Masih ingatkah kalian apa cita-cita kalian saat masih kecil? ketika kita masuk TK, ibu guru di sekolah pasti memberikan pertanyaan yang klise tapi sebenarnya sangat penting, "kalau kalian sudah besar mau jadi apa?". Dengan percaya dirinya kita menjawab akan menjadi dokter, guru, pilot, polisi, atau profesi yang banyak dikenal anak kecil seumuran itu. Namun seiring bertambahnya usia, biasanya kebanyakan dari kita semakin ragu dengan cita-cita kita sendiri hehehe...
Memiliki cita-cita adalah sebuah keharusan. Karena cita-cita adalah gambaran tujuan akhir yang kita inginkan nantinya di kehidupan ini. Hidup itu bagaikan seseorang yang sedang berjalan, ketika kita mempunyai tujuan kita akan mencari jalan agar bisa mencapai tujuan kita. Tetapi ketika kita tidak mempunyai tujuan kita hanya terus berjalan tak tahu arah, bahkan kita juga tidak tahu apakah kita sudah berpindah dari tempat kita berangkat.
Bercita-cita adalah suatu kegiatan manusia yang sampai detik ini masih gratis. Bahkan kalaupun kita belum berhasil mewujudkan cita-cita kita, kita juga tidak didenda. Bukankah kita seharusnya bisa membuat cita-cita yang sebesar dan setinggi mungkin. Ingat, ada pepatah yang mengatakan, gantungkan cita-citamu setinggi bintang.
Ketika kita mendengarkan acara, ceramah atau seminar motivasi untuk mencapai kesuksesan hidup, siapapun motivatornya pasti memberikan tips yang hampir sama. Salah satu tips atau langkah awal dari mereka untuk meraih kesuksesan adalah menuliskan cita-cita atau keinginan kita sebanyak mungkin. Tips ini mungkin banyak dianggap remeh oleh banyak orang. Pada awalnya pun saya juga menganggap remeh tips ini, namun setelah melihat apa yang dilakukan dan apa yang telah dicapai oleh seorang teman, saya menjadi mulai sadar bahwa mempunyai cita-cita itu penting dan menulis cita-cita itu lebih penting.
Seorang teman pernah menunjukkan daftar cita-cita dan keinginannya hingga tahun 2020. Entah ada berapa banyak saya lupa, tapi ada beberapa cita-cita yang ia tulis besar-besar. Salah satunya adalah dia ingin sekolah di luar negeri, dan apa yang dia dapat sekarang itulah yang dia tulis waktu itu.
Berdasarkan banyak cerita, orang-orang yang kini telah berhasil menggapai cita-cita mereka adalah orang-orang yang dulu sempat menuliskan cita-cita mereka, atau setidaknya benar-benar menanamkan cita-cita mereka dalam pikiran mereka. Entah apakah ada keajaiban dengan menuliskan cita-cita sehingga mereka berhasil mewujudkan cita-cita mereka. Tapi ada satu hal yang masuk akal dengan menuliskan cita-cita. Dengan menilis cita-cita, kita menjadi fokus terhadap apa yang kita inginkan, dan ketika kita benar-benar fokus dengan apa yang kita inginkan, pikiran bawah sadar kita akan merekamnya dan secara otomatis seluruh tubuh kita akan terus dan terus berupaya mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut dan menolak untuk melakukan hal-hal yang akan menghambat tujuan tersebut. Kita ambil contoh yang mudah, seseorang yang sudah lama ingin bertemu dengan pujaan hatinya, akan dengan otomatis bangun pagi pukul 5 untuk menjemput pujaan hatinya di stasiun padahal di hari biasa dia selalu bangun di atas jam 7 pagi. Hal ini karena dia sangat menginginkan bangun pagi maka seluruh tubuhnya berupaya dengan sekuat tenaga untuk bisa bangun pukul 5.
Bicara soal menulis cita-cita, ternyata secara tidak langsung saya pernah menuliskan salah satu cita-cita saya di postingan dibulan Mei tahun lalu. Di situ saya menuliskan bahwa saya ingin mengikuti kompetisi di luar kampus. Meski belum mendapatkan hasil yang sempurna, alhamdulillah cita-cita kecil tersebut telah tercapai sedikit demi sedikit. Dan berbicara soal cita-cita, ada satu hal yang saya cita-citakan dari kecil, yaitu saya ingin menginjakkan kaki ini di luar negeri. Waktu itu saya belum tahu mau ngapain kalau ke luar negeri, mungkin untuk liburan atau apalah. Namun beberapa tahun belakangan ini menurut saya akan jauh lebih keren ketika kita ke luar negeri dengan gratis dan dalam rangka diundang sebagai perwakilan atau undangan dalam sebuah acara atau dalam rangka belajar dan bekerja dibanding ke luar negeri untuk liburan. Melalui tulisan ini pula saya mencoba menuliskan cita-cita saya tersebut, bahwa dalam waktu 5 tahun ke depan mulai hari Sabtu besok saya akan ke luar negeri dalam rangka memenuhi undangan suatu acara, belajar dan atau bekerja :)
Jumat, 04 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012
Preferensi Warna Suatu Bangsa
Membaca judulnya mungkin seperti judul sebuah makalah atau karya ilmiah, padahal tulisan ini sama sekali tidak akademis karena cuma berdasarkan rasa sok tahu dan sok berteori saya saja. Meski setidaknya tulisan ini dibuat dari rasa penasaran saya setelah setiap hari menemui serta mengamati berbagai desain produk, arsitektur maupun desain grafis hasil karya manusia. Dari situ saya menemukan pola-pola yang terus terulang yang semakin lama semakin mengarahkan pada suatu generalisasi bahwa suatu kelompok tertentu memiliki kecenderungan untuk memilih suatu elemen desain yang sama. Elemen desain yang saya maksud disini adalah warna.
