuah kebohongan. Kunci utamanya ada pada kesadaran dan selalu ingat apa yang telah kita katakan. Serta jangan lupa memperhatikan detail-detail kecil pendukung sikap konsisten, misal seperti status twitter atau facebook. Bukankah lucu ketika tweet kita "jalanan macet" tapi kita tweet dari web
Hahaha..tulisan kali ini mungkin bisa disebut mengajarkan keburukan, tapi jujur niatan dari penulis sendiri bukan untuk itu. Sebuah kebohongan pada dasarnya hanya akan memicu kebohongan lain dan jika kalian percaya dosa, setiap kebohongan pasti memiliki nilai dosa sendiri. Jadi sebaiknya jangan berbohong! lho???


Kamis, 17 Mei 2012

Sebuah Matakuliah Bernama Penulisan Naskah Iklan (2)

Sebelum menulis postingan ini sejujurnya saya dilanda kebingungan mau menulis apa. Berjam-jam mengutak-atik google chrome yang bermasalah dengan font nya yang tiba-tiba berubah jadi Helvetica Black tak kunjung membuahkan solusi, hampir saja membuat saya lupa harus posting 31 Hari Menulis. Ketika melihat tweet dari Sinsko berisi link setoran ke @31harimenulis, iseng saya buka isinya tentang PNI. Barulah saya ingat minggu lalu saya sempat posting sebuah tulisan berjudul "Sebuah Matakuliah Bernama Penulisan Naskah Iklan" yang masih bersambung.
Mungkin seharusnya tulisan ini saya posting beberapa saat setelah selesai semester 4 dua tahun lalu. Tapi toh yang namanya bercerita tidak harus sesuatu yang baru saja terjadi. Pada posting kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang kelompok PNI saya waktu itu, kelompok/agensi ini bernama Kendil. Sebuah nama yang tercetus begitu saja dari lanturan Dian Ep ketika sedang bersama-sama menikmati Whooper di Taman Fisipol. Kendil sendiri terinspirasi dari Gudeg Kendil yang muncul secara asal waktu itu saat kami berimajinasi bagaimana seandainya Burger King yang disajikan dengan Kendil.


Kelompok ini terdiri dari 8 orang yaitu Dian Ep, Nesha, Ijem, Tika, Bj, Agung, Aldi, dan saya sendiri. Bisa dibilang saya adalah anggota terakhir yang bergabung di kelompok ini, jika saja Aldi tidak bergabung di kelompok kami setelah kelompok lamanya dibubarkan. Kelompok kami selalu membawa semangat untuk menjadi kelompok yang berbeda dengan yang lain. Karena harus diakui waktu itu diantara kami hanya memiliki kemampuan pendukung yang biasa-biasa saja, ide biasa-biasa saja, kemampuan editing biasa-biasa saja. Tapi sesuatu yang biasa-biasa saja akan terlihat luar biasa ketika dikemas dengan cara yang berbeda. Alhamdulillah dengan semangat tersebut berhasil membawa kami pada 4 besar kelompok terbaik kelas PNI waktu pitching final brief. Berikut salah satu aksi kelompok kami saat presentasi pitching final brief, meski dengan berat hati saya ucapkan selamat menikmati... :|


Bersambung...

Rabu, 16 Mei 2012

Salah Satu Jalan Cepat Menjadi Kaya

Pada postingan kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah blog yang sangat berguna. Blog ini saya temukan kira-kira setahun yang lalu ketika sedang iseng-iseng searching di google tentang info lomba. Waktu itu hasrat untuk mengikuti kompetisi sedang tinggi-tingginya. Blog tersebut bernama Dunia Lombaku. Ya, blog ini berisi tentang update terbaru info berbagai macam lomba dengan berbagai macam kategori.
Melalui blog ini dulu saya mendapatkan info lomba Goodyear Creativideo dan lomba video gokil mintz. Dan alhamdulillah berhasil medapatkan hadiah yang lumayan buat tambah-tambah uang saku. Peluang untuk menang jika mengikuti lomba-lomba yg ada dalam blog ini cukup tinggi. Selain karena pilihannya banyak, peserta yang ikut belum tentu banyak karena sosialisasinya kadang sangat terbatas. Dan yang pasti hadiahnya cukup untuk menjadikan mahasiswa kere menjadi lebih kaya.


