Selasa, 05 April 2011

Berani Memulai, Berani Mengakhiri

Tiba-tiba rasa mengantuk hilang ketika membuka sebuah situs yang baru berumur beberapa jam dari waktu tulisan ini dibuat. Sebuah entri baru sebagai postingan pertama muncul di situs tersebut. Judul dan foto yang terpampang membuat saya penasaran dan tergugah untuk membaca tulisan yang lumayan panjang tersebut hingga selesai. Jujur tulisan tersebut sempat membuatku termenung dan berpikir kembali, tentang beberapa hal yang selama ini aku ragukan dan coba aku lupakan.
Fiuh..hari ini Senin, 4 Maret 2011. Hari pertama ujian tengah semester genap dimulai. Diawali dengan mengerjakan sebuah take home yang harus dikumpul siang jam 2..hahaha mungkin beberapa semester yang lalu butuh semalaman untuk mengerjakannya. Setelah bergelut dengan take home ada beberapa agenda yang menanti di hari senin itu. Mengambil proposal KKN, mengumpulkan take home dan membantu Awe membuat situs pribadinya.
Cerita yang sangat selo dimulai ketika membantu Awe menyelesaikan situs pribadinya. Berulangkali saya menjadi korban pembajakan SMS dan Twitter yang mungkin sedikit menggoncangkan brand image saya dimata teman-teman. Berjam-jam mengutak-atik web nya yang tak kunjung beres, meski sedikit membuang waktu tapi ada beberapa cerita menarik yang diperoleh hari ini hahaha...
Yasudahlah mari kita kembali ke tulisan yang sempat membuatku termenung dan berpikir kembali. Dibeberapa postingan yang lalu sempat disinggung suatu hal yang harus aku selesaikan. Mungkin ada hubungannya dengan tulisan yang baru saja aku baca tadi atau lebih tepatnya kebalikan dari cerita yang aku baca.
Beberapa bulan yang lalu mungkin aku sudah bertekad untuk mengakhiri apa yang sudah aku mulai, apapun itu akhirnya. Namun apa daya, beberapa kenyataan membuatku sedikit memperlambat lajunya atau sedikit ragu dengan keputusan yang telah dibuat. Hingga pada akhirnya kemudian pura-pura melupakannya dan berharap lupa. Mungkin terlihat seperti pengecut, yang perlahan-lahan mencoba menghindari masalah huufft...entahlah.
Dari tulisan yang aku baca tadi, aku menangkap sebuah rasa penyesalan dan ketidakrelaan dari si penulis. Hal itulah yang membuatku sempat termenung sebentar dan berpikir ulang tentang apa yang menjadi masalah yang   coba aku lupakan. Tapi harus diakui dari situlah aku menemukan kembali motivasi untuk benar-benar menyelesaikan apa yang sudah dimulai dan tidak meninggalkannya begitu saja. Selayaknya kuliah, berani ikut UM harus berani sampai wisuda :)

1 comments:

matahari mengatakan...

ayo semangat mas arie.....

Posting Komentar