Gambar-gambar di atas adalah contoh desain yang saya maksud. Tanpa harus diamati dengan teliti, kita dapat menyimpulkan bahwa warna dominan yang dipakai adalah warna hijau. Kemudian warna dominan selanjutnya adalah warna merah atau kuning.
Kalau kita ingat-ingat sejenak, penggunaan warna hijau, kuning, dan merah hampir selalu kita temui di semua produk desain orang Indonesia atau lebih spesifiknya orang Jawa kebanyakan. Mulai dari spanduk, kemasan produk, logo, selebaran, bahkan rumah pasti memiliki kecenderungan memakai warna hijau. Dari sinilah secara bodoh saya mencoba mengeneralisasikan bahwa preferensi warna mereka adalah warna hijau,merah dan kuning. Lalu apakah sebenarnya yang membuat warna hijau menjadi preferensi warna orang Indonesia atau lebih spesifiknya orang Jawa?
Berbekal sedikit pengetahuan yang diperoleh dari sejak saya duduk dibangku TK hingga sekarang. Saya mencoba memahami dan menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi warna tersebut. Preferensi wana sebuah kelompok mungkin bisa dibilang merupakan bagian dari sebuah budaya, mengingat sifatnya turun temurun dan sifatnya masal pada suatu kelompok. Dan budaya menurut sepengetahuan saya merupakan buah dari mekanisme beradaptasi sekelompok manusia terhadap lingkungan tempat mereka tinggal. Sehingga secara primitif budaya sangat dipengaruhi oleh kondisi alam atau lingkungan tinggal suatu kelompok manusia. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat pegunungan dan masyarakat pesisir, mereka memiliki kebudayaan yang berbeda dalam hal mata pencaharian misalnya. penduduk pegunungan atau dataran rendah mata pencahariannya mayoritas adalah petani sedangkan penduduk pesisir mayoritas adalah nelayan.
Indonesia atau Jawa lebih spesifiknya, berada di bagian bumi yang dikenal denagn daerah katulistiwa atau daerah tropis. Di daerah ini selalu mendapatkan sinar matahari yang relatif konstan sepanjang tahunnya, dan sinar matahari adalah pendukung utama tumbuhan agar tetap hidup. Sehingga di daerah ini mulai dari rumput hingga pohon besar ada dan hidup sepanjang tahun. Dan inilah yang mempengaruhi mata pencaharian penduduk di daerah ini yang mayoritas adalah petani.
Lalu apa hubungannya warna dengan iklim tropis yang mempengaruhi kebudayaan? Nah disinilah kuncinya, ketika tumbuhan di daerah tropis hidup sepanjang tahun, maka bisa dikatakan daerah ini juga hijau sepanjang tahunnya, sehingga tidak heran ada sebutan Zamrud Katulistiwa. Hal ini karena sejauh mata memandang, hanya warna hijau yang tampak. Sehingga mungkin warna hijau menjadi warna yang dipilih nenek moyang kita untuk mengekspresikan suatu keindahan. Warna merah dan kuning juga menjadi preferensi utama juga mungkin dari mayoritas warna buah dan bunga asli daerah tropis adalah warna merah dan kuning. Hal ini terus terulang sehingga akhirnya menjadi turun temurun dan menjadi bagian dari budaya dan budaya yanterus turun temurun semakin lama menjadi semacam insting suatu kelompok tertentu.
Hubungan antara iklim dan preferensi warna juga berlaku diberbagai negara di bumi ini. Kita ambil contoh negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea dan Cina. Produk desain seperti rumah, lukisan, dan berbagai aplikasi desain grafis mereka jika kita amati dan kita simpulkan preferensi warna mereka adalah warna coklat, keemasan dan warna-warna lembut yang senada dengan pink dan kuning. Warna-warna tersebut adalah warna tanah dan warna bunga. Negara-negara tersebut seperti yang kita ketahui adalah negara yang berada di daera iklim sedang dimana ada 4 musim dalam setahun. Di negara iklim sedang pohon atau tumbuhan tidak hidup sepanjang tahun terutama di musim gugur dan dingin. Di daerah ini pula jenis tumbuhannya bukan tumbuhan yang berdaun besar dan rimbun sepanjang tahun, tumbuhannya di dominasi tumbuhan-tumbuh pendek dan memiliki bunga beraneka ragam warna. Disinilah mengapa preferensi warna mereka juga lebih bervariasi.