dunialombaku.blogspot.com
Beragam kategori
Semoga blog tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengasah kreatifitas dan sebagai salah satu jalan menjadi kaya hehehe. Selamat mengasah kreativitas, dan selamat berkompetisi :)

Selasa, 15 Mei 2012

Anti Rokok VS Anti Anti Rokok

Sore tadi sebelum menunaikan shalat Maghrib tanpa sengaja melihat tweet dari senior saya @doppyprasetya. Tweet tersebut berisi link sebuah video Youtube tentang gerakan yang mencoba melawan gerakan Anti Rokok.  Ada empat isu yang diangkat mereka untuk melawan gerakan anti merokok. Keempat isu tersebut mereka tuangkan dalam empat buah video yang berisi tentang argumen mereka dan diberi sedikit data dan analogi, mungkin terlebih dahulu ada baiknya kita tonton dulu videonya...









Melihat video-video tersebut, saya jadi teringat sebuah video dokumenter yang sempat hangat diperbincangkan di social media beberapa waktu yang lalu. Video tersebut menceritakan tentang fakta mengenai industri rokok di Indonesia dan tentu saja bahaya yang mengancam masyarakat Indonesia. Video ini memang sangat bertentangan dengan video yang telah ditampilkan di atas.



Setelah melihat video yang diupload oleh KomunitasKretek, tentang fakta yang melawan gerakan anti rokok mungkin sebagian dari kita pasti terpikir "oh, iya benar juga...". Sebagai seorang yang tidak suka rokok, saya juga berpikiran begitu, tapi menurut saya argumen yang mereka bawa masih belum kuat dan terkesan mencari pembenaran dari "kesalahan" yang mereka lakukan. Entahlah tapi kedua belah pihak pastinya mempunyai kepentingannya sendiri-sendiri, dan di dunia yang semakin rumit ini sepertinya sudah tidak ada yang benar-benar menjadi "malaikat". Bagaimana menurut kalian?

