Minggu, 22 Mei 2011

Galau Akademik

Kata galau, hampir satu tahun belakangan ini semacam menjadi trend dalam kehidupan sosial kaum muda di Indonesia. Mulai dari yang terhitung masih ABG, remaja, dewasa, bahkan orang tua pun ikut terkena trend kata galau. Biasanya penggunaan kata galau digunakan seputaran topik-topik yang berhubungan dengan asmara, percintaan dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, galau berarti kacau tidak keruan. Ya memang pas ketika digunakan ketika seseorang dilanda perasaan yang tidak karuan karena asmara dan percintaan. Tapi beberapa bulan terakhir di kampus kemudian juga muncul kata "galau akademik".

Jika dilihat secara etimologi, galau akademik berarti perasaan tidak karuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan akademik. Kegiatan akademik disini biasanya berupa kuliah, tugas, matakuliah, skripsi dan sebagainya. Bicara soal galau akademik, akhir-akhir ini saya juga jadi terserang galau akademik akibat beberapa isu seputar kegiatan akademik. Galau akademik ini menjadi semakin signifikan ketika juga berhubungan dengan beberapa pihak terkait dan berkepentingan dalam kehidupan saya.

Sebagai mahasiswa angkatan 2008 dan telah berada di tingkat semester 6, bisa dikatakan sebagai mahasiswa tingkat akhir. Karena tinggal menuntaskan kewajiban KKN dan skripsi saja. Terdengar simpel memang, "KKN dan Skripsi saja", tapi percayalah it's so complicated. Simple ketika semua dijalani biasa saja, semampu kita, sesempat kita semau kita. Tapi menjadi complicated ketika ada kepentingan lain yang istilah kasarnya "ikut campur" yang datang dari berbagai pihak, pemegang modal (orang tua) misalnya.

Sebagai pemegang modal wajar memang ketika mereka ingin segera menyelesaikan kewajiban investasi mereka dan segera menikmati hasilnya. Terlebih ketika mendengar kabar anak-anak temannya sudah lulus bahkan bekerja, keinginan tersebut bukan tidak mungkin menjadi semakin besar. Jadi dorongan untuk secepat mungkin menyelesaikan kuliah menjadi semakin besar.

Sejujurnya beberapa semester belakangan ini aku semakin mengubah pendirianku untuk lulus cepat dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Aku masih ingin kuliah karena aku masih ingin mencari lebih banyak ilmu lagi, lebih banyak pengalaman lagi, lebih banyak teman dan ingin berkarya. Sepertinya berat rasanya ketika harus meninggalkan kampus tercinta tanpa memiliki sebuah karya yang bisa dibanggakan.

0 comments:

Posting Komentar