Selain negara di Asia Timur dapat kita ambil contoh juga negara yang beriklim kutub seperti Greenland. Di negara iklim kutub hampir sepanjang tahun kita akan melihat salju. sehingga warna putih selalu menyelimuti daerah ini akan tetapi warna putih bukan menjadi preferensi warna orang-orang di daerah ini. Dan mungkin warna putih memang secara primitif hampir di semua negara/daerah bukanlah merupakan warna. Di daerah kutub seperti Greenland mereka menyukai warna-warna bata yang kontras dengan salju. Hal ini sangat terlihat dari pemilihan warna rumah mereka yang memakai warna-warna bata, tidak melulu merah tapi juga biru bata, kuning dan lain-lain.
Mungkin seperti itu analisa dari rasa sok tahu saya. Jelas tulisan ini belum bisa dianggap benar karena hanya murni merupakan pemikiran dan pendapat pribadi. Saya juga belum pernah membaca literatur yang membahas tentang permasalahan ini, sehingga jika ada kesalahan mohon koreksinya. Semoga bermanfaat :)
Labels:
#31harimenulis,
Desain
Rabu, 02 Mei 2012
Ups..Salah Paham
Mungkin bagi sebagian besar mahasiswa kuliah pagi pukul 07.00 adalah suatu hal yang sangat berat dan tidak menyenangkan. Terlebih bagi seorang mahasiswa senior, kuliah jam berapapun rasanya males. Hahaha..tapi entah kenapa sejak awal masuk kuliah sampai sekarang menurut saya kuliah pagi adalah kuliah yang menyenangkan, suasana masih segar dan cuaca tidaklah panas dibanding kuliah pukul 15.00, dimana suara dosen yang mengajar rasanya seperti sebuah sugesti untuk tidur.
Ya, hari ini saya kuliah pagi jam 07.00 matakuliah Kerja dan Masyarakat Kontemporer. Sebuah matakuliah jurusan Sosiologi yang harus saya ambil untuk memnuhi syarat kelulusan. Matakuliah ini juga sangat populer di kalangan mahasiswa Fisipol UGM hal ini mungkin terbukti dari daftar absensi kelas tercatatan ada lima angkatan yang mengikuti matakuliah ini, dari angkatan 2007 sampai angkatan 2011.
Meski begitu, pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang kuliah pagi dan kuliah lintas jurusan tersebut. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman beberapa tahun yang lalu, meski mungkin agak memalukan tapi mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi yang belum pernah mengalaminya. Karena kata orang bijak belajar tidak harus selalu dari pengalaman sendiri hehehe...
Tidak seperti biasanya hari ini saya berangkat kuliah dengan tas ransel yang cukup berat berisi laptop. Boleh dibilang ini momen yang langka mengingat sudah lebih dari 2 tahun ini saya jarang bahkan hampir tidak pernah lagi membawa laptop saat kuliah. Tujuan hari ini saya membawa laptop kali ini karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan pagi ini, padahal siang hari juga ada janji dengan seorang teman. Bukankah sebuah pemborosan, buang-buang waktu dan hal yang sia-sia jika sepulang kuliah pagi saya pulang kerumah sejauh 18 Km mengerjakan di PC dan tidak lebih dari 2 jam harus kembali lagi ke daerah UGM, dan itulah tujuan laptop diciptakan.
Selesai kuliah di kampus Sekip, saya bergegas ke kampus Fisipol Bulaksumur. Setelah mampir sebentar ke kantin, perjalanan dilanjutkan ke World Bank Corner perpus pusat yang jaraknya tidak cukup jauh. Tempat ini dipilih karena nyaman tidak panas, tenang, ada listrik dan yang paling penting ada internet. Setelah mendapat tempat duduk yang memang cuma saya sendiri yang baru ada disitu, mulailah bergelut dengan laptop.
Sekitar 30 menit perhatian terus tertuju pada laptop, mata mulai mengamati keadaan yang ternyata semakin ramai. Saat perhatian tertuju pada jendela, tak sengaja melihat pantulan layar laptop dari beberapa pengunjung World Bank Corner lain, sehingga dengan jelas setidaknya tahu apa yang sedang mereka lakukan dengan laptop mereka. Sambil terus mengamati tak disangka tiba-tiba sang pemilik laptop membuka sebuah video yang mengandung konten pornografi. Mungkin karena merasa dalam posisi "aman" orang tersebut dengan santainya terus menyaksikan video tersebut.