Senin, 14 Mei 2012

Sedikit Harapan Untuk Indonesia

Sebagian besar diantara kita mungkin akan tutup mata dan diam ketika ditanya tentang bagaimana persoalan masyarakat Indonesia saat ini. Tutup mata dan diam bukan karena tidak ada masalah sama sekali yang harus dibicarakan, akan tetapi karena ada apa-apa di masyarakat Indonesia. Seperti sebuah benang kusut yang entah dimana semua bermula dan dimana semua berakhir, begitulah gambaran singkatnya.
Dari sekian banyak permasalahan yang melanda masyarakat Indonesia, kita ambil satu saja masalah praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Mungkin selama ini ketika kita membicarakan praktik KKN yang terbayang dipikiran kita adalah para pejabat-pejabat di atas sana yang mencuri uang rakyat. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa praktik KKN sebenarnya ada dimana-mana, bahkan mulai dari rakyat biasa. Berbagai orang pintar juga pernah berkata bahwa korupsi di Indonesia sudah membudaya dan mendarah daging di setiap individu.
Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan praktik KKN ketika saya mengantri di Kantor Imigrasi. Ketika sedang duduk manis menunggu antrian, datanglah dua orang pegawai kantor (entah lupa itu seragam kantor mana) yang satu ibu-ibu cukup muda, sekitar 28-30 tahun dan (mungkin) temannya seorang pria yang sepertinya seumuran dengan ibu tersebut. Begitu datang mereka langsung duduk di depan saya, tidak lama kemudian ibu tersebut menelepon seseorang, sekilas saya mendengar ibu itu berkata "aku lagi di ruang tunggu nih... bla...bla..bla..." selesai dengan obrolan singkat tersebut tak sampai lima menit seorang pegawai Kantor Imigrasi datang, dan mereka saling menyapa. Tidak perlu bertanya pun semua orang yang memperhatikan pasti tahu kalau mereka saling berteman atau setidaknya saling kenal. Karena tidak ada kerjaan lain selain menunggu, iseng saya memperhatikan apa yang mereka perbincangkan. Perbincangan mereka kemudian semakin menarik perhatian saya ketika si Ibu berkata "iya antrinya lama nih...mbok aku dibantu...".
Mendengar kalimat tersebut saya hanya tersenyum sambil menghela nafas dan geleng-geleng. Sambil memperhatikan sekeliling saya melihat sepasang kakek-nenek yang baru saja menyerahkan berkas ke loket kemudian duduk dengan sabar mengantri lagi. Dalam pikiran saya, bagaimana bisa ibu tadi bilang antriannya lama ketika belum ada lima menit duduk, kemudian berniat memotong prosedur yang ada dengan "minta tolong" temannya tadi. Pengalaman tersebut mungkin bukan yang pertamakalinya. Saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) saya sempat menemani teman saya yang berniat membuat program SIM Keliling ke Polres. Kami ke Polres untuk menanyakan bagaimana prosedur mengadakan program tersebut kepada pejabat terkait yang berwenang mengurusi SIM. Ditengah pembicaraan kami, tiba-tiba ada seorang bapak dan anak perempuannya masuk ke kantor dan duduk di ruang tunggu, karena kami sudah selesai bertanya-tanya, kami segera bergegas pulang. Karena saya penasaran dengan apa keperluan bapak dan anak perempuannya tersebut, sengaja saya berjalan pelan-pelan agar bisa sedinkit mendengar apa yang mereka bicarakan. Agak lupa bagaimana pembicaraan mereka, tapi yang jelas maksud dari bapak tadi ternyata ingin minta tolong agar proses pembuatan SIM anaknya tadi "dipermudah".
Mungkin masih banyak contoh praktik KKN di masyarakat kita yang tidak akan cukup dibahas ditulisan ini. Tapi selain cerita negatif tentang praktik KKN tersebut, saya juga pernah membaca beberapa artikel yang menceritakan bahwa orang Indonesia yang bekerja di luar negeri terkenal dengan produktifitas kerjanya yang tinggi. Mereka dikenal sebagai pekerja yang rajin, disiplin, cekatan, jujur, dan rapi hasil kerjanya. Cerita dari artikel tersebut juga semakin dikuatkan dengan cerita dari saudara dan teman saya yang pernah tinggal sementara di luar negeri. Dari cerita mereka orang Indonesia di luar negeri juga bisa disiplin dan "beradab". Tidak kelihatan kalau mereka orang Indonesia yang dalam bayangan kita orang Indonesia itu tidak disiplin, buang sampah sembarangan, tidak sabar mengantri, dan tidak tahu aturan. Lalu kenapa orang Indonesia yang bisa "beradab" negeri orang tidak bisa di negerinya sendiri?
Dari dua cerita berbeda di atas mungkin secara bodoh dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya yang patut dipersalahkan atas segala permasalahan masyarakat di Indonesia saat ini bukanlah orangnya tapi sistem yang berjalan. Karena sistem kita yang memungkinkan terjadinya praktik KKN, maka orang-orang yang ada dalam sistem menjadi terbiasa melakukan praktik KKN. Lalu ketika dibawa ke sistem yang jauh lebih bersih, maka orang-orang tersebut juga berlaku bersih juga.
Melihat ada cerita-cerita positif diantara cerita-cerita kebobrokan bangsa ini, seolah memberi kita harapan bahwa masa depan bangsa ini masih bisa cerah. Untung saja pegawai Kantor Imigrasi yang dimintai "tolong" ibu-ibu itu dengan sopan menolak permintaan "tolong" tersebut. Untung saja ketika saya mengantri, masih banyak anak-anak kecil yang dengan sabar juga ikut mengantri. Untung saja ketika membuat SIM saya tidak sendirian mengikuti Diklat Berlalu-lintas, ujian tulis, dan ujian praktik. Semoga saja masih diberi kesempatan untuk bisa melihat bangsa ini menjadi bangsa yang jauh lebih baik di masa depan :)

