Rabu, 12 Juni 2013

Menyempatkan Liburan

Ketika mengunjungi Korea Selatan tahun lalu, agenda utamannya adalah mengikuti rangkaian acara Adstrars di Busan. Rangkaian acara Adstars sendiri selama 5 hari penuh, yang terdiri dari workshop, kompetisi dan awarding night. Berdasarkan tiket yang kami miliki, kami hanya memiliki waktu 7 hari berada di Korea. Sungguh disayangkan sebenarnya, jauh-jauh kesana tapi tidak menyempatkan menjelajahi Korea Selatan. Apa boleh buat perjalanan kami tidak bisa diextend 2-3 hari karena tiket pulang tidak tersedia hingga September awal. Jika nekat extend sampai September, kita disana harus hidup dengan apa? hahahaha.

Meski demikian 2 hari yang tersisa tetap kami sempatkan untuk sedikit menjelajahi kota Seoul dan Busan. Semua tempat yang kami kunjungi adalah tempat-tempat yang gratis tanpa tiket masuk. Meski gratis, tempat-tempat tersebut cukup merepresentasikan liburan di Korea Selatan.

Gwanghwamun Square
Entah tempat ini bisa dijadikan tujuan wisata atau tidak, tapi setiap mencari gambar yang berhubungan dengan Seoul pasti tempat ini cukup banyak keluar. Gwanghwamun Square sebenarnya adalah ruang terbuka yang berada di depan Istana Gyeongbokgung. Di tempat ini terdapat patung Laksamana Yi Sun Shin dan Raja Sejong. Pemerintahan Raja Sejong sangat terkenal dengan perkembangan ilmu pengetahuannya, mulai dari astronomi hingga ditemukannya huruf Hangeul yang kini menjadi huruf resmi Korea.








Di belakang patung Raja Sejong terdapat pintu masuk ke sebuah museum Raja Sejong yang letaknya berada di bawah tanah. Di dalamnya terdapat berbagai macam alat peraga dan replika benda-benda bersejarah yang merupakan bukti kemajuan di era Raja Sejong ini. Museum nya cukup canggih dan interaktif. Untuk memasuki museum ini pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.




Pantai Gwangalli
Mungkin sebenarnya tempat yang saya datangi bukan tepat di pantai Gwangalli, tapi masih di dekat pantai itu. Pantai ini berada di Busan dan tidak terlalu jauh dari pantai Haeundae, di pantai ini terdapat Jembatan Gwangan yang merupakan salah satu landmark Busan. Saya mengunjungi pantai ini karena kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat kami menginap di Busan, hanya sekitar 10 menit jalan kaki. Di suatu malam yang selo, setelah selesai awarding saya sempatkan melihat-lihat. Dan yang terlihat hanyalah lautan gelap, baiklah waktunya memang tidak tepat.



Myeongdong
Myeongdong adalah salah satu area komersil dan bisnis di Korea Selatan. Myeongdong terkenal sebagai pusat fashion bagi anak muda di Seoul. Kami mengunjungi tempat ini tentu saja untuk berbelanja. Setelah menghitung-hitung harta yang kami miliki. Kami sepakat untuk menghabiskan sisa harta kami untuk membeli oleh-oleh dan tanda mata. Dari stasiun Hyehwa, Myeongdong dapat ditempuh hanya sekali naik kereta sekitar 2 stasiun.




Karena bingung dan tidak tahu harus mampir ke toko apa, kami  sepakat mengunjungi UNIQLO atas ide dari Matahari. Tanpa diduga kami sedikit kalap ketika mampir di UNIQLO karena ternyata waktu itu sedang ada diskon. Saya berhasil mendapatkan satu blazer dengan harga 19.000 Won saja, belakangan ketika saya mampir di UNIQLO Singapore blazer yang sama dijual 99 Dolar Singapore, betapa beruntungnya.



Di Myeongdong sebenarnya ada banyak sekali toko tapi hampir semua sisa harta saya sudah terkuras di UNIQLO hahaha. Setelah membeli titipan mbak Pulung saya mampir ke Everysing. Bagi penggemar K-Pop pasti tahu Everysing. Everysing adalah tempat penjualan souvenir khas SM Entertaiment dimana artis-artis seperti SNSD, Super Junior, Shinee, dan lain lain bernaung. Saya hampir menyangka toko ini tutup karena toko dibawah papan nama Everysing tutup, ternyata Everysing lokasinya ada di atas dan harus menaiki lift terlebih dahulu. Didalamnya terdapat berbagai macam benda khas artis-artis SM. Sayangnya tidak ada foto tentang barang-barang yang ada di Everysing karena begitu saya mengeluarkan kamera, penjagannya langsung memberi isyarat tidak boleh memotret.