Ketika melihat kejadian ini, jujur agak geli melihatnya. Bukan karena video itu lucu atau bagaimana, hanya saja kejadian tadi pagi mengingatkan pada apa yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Waktu itu masih hobi-hobinya berburu hotspot dengan internet berkecepatan dewa di lingkungan kampus UGM. Ada suatu tempat yang waktu itu harus diakui adalah lokasi paling dewa internetnya, yaitu di PPTIK UGM. Kalau ada yang belum tahu, lokasinya ada di sebelah utara gelanggang mahasiswa. Pada masa itu koneksi internet di PPTIK sangatlah cepat, kecepatan downloadnya rata-rata sekitar 1 MBps, bahkan saat sepi bisa mencapai 3-4 MBps.
Kurang beruntung hari itu koneksinya agak melambat, kami para pengunjung harus puas dengan keceptan download 100an KBps, tapi dengan kecepatan seperti itu sudah bisa streaming video tanpa buffering. Masih ingat waktu itu saya mencoba mendownload Adobe Master Suit CS3 yang besarnya sekitar 2 GB. sambil menunggu iseng-iseng buka vimeo, melihat ada yang "menarik" di halaman depan, isenglah klik video tersebut. Tanpa buffering dimainkanlah video tersebut, memang ada peringatan bahwa video tersebut mengandung konten dewasa, tapi karena sudah merasa 18+ santailah melanjutkan video tersebut. Jadi intinya video tersebut berisi tentang liputan seorang pembuat boneka manusia yang bisa sangat mirip seperti aslinya. Meski itu menampilkan bagian-bagian tubuh mirip manusia telanjang, tapi saya tetap santai karena itu bukan pornografi. Baru beberapa menit awal video dimainkan, tiba-tiba datanglah seorang bapak menghampiri, dan dengan nada agak marah bilang "mas kalo disini jangan buka video porno", spontan saja semua mata memandang ke TKP, karena agak kaget dan bingung juga saya cuma bilang "haa? saya ga liat video porno pak"
Singkat cerita, jadi bapak itu tahu dari pantulan layar laptop di jendela. Harus diakui memang disitu ditampilkan boneka yang telanjang sehingga sekilas memang terlihat seperti video porno, tapi sejujurnya tidak terima juga dengan sikap bapak tadi yang terlalu blak-blakan menegur tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu. Mau menjelaskan ke bapak itu pun sepertinya sia-sia karena beberapa pasang mata sudah terlanjur memiliki mind set yang sama, kalaupun saya menjelaskan yang terlihat juga saya seperti membela diri dari "kesalahan". Untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah saya tidak meninggalkan tempat itu 1 cm pun. Tapi saat perjalanan pulang entah kenapa jadi merasa bodoh juga karena tindakan itu :(
Video yang waktu itu saya lihat mirip dengan video di atas tapi sepertinya bukan itu, entah apa judulnya saya juga lupa. Yang jelas pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut adalah jangan merasa sudah aman dengan posisimu hahaha... atau lebih bijaknya jangan menonton hal-hal yang mengandung konten dewasa di ruang publik. Karena jika terjadi kesalahpahaman kau tidak bisa membela diri.
Ya, hari ini saya kuliah pagi jam 07.00 matakuliah Kerja dan Masyarakat Kontemporer. Sebuah matakuliah jurusan Sosiologi yang harus saya ambil untuk memnuhi syarat kelulusan. Matakuliah ini juga sangat populer di kalangan mahasiswa Fisipol UGM hal ini mungkin terbukti dari daftar absensi kelas tercatatan ada lima angkatan yang mengikuti matakuliah ini, dari angkatan 2007 sampai angkatan 2011.
Meski begitu, pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang kuliah pagi dan kuliah lintas jurusan tersebut. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman beberapa tahun yang lalu, meski mungkin agak memalukan tapi mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi yang belum pernah mengalaminya. Karena kata orang bijak belajar tidak harus selalu dari pengalaman sendiri hehehe...
Tidak seperti biasanya hari ini saya berangkat kuliah dengan tas ransel yang cukup berat berisi laptop. Boleh dibilang ini momen yang langka mengingat sudah lebih dari 2 tahun ini saya jarang bahkan hampir tidak pernah lagi membawa laptop saat kuliah. Tujuan hari ini saya membawa laptop kali ini karena ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan pagi ini, padahal siang hari juga ada janji dengan seorang teman. Bukankah sebuah pemborosan, buang-buang waktu dan hal yang sia-sia jika sepulang kuliah pagi saya pulang kerumah sejauh 18 Km mengerjakan di PC dan tidak lebih dari 2 jam harus kembali lagi ke daerah UGM, dan itulah tujuan laptop diciptakan.
Selesai kuliah di kampus Sekip, saya bergegas ke kampus Fisipol Bulaksumur. Setelah mampir sebentar ke kantin, perjalanan dilanjutkan ke World Bank Corner perpus pusat yang jaraknya tidak cukup jauh. Tempat ini dipilih karena nyaman tidak panas, tenang, ada listrik dan yang paling penting ada internet. Setelah mendapat tempat duduk yang memang cuma saya sendiri yang baru ada disitu, mulailah bergelut dengan laptop.