Minggu, 13 Mei 2012

Sedikit Berbicara Tentang Hallyu

Hallyu, sebuah fenomena yang juga dikenal dengan istilah Korean Wave, belakangan ini semakin dahsyat "gelombang"nya. Hallyu adalah istilah yang digunakan untuk menyebut suatu fenomena menyebarnya budaya Korea ke berbagai negara. Budaya tersebut bisa berupa musik, film, masakan, bahasa, sastra dan lain-lain.
Menurut beberapa situs yang pernah saya baca, Hallyu dimulai pada tahun 1990-an. Gelombang ini awalnya hanya menyebar di negara-negara tetangga Korea Selatan seperti Cina dan Jepang, kemudian terus menyebar ke Asia Tengara seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Indonesia dan terus diikuti negara asia lain seperti Timur  Tengah bahkan sampai ke Amerika.
Mungkin ilmu saya masih terlalu dangkal untuk membahas bagaimana perkembangan Hallyu dari awal hingga masa kini dan apa saja yang mendukungnya. Toh ada banyak situs yang sudah membahasnya dan banyak orang-orang disekitar saya yang lebih fasih dan khatam soal Hallyu. Jadi disini mungkin saya hanya akan membahas Hallyu dari kacamata pribadi saya dan murni hanya pendapat sok tahu saya hehehe...
Sebagai seseorang yang juga ikut menikmati budaya Korea, bisa dibilang secara de facto dan de jure saya termasuk orang yang terkena Hallyu. Awal mula bagaimana saya ikut-ikutan "terinfeksi" kalau tidak mau disebut "menginfeksi" diri sendiri dengan budaya Korea bermula ketika sedang hot-hotnya rilis video klip terbaru Girl's Generation yang berjudul The Boys. Dimana hampir di semua media sosial khususnya twitter berhamburan link-link video klip tersebut, karena penasaran cobalah saya klik salah satu link tersebut, dan dihari itulah pertama kali saya menyentuh materi bermuatan Korea. Kesan pertama melihat video klip tersebut adalah tentu saja terkesan dengan kecantikan personil Girls' Generation atau SNSD. Tapi karena waktu itu saya kurang suka dengan video klip the boys ya semua berlalu begitu saja. Sampai suatu hari dengan isengnya saya mencoba searching keyword "SNSD" di youtube dan muncullah video klip SNSD yang berjudul Genie.



Dan menurut saya melalui video tersebut saya mulai terbawa Gelombang Korea untuk terus menikmati berbagai materi Korea lainnya. Pertama mulai dari video klip SNSD kemudian dilanjutkan dengan variety show mereka, variety show yang pernah mereka bintangi hingga acara-acara yang bahkan tidak ada mereka sama sekali. Pembawaan mereka yang tidak terlalu jaga image atau jaim dan kadang kekonyolan mereka membuat saya terus menikmati setiap acara yang mereka bintangi.
Selain beberapa faktor di atas yang membuat saya tetap menikmati berbagai acara-acara TV dari Korea adalah karena memang harus diakui konsep-konsep acara mereka memang unik dan berbeda dari apa yang selama ini saya dapati di TV Indonesia, yang sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini hanya begitu-begitu saja dan semakin lama semakin tidak menghibur apalagi mendidik.
Meski saat ini banyak sekali yang menyukai segala sesuatu tentang Korea, tidak sedikit pula yang tidak suka bahkan anti segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea. Ada yang bilang karena mainstream, ecek-ecek, tidak berkualitas dan lain sebagainya. Harus diakui memang artis-artis mereka, lagu-lagu mereka, dan mungkin film-film mereka tidak sehebat artis-artis legenda dunia, lagu dan film mereka juga mungkin tidak sedalam lagu dan film yang telah melegenda. Dari segi kualitas dan kedalaman dalam berkarya mereka masih kurang dibanding para legenda dunia entertainment sebelumnya, tapi harus diakui juga mereka berhasil "mengemas" apapun yang mereka miliki menjadi sesuatu yang menarik laku "dijual".
Mungkin orang-orang yang mengaku anti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea tidak sungguh-sungguh anti terhadap segala sesuatu tentang Korea, khususnya budaya pop. Mungkin mereka semcam risih melihat tingkah laku fans Korea, dan tidak ingin disamakan dengan mereka. Harus saya akui, meski saya juga ikut menikmati budaya Korea, tapi saya masih merasa apa yang dilakukan fans-fans Korea (mungkin fans apapun itu) seringkali tidak masuk akal. Namun bagi saya bukan suatu masalah besar karena saya tidak pernah ambil pusing mengenai hiburan apa yang harus saya sukai, selama itu menarik bagi saya, menyenangkan dan menghibur ya akan saya nikmati, toh fungsi hiburan secara naluriah dan primitif adalah menghibur.

