Kamis, 10 Mei 2012

Sebuah Matakuliah Bernama Penulisan Naskah Iklan

Jika membicarakan matakuliah ini rasa-rasanya waktu tak terasa sudah berlalu begitu cepat, dan sudah sejauh ini kita (angkatan 2008) melangkah. Memang sebuah kalimat yang sangat klise untuk ditulis, tapi memang kenyataannya demikian. Ketika membicarakan Penulisan Naskah Iklan (PNI) berarti membicarakan tahun kedua, yang berarti dua tahun yang lalu. Tahun dimana kita sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UGM, sudah benar-benar menjadi cah Komstra atau cah Media.
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi mana yang tidak tahu tentang matakuliah ini? Kalaupun  ada mungkin hanya mahasiswa semester 1 yang "diampuni" karena tidak tahu matakuliah ini. Sebuah mata kuliah yang bisa dikatakan sebagai salah satu mata kuliah paling legendaris di Jurusan Ilmu Komunikasi. Matakuliah yang mengajak mahasiswa komstra untuk belajar membuat naskah sebuah iklan. Dimana naskah iklan adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah iklan itu sendiri.
Matakuliah ini menjadi populer karena kelas sedemikian rupa dikondisikan seperti medan tempur agensi-agensi periklanan yang sesungguhnya. Mahasiswa dibentuk dalam kelompok yang merupakan sebuah agensi, dan setiap minggunya agensi-agensi ini diberikan brief untuk membuat iklan baik itu radio, print ad, TVC dan lain-lain. Tugas-tugas tersebut dikerjakan layaknya mengerjakan sebuah karya seni yang mebutuhkan segala macam upaya yang beberapa kali lipat dibanding tugas matakuliah lain. Disinilah matakuliah ini kemudian ikut menyita perhatian mahasiswanya dan bahkan mahasiswa yang tidak mengambil matakuliah ini.
Kalau boleh bercerita soal matakuliah ini, pada awalnya saya sendiri pernah berniat untuk tidak mengambil matakuliah ini. Karena pada masa itu ketika saya masih semester 2 begitu banyak kabar burung, rumor dan gosip yang mengatakan bahwa matakuliah ini tugasnya sangat beraaaat sekali (meski harus diakui ada benarnya juga) dan sangat melelahkan. Karena pada waktu itu kita boleh bebas memilih matakuliah apa yang akan kita ambil, saya memutuskan tidak akan mengambil PNI di semester 4 nanti. 
Akan tetapi jurusan berkehendak lain, ketika kurikulum 2009 diberlakukan mau tidak mau mahasiswa yang mengambil konsentrasi Supporting Media atau yang kemudian berubah nama menjadi Komunikasi Strategis harus mengambil matakuliah PNI karena sistem paket berlaku. Karena hal tersebut waktu itu saya berubah pikiran akan mengambil konsentrasi Media. Jujur pada masa itu saya adalah tipe orang yang selalu menghindari masalah sehingga mungkin tidak heran saya mengambil keputusan itu. Akan tetapi sepertinya kata hati berkata lain, ketika saya mengambil konsentrasi media sejujurnya saya benar-benar tidak tertarik dengan jurnalistik ataupun kajian media, saya lebih tertarik pada dunia kreatif seperti iklan meski sejujurnya saya tidak suka kesibukan. Dari situlah Galau Akademik gelombang pertama sejak menjadi mahasiswa melanda. Dan dari situlah saya mempunyai pemikiran bahwa apakah selamanya saya harus menghindari masalah padahal dibalik masalah itu ada sesuatu yang saya sukai atau saya inginkan. Jujur mungkin bagian ini agak sok bijak atau bagamana tapi ini benar-benar nyata.
Semester 3 ternyata berhasil membuat saya bersahabat dengan kesibukan dan kegiatan atau jadwal yang sangat hectic. Keputusan saya untuk aktif berorganisasi ternyata benar-benar mengubah pemikiran saya tentang kesibukan. Sampai akhirnya berakhirlah semester 3 dan datanglah semester 4. Banyak sekali kecemasan dalam menginjakkan kaki di semester 4, masih ingat obrolan dengan Angga dan Cahya di Kepel waktu itu bahwa masa bersenang-senang kita harus segera disudahi, dan saatnya bersungguh-sungguh, sepertinya hari-hari kita dan cara bersenang-senang kita akan berubah.
Dan benar saja, tidak hanya PNI, semester 4 benar-benar mengubah hari-hari kita. Dari yanng tadinya kuliah, duduk-duduk di Kepel, ngobrol-ngobrol, main kesana-kemari, hunting foto bersama PPC berubah menjadi kuliah kumpul kelompok dan kumpul kelompok. Hampir tak ada waktu utnuk sekedar bersantai-santai di Kepel duduk-duduk tidak jelas. Daripada menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang tidak jelas lebih baik untuk tidur, benar-benar setiap jamnya sangatlah berharga.
Setelah mengalami masa PNI dan semester 4, sepertinya menjadi kurang setuju dengan pernyataan bahwa PNI atau semester 4 telah merampas masa muda kita, dan pernyataan bahwa semester 4 beserta segala isinya adalah semester "terkutuk". Menurut saya, seorang yang telah melewati PNI dan semester 4 dan berhasil menyikapinya dengan benar pasti akan berkata, semester 4 beserta isinnya telah mengubah masa muda kita. Mereka pasti mengakui bahwa semester 4 telah mengubah kita menjadi jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Kita mungkin jadi lebih menghargai waktu, lebih terbuka pikiran kita terhadap pendapat orang lain, lebih tenang dalam menghadapi masalah dan masih banyak lagi.
Secara pribadi sejujurnya saya sangat berterima kasih pada kelas PNI. Karena kelas PNI saya mau untuk belajar agar bisa video editing, desain grafis, produksi, dan lain-lain. Tanpa tuntutan tugas PNI sampai detik ini mungkin tidak akan ada cukup niat untuk mempelajari skill-skill tersebut. Dan karena kelas PNI pula lah yang membuat cita-cita atau setidaknya capaian selanjutnya menjadi lebih jelas. Dan masih begitu banyak cerita dan pengalaman yang jauh lebih berharga dibanding nilai A di KHS.

Bersambung...

1 comments:

Matahari Asysyakuur mengatakan...

dan Arie menemukan pujaan hatinya di kelas ini...bukan begitu? cie....cie....

Posting Komentar