Sekitar 30 menit perhatian terus tertuju pada laptop, mata mulai mengamati keadaan yang ternyata semakin ramai. Saat perhatian tertuju pada jendela, tak sengaja melihat pantulan layar laptop dari beberapa pengunjung World Bank Corner lain, sehingga dengan jelas setidaknya tahu apa yang sedang mereka lakukan dengan laptop mereka. Sambil terus mengamati tak disangka tiba-tiba sang pemilik laptop membuka sebuah video yang mengandung konten pornografi. Mungkin karena merasa dalam posisi "aman" orang tersebut dengan santainya terus menyaksikan video tersebut.
Ketika melihat kejadian ini, jujur agak geli melihatnya. Bukan karena video itu lucu atau bagaimana, hanya saja kejadian tadi pagi mengingatkan pada apa yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Waktu itu masih hobi-hobinya berburu hotspot dengan internet berkecepatan dewa di lingkungan kampus UGM. Ada suatu tempat yang waktu itu harus diakui adalah lokasi paling dewa internetnya, yaitu di PPTIK UGM. Kalau ada yang belum tahu, lokasinya ada di sebelah utara gelanggang mahasiswa. Pada masa itu koneksi internet di PPTIK sangatlah cepat, kecepatan downloadnya rata-rata sekitar 1 MBps, bahkan saat sepi bisa mencapai 3-4 MBps.
Kurang beruntung hari itu koneksinya agak melambat, kami para pengunjung harus puas dengan keceptan download 100an KBps, tapi dengan kecepatan seperti itu sudah bisa streaming video tanpa buffering. Masih ingat waktu itu saya mencoba mendownload Adobe Master Suit CS3 yang besarnya sekitar 2 GB. sambil menunggu iseng-iseng buka vimeo, melihat ada yang "menarik" di halaman depan, isenglah klik video tersebut. Tanpa buffering dimainkanlah video tersebut, memang ada peringatan bahwa video tersebut mengandung konten dewasa, tapi karena sudah merasa 18+ santailah melanjutkan video tersebut. Jadi intinya video tersebut berisi tentang liputan seorang pembuat boneka manusia yang bisa sangat mirip seperti aslinya. Meski itu menampilkan bagian-bagian tubuh mirip manusia telanjang, tapi saya tetap santai karena itu bukan pornografi. Baru beberapa menit awal video dimainkan, tiba-tiba datanglah seorang bapak menghampiri, dan dengan nada agak marah bilang "mas kalo disini jangan buka video porno", spontan saja semua mata memandang ke TKP, karena agak kaget dan bingung juga saya cuma bilang "haa? saya ga liat video porno pak"
Singkat cerita, jadi bapak itu tahu dari pantulan layar laptop di jendela. Harus diakui memang disitu ditampilkan boneka yang telanjang sehingga sekilas memang terlihat seperti video porno, tapi sejujurnya tidak terima juga dengan sikap bapak tadi yang terlalu blak-blakan menegur tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu. Mau menjelaskan ke bapak itu pun sepertinya sia-sia karena beberapa pasang mata sudah terlanjur memiliki mind set yang sama, kalaupun saya menjelaskan yang terlihat juga saya seperti membela diri dari "kesalahan". Untuk membuktikan bahwa saya tidak bersalah saya tidak meninggalkan tempat itu 1 cm pun. Tapi saat perjalanan pulang entah kenapa jadi merasa bodoh juga karena tindakan itu :(
Video yang waktu itu saya lihat mirip dengan video di atas tapi sepertinya bukan itu, entah apa judulnya saya juga lupa. Yang jelas pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut adalah jangan merasa sudah aman dengan posisimu hahaha... atau lebih bijaknya jangan menonton hal-hal yang mengandung konten dewasa di ruang publik. Karena jika terjadi kesalahpahaman kau tidak bisa membela diri.
Labels:
#31harimenulis
Selasa, 01 Mei 2012
Halo Mei, Halo 31 Hari Menulis
selamat datang Mei, tolong Juni jangan buru-buru datang!
Begitulah tweet pertama sekitar pukul 00.03 tadi pagi dini hari untuk mengawali Mei. Sekiranya tweet tersebut merupakan ungkapan bahwa betapa cepatnya Mei telah datang lagi. Belum lupa bagaimana rasanya bulan Mei tahun lalu dimana begitu padatnya kegiatan seorang mahasiswa semester 6 antara perkuliahan, KKN, organisasi, dan berbagai cobaan hidup yang terus datang silih berganti (agak lebai tapi mungkin sebuah kisah nyata :p). Mau bagaimanapun juga ya inilah Mei.