Sabtu, 12 Mei 2012

Mencoba Peruntungan di Depan Kamera

Di Jurusan Ilmu Komunikasi kegiatan produksi video atau syuting adalah hal yang biasa. Hal ini dikarenakan beberapa matakuliah yang sifatnya praktik seringkali membutuhkan syuting, seperti misalnya TVC, film, company profile, video klip dan lain-lain. Biasanya mahasiswa terlibat sebagai orang-orang dibelakang kamera, sebagai produser, sutradara, kameramen dan editor. Namun tidak sedikit pula yang menjadi orang di depan kamera atau talent. Tidak sedikit yang mendapat julukan sebagai talent sejuta umat, karena setiap ada kegiatan produksi, dia selalu menjadi talent. Beberapa diantaranya bahkan sudah terjun ke industri pertelevisian yang sesungguhnya.
Dari beberapa kegiatan produksi yang pernah saya ikuti, hingga detik ini saya lebih sering menjadi orang di belakang kamera. Beberapa jabatan yang pernah saya pegang diantaranya sebagai talent manager, asisten sutradara, asisten kamera, editor dan meski wagu menjadi sutradara pun pernah. Namun ternyata tidak selamanya orang yang memiliki kasta "Orang di Belakang Kamera" akan terus berada di belakang kamera. Seperti yang pernah saya alami di beberapa video berikut ini...











Masih ada video lain yaitu film pendek berjudul Teh Mardjono garapan sutradara tersangar se-Komunikasi UGM Luhki Herwanayogi tapi karena tidak di upload secara bebas, tidak bisa ditampilkan pada tulisan ini. Dari beberapa video tersebut, sampai sejauh ini peran yang paling saya sukai adalah saat membintangi video yang berjudul Tips Hemat BBM di Kala Bokek hihihi. Meskipun kemampuan akting saya belum bisa dibilang bagus tapi paling tidak saya punya sedikit portfolio sebagai orang didepan kamera hehehe...

Jumat, 11 Mei 2012

Kesederhanaan Iklan Jadul

Sore ini setelah bangun tidur siang super singkat (15 menit) saya iseng sign in youtube, berharap mendapatkan video-video yang bisa menyegarkan mata. Ketika sign in, secara random kolom recommended video youtube menampilkan iklan-iklan jadul Indonesia. Karena penasaran, tanpa pikir panjang saya langsung klik video tersebut, yang kemudian berlanjut klik demi klik membuka iklan jadul lainnya.
Selama ini ketika kita melihat iklan TV, image yang ditampilkan adalah kehidupan yang serba "mewah" dan "wah" bahkan untuk produk-produk dengan target market kelas menengah kebawah sekalipun. Kemudian iklan tersebut juga membawa pesan persuasif yang sarat akan simbol-simbol, asosiasi dan bahasa yang tinggi. Namun ketika melihat iklan-iklan jadul ini terasa sekali perbedaannya. Baik dari pesan, copy, ide, insight, talent dan eksekusi, semuanya begitu simple dan sederhana dalam arti yang sesungguhnya. Dan dalam iklan tersebut juga kita temui pola-pola yang sepertinya sudah menjadi template iklan-iklan pada masa itu. Seperti penggunaan jingle/lagu sebagai media utama penyampaian pesan, kemudian selalu ada adegan menyanyi, melompat, menari, dan seorang laki-laki pasti berkumis dan wanita paruh baya selalu memakai kostum kebaya dan berkonde, berikut beberapa contoh yang saya lihat tadi sore...