Namsan Tower
Namsan Tower atau juga disebut N Seoul Tower adalah salah satu landmark terkenal di kota Seoul. Puncak menara ini merupakan puncak tertinggi di kota Seoul. Wolhaiyo...menara ini memang berada dipuncak gunung Namsan. Lokasinya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Myeongdong, bisa ditempuh dengan jalan kaki meski sebenarnya tidak dianjurkan. Mengapa tidak dianjurkan? bagi yang tidak terbiasa berjalan kaki, berjalan kaki 1 Km saja sudah ngos-ngosan, apa lagi mendaki gunung Namsan.

Ceritanya waktu itu kami bertiga menyempatkan mengunjungi Namsan Tower setelah berbelanja di Myeongdong. Rencana ini pun sebenarnya tidak terpikirkan sebelumnya karena jauh kira jauh ketika melihat di peta. Tapi begitu sampai Myeongdong ternyata yang terlihat menara tersebut sangat dekat, bodohnya waktu itu saya tidak berpikir jelas saja di peta yang datar terlihat jauh, pada kenyataannya memang jauh hanya saja menanjak jadi tidak terlihat jauh. Dengan percaya diri kami berjalan kaki menuju Namsan Tower, niatnya sih menghemat.

Beberapa langkah pertama menuju puncak Namsan sudah terasa melelahkan karena jalanan yang menanjak. Saya sendiri heran kenapa orang Korea memaksakan membangun jalan dengan sudut yang begitu tanjam, jalan yang kami lalui saja mungkin hampir mendekati 45 derajat. Dengan penuh perjuangan akhirnya kami sampai di rest area sekitar separuh jalan menuju puncaknya. Kami melihat ada Cable Car atau kereta gantung untuk menuju puncak Namsan, bagai melihat oase di tengah gurun pasir kami bersemangat mendekati shelter kereta gantung itu. Tapi begitu sampai di shelter kami haru mengehela nafas karena ternyata anriannya puaaaaanjang.




Jam telah menunjukkan pukul 18.30 dan sebentar lagi matahari terbenam. Oh iya saYa juga baru tahu ternyata di Korea matahari terbenam lebih lama daripada di Indonesia ketika musim panas. Kami duduk-duduk di sekitar shelter kereta gantung berharap antrian berkurang dengan cepat. Harapan untuk sampai puncak Namsan sepertinya semakin kabur ketika hampir jam 19.00 antrian masih saja panjang. Tapi kami cukup senang karena didekat shelter ada tempat untuk melihat pemandangan kota Seoul. Itulah saat pertama dan terakhir kalinya kami melihat matahari terbenam di Korea Selatan.

Di tengah kegalauan kami, kami melihat ada bus dari arah puncak yang berhenti dan menurunkan penumpang. Ternyata di Namsan Tower terdapat bus tour yang mengantar dari kaki gunung hingga puncak Namsan. Tanpa pikir panjang kami memutuskan naik bus tersebut. Karena bus yang kami naiki adalah bus yang berangkat dari puncak, maka kami harus menuruni gunung dahulu, berkeliling kota dan akhirnya naik lagi. Halah andai saja semua direncanakan pasti tidak akan sebodoh ini jadinya hahaha. Bus yang kami naiki ternyata sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, jadi ketika sampai di puncak bus tersebut diisi ulang battery nya, wow benar-benar ramah lingkungan ya.



Di puncak Namsan tentu saja ada Namsan Tower. Seperti yang saya tahu sebelumnya, di Namsan Tower ada Love Lock. Love Lock adalah semacam tradisi yang dipercaya bila sepasang kekasih datang dan memasang gembok bertuliskan nama mereka, maka hubungan mereka akan abadi. Di Namsan Tower juga ada museum Teddy Bear, tapi sayangnya waktu itu sudah tutup dan tentu saja tidak ada alokasi dana hahaha. Beruntungnya ketika kita sampai dipuncak Namsan Tower, sedang ada video mapping. Inilah pertama kalinya saya menyaksikan secara langsung pertunjukan video mapping.



Dan petualangan di Korea ditutup dengan mengunjungi Namsan Tower dan menyaksikan pertunjukkan video mapping, besok paginya kami harus pulang ke tanah air tercinta. Liburan yang sangat-sangat singkat ini membuat saya berkeinginan untuk mengunjungi lagi negara ini. Di lain kesempatan saya benar-benar ingin menghabiskan waktu liburan untuk menjelajahi Korea Selatan. Semoga saja tidak lama lagi terwujud :)



2 comments:

Matahari Asysyakuur mengatakan...

wow...almost one year ago. How time flies :')

new colour mengatakan...

Dadi pengen :(

Posting Komentar