Meski bulan Mei kali ini diawali dengan sedikit kebodohan karena tanpa sengaja memblokir akun twitter beberapa orang, paling tidak hari ini cukup produktif meski harus mondar-mandir ke beberapa fakultas untuk menemui beberapa orang. Dan cukup menyenangkan karena bisa membantu teman-teman dan anak-anak Gelembung mengerjakan tugas PNI mereka. Meski ini semacam titipan sponsor, mungkin nanti di postingan lain saya akan sedikit bercerita tentang mereka dan PNI :)
Di bulan Mei tahun 2011 pula adalah bulan dimana dilahirkannya sebuah gerakan bernama 31 Hari Menulis. Sebuah gerakan dimana setiap pesertanya diwajibkan menulis minimal 1 tulisan di blog atau notes FB setiap hari selama bulan Mei, jika terlewat satu hari saja akan didenda sebesar Rp 20.000. Sempat terpikir juga bahwa ikut 31 Hari Menulis waktu itu adalah pilihan yang salah, bagaimana tidak menulis makalah 2 halaman untuk tugas saja males-malesan masih harus ditambah menulis untuk 31 Hari Menulis. Tapi pada akhirnya yang namanya kepepet semua pasti bisa dilakukan. Tanpa disangka pula terpilih menjadi 5 besar bloger terbaik hehehe...
Mencoba mengulang kesuksesan tahun lalu akhirnya saya memutuskan untuk ikut lagi 31 Hari Menulis. Kalau dulu motivasinya untuk membiasakan diri menulis demi mempersiapkan sebuah kewajiban yang semestinya sekarang dijalani, tahun ini ada sedikit perubahan motivasi. Sejujurnya banyak hal yang ingin diceritakan dan ditulis sejak selesai KKN namun tak kunjung kesampaian sampai detik ini untuk terus dan terus mengupdate blog ini. Mungkin memang hanya karena 31 Hari Menulislah blog ini akan terupdate setiap harinya :(
Di 31 Hari Menulis kali ini mungkin blog ini tidak akan banyak perubahan dibandingkan tahun lalu. Tema bebas tetap dipertahankan hanya saja ada hari-hari tertentu yang akan membahas tema-tema yang lebih spesifik. Jujur sampai detik ini konsepnya belum terlalu jelas tapi satu yang pasti ada hari tertentu yang akan membahas tentang dunia periklanan. Tema ini saya pilih karena selain tema inilah yang saya sukai dan coba saya geluti, selama saya mengambil konsentrasi ini di jurusan ilmu komunikasi, sebertinya saya belum pernah menulis tentang periklanan di blog ini. Mungkin siapa tahu akan berguna bagi mereka yang tidak segaja mampir atau tidak segaja muncul di google :p
Mungkin ini saja dulu untuk postingan hari pertama, selain karena ada beberapa hal yang perlu segera diselesaikan. sepertinya waktu juga sudah mulai mendekati garis mati hahahaha...
Begitulah tweet pertama sekitar pukul 00.03 tadi pagi dini hari untuk mengawali Mei. Sekiranya tweet tersebut merupakan ungkapan bahwa betapa cepatnya Mei telah datang lagi. Belum lupa bagaimana rasanya bulan Mei tahun lalu dimana begitu padatnya kegiatan seorang mahasiswa semester 6 antara perkuliahan, KKN, organisasi, dan berbagai cobaan hidup yang terus datang silih berganti (agak lebai tapi mungkin sebuah kisah nyata :p). Mau bagaimanapun juga ya inilah Mei.
Meski bulan Mei kali ini diawali dengan sedikit kebodohan karena tanpa sengaja memblokir akun twitter beberapa orang, paling tidak hari ini cukup produktif meski harus mondar-mandir ke beberapa fakultas untuk menemui beberapa orang. Dan cukup menyenangkan karena bisa membantu teman-teman dan anak-anak Gelembung mengerjakan tugas PNI mereka. Meski ini semacam titipan sponsor, mungkin nanti di postingan lain saya akan sedikit bercerita tentang mereka dan PNI :)
Di bulan Mei tahun 2011 pula adalah bulan dimana dilahirkannya sebuah gerakan bernama 31 Hari Menulis. Sebuah gerakan dimana setiap pesertanya diwajibkan menulis minimal 1 tulisan di blog atau notes FB setiap hari selama bulan Mei, jika terlewat satu hari saja akan didenda sebesar Rp 20.000. Sempat terpikir juga bahwa ikut 31 Hari Menulis waktu itu adalah pilihan yang salah, bagaimana tidak menulis makalah 2 halaman untuk tugas saja males-malesan masih harus ditambah menulis untuk 31 Hari Menulis. Tapi pada akhirnya yang namanya kepepet semua pasti bisa dilakukan. Tanpa disangka pula terpilih menjadi 5 besar bloger terbaik hehehe...