Kamis, 10 Mei 2012

Sebuah Matakuliah Bernama Penulisan Naskah Iklan

Jika membicarakan matakuliah ini rasa-rasanya waktu tak terasa sudah berlalu begitu cepat, dan sudah sejauh ini kita (angkatan 2008) melangkah. Memang sebuah kalimat yang sangat klise untuk ditulis, tapi memang kenyataannya demikian. Ketika membicarakan Penulisan Naskah Iklan (PNI) berarti membicarakan tahun kedua, yang berarti dua tahun yang lalu. Tahun dimana kita sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UGM, sudah benar-benar menjadi cah Komstra atau cah Media.
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi mana yang tidak tahu tentang matakuliah ini? Kalaupun  ada mungkin hanya mahasiswa semester 1 yang "diampuni" karena tidak tahu matakuliah ini. Sebuah mata kuliah yang bisa dikatakan sebagai salah satu mata kuliah paling legendaris di Jurusan Ilmu Komunikasi. Matakuliah yang mengajak mahasiswa komstra untuk belajar membuat naskah sebuah iklan. Dimana naskah iklan adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah iklan itu sendiri.
Matakuliah ini menjadi populer karena kelas sedemikian rupa dikondisikan seperti medan tempur agensi-agensi periklanan yang sesungguhnya. Mahasiswa dibentuk dalam kelompok yang merupakan sebuah agensi, dan setiap minggunya agensi-agensi ini diberikan brief untuk membuat iklan baik itu radio, print ad, TVC dan lain-lain. Tugas-tugas tersebut dikerjakan layaknya mengerjakan sebuah karya seni yang mebutuhkan segala macam upaya yang beberapa kali lipat dibanding tugas matakuliah lain. Disinilah matakuliah ini kemudian ikut menyita perhatian mahasiswanya dan bahkan mahasiswa yang tidak mengambil matakuliah ini.
Kalau boleh bercerita soal matakuliah ini, pada awalnya saya sendiri pernah berniat untuk tidak mengambil matakuliah ini. Karena pada masa itu ketika saya masih semester 2 begitu banyak kabar burung, rumor dan gosip yang mengatakan bahwa matakuliah ini tugasnya sangat beraaaat sekali (meski harus diakui ada benarnya juga) dan sangat melelahkan. Karena pada waktu itu kita boleh bebas memilih matakuliah apa yang akan kita ambil, saya memutuskan tidak akan mengambil PNI di semester 4 nanti. 
Akan tetapi jurusan berkehendak lain, ketika kurikulum 2009 diberlakukan mau tidak mau mahasiswa yang mengambil konsentrasi Supporting Media atau yang kemudian berubah nama menjadi Komunikasi Strategis harus mengambil matakuliah PNI karena sistem paket berlaku. Karena hal tersebut waktu itu saya berubah pikiran akan mengambil konsentrasi Media. Jujur pada masa itu saya adalah tipe orang yang selalu menghindari masalah sehingga mungkin tidak heran saya mengambil keputusan itu. Akan tetapi sepertinya kata hati berkata lain, ketika saya mengambil konsentrasi media sejujurnya saya benar-benar tidak tertarik dengan jurnalistik ataupun kajian media, saya lebih tertarik pada dunia kreatif seperti iklan meski sejujurnya saya tidak suka kesibukan. Dari situlah Galau Akademik gelombang pertama sejak menjadi mahasiswa melanda. Dan dari situlah saya mempunyai pemikiran bahwa apakah selamanya saya harus menghindari masalah padahal dibalik masalah itu ada sesuatu yang saya sukai atau saya inginkan. Jujur mungkin bagian ini agak sok bijak atau bagamana tapi ini benar-benar nyata.
Semester 3 ternyata berhasil membuat saya bersahabat dengan kesibukan dan kegiatan atau jadwal yang sangat hectic. Keputusan saya untuk aktif berorganisasi ternyata benar-benar mengubah pemikiran saya tentang kesibukan. Sampai akhirnya berakhirlah semester 3 dan datanglah semester 4. Banyak sekali kecemasan dalam menginjakkan kaki di semester 4, masih ingat obrolan dengan Angga dan Cahya di Kepel waktu itu bahwa masa bersenang-senang kita harus segera disudahi, dan saatnya bersungguh-sungguh, sepertinya hari-hari kita dan cara bersenang-senang kita akan berubah.
Dan benar saja, tidak hanya PNI, semester 4 benar-benar mengubah hari-hari kita. Dari yanng tadinya kuliah, duduk-duduk di Kepel, ngobrol-ngobrol, main kesana-kemari, hunting foto bersama PPC berubah menjadi kuliah kumpul kelompok dan kumpul kelompok. Hampir tak ada waktu utnuk sekedar bersantai-santai di Kepel duduk-duduk tidak jelas. Daripada menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang tidak jelas lebih baik untuk tidur, benar-benar setiap jamnya sangatlah berharga.
Setelah mengalami masa PNI dan semester 4, sepertinya menjadi kurang setuju dengan pernyataan bahwa PNI atau semester 4 telah merampas masa muda kita, dan pernyataan bahwa semester 4 beserta segala isinya adalah semester "terkutuk". Menurut saya, seorang yang telah melewati PNI dan semester 4 dan berhasil menyikapinya dengan benar pasti akan berkata, semester 4 beserta isinnya telah mengubah masa muda kita. Mereka pasti mengakui bahwa semester 4 telah mengubah kita menjadi jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Kita mungkin jadi lebih menghargai waktu, lebih terbuka pikiran kita terhadap pendapat orang lain, lebih tenang dalam menghadapi masalah dan masih banyak lagi.
Secara pribadi sejujurnya saya sangat berterima kasih pada kelas PNI. Karena kelas PNI saya mau untuk belajar agar bisa video editing, desain grafis, produksi, dan lain-lain. Tanpa tuntutan tugas PNI sampai detik ini mungkin tidak akan ada cukup niat untuk mempelajari skill-skill tersebut. Dan karena kelas PNI pula lah yang membuat cita-cita atau setidaknya capaian selanjutnya menjadi lebih jelas. Dan masih begitu banyak cerita dan pengalaman yang jauh lebih berharga dibanding nilai A di KHS.

Bersambung...

Rabu, 09 Mei 2012

Iklan Teh Kotak




Iklan Teh Kotak yang baru ini menjadi salah satu iklan yang saya sukai. Sebuah iklan yang belakangan ini saya sadari memiliki sebuah naskah yang bagus. Selain insight yang dipakai tepat dengan target audience, iklan ini juga membawa good value tentang kejujuran. Kejujuran ini juga mengambarkan bahwa The Kotak benar-benar menggunakan daun the asli sebagai bahan bakunnya.

Selasa, 08 Mei 2012

Dari Photoshop 7.0 Hingga CS6

Beberapa waktu yang lalu ketika iseng-iseng browsing di youtube, saya menemukan sebuah video di channel Photoshop, menjelaskan tentang sebuah fitur baru yang dimiliki Adobe Photoshop CS6. Fitur tersebut bernama New Content-Aware Technology, fitur tersebut sebenarnya merupakan pengembangan dari tools terdahulu seperti selection tool. Karena sepertinya agak sulit menjelaskannya dengan bahasa Indonesia bagaimana kalau langsung saja kita lihat video tersebut?



Mungkin disini kita tidak akan membahas bagaimana cara menggunakan tools tersebut atau membicarakan bagaimana cara mendownload Adobe Photoshop CS6 beserta crack nya. Akan tetapi disini saya hanya akan sedikit membicarakan bagaimana perkembangan Photoshop dari awal saya berkenalan dengan Photoshop hingga akhirnya akan menjumpai Photoshop CS6. Meski secara mendasar tools yang ada di Photosop dari dulu hingga sekarang ya cuma itu-itu saja tapi secara menyuluruh Photosop memang berubah secara signifikan.
Masih segar diingatan bagaimana awalnya saya berkenalan dengan Photoshop yaitu ketika saat SMP secara resmi saya memiliki komputer yang statusnya milik saya sendiri, meski kalau dilihat dari pembagian sahamnya saya hanya memiliki saham sekitar 30%. Di komputer baru tersebut sudah terinstal berbagai macam sofware salah satunya Photoshop. Dengan berbekal rasa penasaran dan semangat coba-coba secara ajaib teknik photoshop pertama yang saya bisa waktu itu adalah cropping object dan menyatukannya dengan gambar lain. Meski hasilnya masih kasar, tapi saya yakin waktu itu saya adalah satu-satunya orang diantara teman-teman satu sekolah yang bisa melakukan teknik itu :p
Maksud sebenarnya dari cerita di atas bukan pada keberhasilan saya menguasai teknik cropping dan penggabungan gambar. Tetapi lebih kepada pada masa Photoshop 7.0, semua tools yang ada relatif masih sangat mendasar dan membutuhkan skill yang tidak sepele juga. Semakin kesini perkembangan teknologi semakin memudahkan pekerjaan manusia, seperti yang dijelaskan dalam video bahwa memindahkan sebuah objek dalam gambar kita tinggal menyeleksinya kemudian tempel ke tempat yang kita inginkan dan Photoshop akan menyesuaikannya sendiri. Coba saja gunakan Photoshop 7.0 dengan cara yang sama, apa hasilnya sama juga?
Teknologi memang sudah ditakdirkan akan mempermudah tugas manusia. Akan tetapi disisi lain teknologi juga semakin lama cenderung membuat skill manusia semakin tergerus. Dari sini saya hanya ingin mengutarakan bahwa mempelajari ilmu/skill yang sangat dasar itu penting. Kita perlu tahu bagaimana proses suatu hal dari awal hingga akhir, karena disitulah kita membentuk logika berpikir menggunakan suatu teknologi. Dan kenapa mempelajari dasar-dasarnya penting karena tanpa hal tersebut ilmu/skill manusia semakin lama bukannya semakin meningkat tapi semakin menurun karena tergantikan oleh teknologi, padahal teknologi tersebut tak selamanya akan ada bersama manusia.