Mencoba mengulang kesuksesan tahun lalu akhirnya saya memutuskan untuk ikut lagi 31 Hari Menulis. Kalau dulu motivasinya untuk membiasakan diri menulis demi mempersiapkan sebuah kewajiban yang semestinya sekarang dijalani, tahun ini ada sedikit perubahan motivasi. Sejujurnya banyak hal yang ingin diceritakan dan ditulis sejak selesai KKN namun tak kunjung kesampaian sampai detik ini untuk terus dan terus mengupdate blog ini. Mungkin memang hanya karena 31 Hari Menulislah blog ini akan terupdate setiap harinya :(
Di 31 Hari Menulis kali ini mungkin blog ini tidak akan banyak perubahan dibandingkan tahun lalu. Tema bebas tetap dipertahankan hanya saja ada hari-hari tertentu yang akan membahas tema-tema yang lebih spesifik. Jujur sampai detik ini konsepnya belum terlalu jelas tapi satu yang pasti ada hari tertentu yang akan membahas tentang dunia periklanan. Tema ini saya pilih karena selain tema inilah yang saya sukai dan coba saya geluti, selama saya mengambil konsentrasi ini di jurusan ilmu komunikasi, sebertinya saya belum pernah menulis tentang periklanan di blog ini. Mungkin siapa tahu akan berguna bagi mereka yang tidak segaja mampir atau tidak segaja muncul di google :p
Mungkin ini saja dulu untuk postingan hari pertama, selain karena ada beberapa hal yang perlu segera diselesaikan. sepertinya waktu juga sudah mulai mendekati garis mati hahahaha...
Labels:
#31harimenulis
Kamis, 02 Februari 2012
Iseng-iseng Bikin Animasi GIF
Halo, selamat pagi... setelah cukup lelah semalaman mengutak-atik photoshop, saya putuskan beristirahat sejenak dengan iseng-iseng browsing untuk menyegarkan mata dan pikiran. Dan tab di mozila pun berhenti pada sebuah microsite tumblr, yang di dalamnya terdapat banyak sekali foto-foto tentang sebuah girl band Korea Girls' Generation atau sering juga disebut SNSD. Tiba-tiba perhatian tertuju pada sebuah gambar animasi GIF yang berasal dari sebuah potongan video klip. Ini bukan kali pertama saya menjumpai gambar animasi semacam itu. Biasanya gambar-gambar tersebut sering ditemui di situs seperti tumblr atau google+. Dari situ saya tertarik untuk mencoba membuatnya, dengan pemahaman bahwa sebuah animasi atau video itu tersusun dari beberapa frame dengan gambar yang berbeda, prinsip dasarnya seperti mengedit video biasa hanya saja di export ke file berekstensi GIF. Berbekal sebuah footage di hardisk dan photoshop CS4 jadilah animasi seperti ini
Source: Video Tips Hemat BBM di Kala Bokek
Talent: Aswin Mustafidz
Source: Video Daripada Gigit Tongkat Mending Gigit MintZ
Talent: Angga Prawadika Aji
Sabtu, 03 Desember 2011
Mari Menulis Lagi
Waah lama sekali tidak menulis blog. Kalimat tersebut terpaksa harus tertulis lagi meski entah berapa kali sudah berjanji akan terus meramaikan blog ini. Terakhir rajin menulis adalah ketika digelarnya kompetisi akbar #31harimenulis pada bulan mei lalu, karena daripada didenda 20.000 mending nulis saja padahal kalo dipikir-pikir semester 6 tidaklah selo juga hahaha. Sebenarnya sempat dicanangkan program menulis diary selama KKN untuk keperluan K3, tapi percayalah ketika KKN pada prakteknya tidur lebih cepat, mengobrol, bermain, dan bergosip adalah pilihan yang lebih menggoda hehehe.
Jika dipikir-pikir ketika hari ini adalah bulan Desember, dan terakhir kali menulis blog adalah bulan Juli, maka ini adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang namun terasa begitu cepat berlalu. Dan sepertinya sangatlah sayang jika cerita-cerita dan ide-ide di dalamnya terlewatkan begitu saja tak tertulis di blog ini. Yasudahlah mari segera menulis cerita-cerita dan ide-ide tersebut.
Jika dipikir-pikir ketika hari ini adalah bulan Desember, dan terakhir kali menulis blog adalah bulan Juli, maka ini adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang namun terasa begitu cepat berlalu. Dan sepertinya sangatlah sayang jika cerita-cerita dan ide-ide di dalamnya terlewatkan begitu saja tak tertulis di blog ini. Yasudahlah mari segera menulis cerita-cerita dan ide-ide tersebut.
Jumat, 28 Oktober 2011
Logo Ikan Gabus
Logo ini berasal dari Rembugan dengan brief dari Arie Obasatuagi, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UGM
Objective : Logo rumah makan khas betawi (tugas mata kuliah DKV)
Tone and manner : jenaka dan ceria, logo bernuansa warna hijau seperti warna rumah si Doel Anak Sekolahan
Minggu, 10 Juli 2011
KKN Unit 68 Day 6
Kalau kata bayu, semakin bertambah hari kegiatan kita semakin tidak ada. Mungkin memang benar, semakin bertambah hari kegiatan KKN kita di minggu pertama semakin tidak ada. Dihari keenam ini benar-benar tidak ada agenda yang berkaitan dengan masyarakat sekitar. Kami diundang menghadiri penyambutan tamu dari Vietnam yang inginbelajar membatik di rumah pak sogi, tapi aku memutuskan tidak ikut dan pulang kerumah yang kemarin sempat tertunda. Aku pulang kerumah dari jam 10 hingga jam 2 siang. Tak banyak yang dilakukan dirumah, tiduran, browsing packaging. Tapi yang namanya rumah sendiri tetap jauh lebih nyaman daripada dirumah orang lain.