Senin, 07 Mei 2012

Doraemon dan Film Kartun di Minggu Pagi

Tulisan ini dibuat sebenarnya untuk menuntaskan niatan saya kemarin yang ingin menulis tentang Doraemon. Sebuah niatan yang akhirnya kandas karena tertidur sebelum tulisan benar-benar diketik. Tulisan tentang Doraemon ini terinspirasi setelah kemarin minggu pagi menonton Doraemon. Tapi setelah selesai Doraemon selesai sudah film kartun di minggu pagi.
Diantara generasi yang menjalani masa kecil di era 90an pasti tahu siapa Doraemon. Sebuah film kartun tentang robot kucing yang dikirim dari abad 22 ke masa lalu untuk menolong Nobita dalam mengatasi berbagai permasalahan hidupnya. Doraemon menolong Nobita dengan berbagai peralatan-peralatan ajaib dari masa depan yang dikeluarkan dari kantong ajaibnya. Meski permasalah disetiap episode sama, biasanya nobita dikerjain teman-temannya Giant dan Suneo, dimarahi ibunya, atau ada PR yang tidak bisa dikerjakan, tapi sepertinya tidak membuat bosan untuk tetap menonton Doraemon. Ceritanya yang simple dan mudah dipahami membuatnya disukai anak-anak.



Bicara soal film kartun Doraemon, semua anak-anak di masa itu pasti menantikan datangnya hari minggu untuk menyaksikan Doraemon pukul 08.00 di RCTI, setelah selama 6 hari beraktifitas di sekolah. Bisa dibilang Doraemon adalah salah satu puncak acara dari serangkaian film kartun lainnya yang ditanyangkan di stasiun TV yang sama atau stasiun TV lainnya.
Nah, yang membedakan Doraemon yang sekarang dengan yang dulu adalah film-film kartun sebelum dan sesudahnya. Di masa itu film kartun di hari minggu pagi bagaikan rangkaian gerbong panjang sebuah kereta api. Ketika satu film kartu selesai, masih ada film kartun lain di channel lain atau bahkan di channel yang sama, dimulai dari jam 06.30 sampai sekitar pukul 12.00. Ketika Doraemon sudah dimulai, rasanya hari minggu benar-benar sudah dimulai dan ketika film kartun paling siang berakhir (biasanya di Indosiar) rasanya hari minggu sudah berakhir dan kemudian ingat lagi bahwa besok harus upacara bendera dan sekolah lagi.

Dragon Ball


Digimon

Let's and Go


Benar-benar merindukan perasaan seperti itu. Meski demikian bukan berarti harus mengalami hal-hal yang sama. Mungkin hanya merasa kasihan dengan anak-anak generasi sekarang yang kekurangan tontonan di minggu pagi yang sesuai dengan dunianya diumur mereka sekarang. Ketika Doraemon selesai, setelah itu tidak ada lagi film kartun atau tontonan yang sesuai untuk anak-anak, kalaupun ada itupun hanya sedikit tidak sebanyak film kartun dimasa itu.
Entah mungkin dunia anak-anak sekarang sudah berubah dengan sendirinya atau berubah karena mereka dikonstruksi agar menyukai acara-acara seperti itu. Sepertinya sama saja dengan berbagai permasalahan masyarakat kita saat ini dimana uang yang bicara. Mungkin mereka (stasiun TV) memiliki pendapat bahwa acara-acara yang sekarang ini sering mereka tayang kan lebih cepat mendapatkan keuntungan dari iklan, mengingat target audience primernya adalah pembeli yang potensial atau dengan kata lain pembeli yang bisa membeli. Entahlah...