Sekitar jam 2 aku kembali ke pondokan. Disana anak-anak sibuk dengan permainannya masing. Bayu pulang kerumahnya, paul main dota, dan seperti biasa ciprut main catur. Sempat terpikir kenapa tidak sekalian saja aku balik pondokan nanti sore mendekati rapat para koordinator pameran batik.
Tapi pilihanku sepertinya tidak salah, sore hari sekitar jam 4 kami pergi bermain ke kawasan agrowisata di Bukit Hijau. Jalan menuju kesana sangat menanjak, tapi sesampai diatas pemandangannya sangat indah. Sebagai orang bantul sendiri aku belum pernah ke tempat itu. Setelah puas melihat matahari terbenam, kami kembali ke pondokan dan besrsiap untuk mandi. Malamnya, sekitar jam 8 di sub unit 2 di adakan rapat para koordinator pameran, untuk brainstorming konsep acara dan membicarakan beberapa persiapan lainnya. Selesai rapat ada kabar sedikit tidak mengenakkan dari kotek. Ternyata LRK yang kami buat kurang lengkap, dan terpaksa malam itu kami lembur lagi mengerjakan LRK.
Sekitar jam 2 aku kembali ke pondokan. Disana anak-anak sibuk dengan permainannya masing. Bayu pulang kerumahnya, paul main dota, dan seperti biasa ciprut main catur. Sempat terpikir kenapa tidak sekalian saja aku balik pondokan nanti sore mendekati rapat para koordinator pameran batik.
Tapi pilihanku sepertinya tidak salah, sore hari sekitar jam 4 kami pergi bermain ke kawasan agrowisata di Bukit Hijau. Jalan menuju kesana sangat menanjak, tapi sesampai diatas pemandangannya sangat indah. Sebagai orang bantul sendiri aku belum pernah ke tempat itu. Setelah puas melihat matahari terbenam, kami kembali ke pondokan dan besrsiap untuk mandi. Malamnya, sekitar jam 8 di sub unit 2 di adakan rapat para koordinator pameran, untuk brainstorming konsep acara dan membicarakan beberapa persiapan lainnya. Selesai rapat ada kabar sedikit tidak mengenakkan dari kotek. Ternyata LRK yang kami buat kurang lengkap, dan terpaksa malam itu kami lembur lagi mengerjakan LRK.
Labels:
KKN
KKN Unit 68 Day 5
Hahaha terpaksa cerita hari kelima dan ke enam harus dirapel hari ini. Sejak hari Jumat, kami harus sedikit tidur lebih larut karena mulai banyak pekerjaan. Salah satunya adalah membuat Laporan Rencana Kegiatan (LRK). Banyak hal yang membuat kami bingung dalam membuat LRK ini, salah satunya bingung menentukan apakah kegiatan ini boleh dijadikan program individu atau tidak.
Di hari kelima ini adalah hari Jumat. Ini adalah kali pertama kami menunaikan shalat jJumat di lokasi KKN. Karena Ciprut mengantar ochi ke sub unit 1, maka kami rombongan kaum adam sub unit 2 hanya beranggotakan 3 orang yang berangkat shalat Jumat. Tadinya kami mengira ada shalat Jumat di mushola pinggir jalan dekat pondokan, jadi kami agak santai karena cuma dekat. Tapi ternyata perkiraan kami salah, di mushola tersebut tidak mengadakan shalat Jumat. Untuk menunaikan shalat Jumat, kami harus pergi ke masjid di RT 01, lumayan jauh untuk ukuran jalan kaki.
Sesuai rencana sebelumnya hari itu aku dimintai tolong Ochi untuk mengantarnya ke Graphico. Terdengar sangat selo, mengingat lokasi KKN kami yang berada di Imogiri harus ke Jakal. Tapi karena program dari Ochi yang membutuhkan cetak A3 berwarna, padahal aku belum pernah tau dimana percetakan di Bantul yang bisa mencetak A3 satuan, jadi mau bagaimana lagi?
Sebelum berangkat ke Graphico, aku diajak ciprut mengunjungi ketua pemuda setempat. Tapi karena sedikit mager alias males gerak, akhirnya yg berangkat ciprut, faizal, bayu dan gratia. Dipondokan aku masih harus menunggu Ochi yang ribet dengan usahanya membuat gambar awan. Sangat membosankan tapi setidaknya lebih baik daripada ikut nyasar-nyasar bersama ciprut.
Tak lama setelah pasukan ekspedisi tadi pulang, akhirnya kami bersiap untuk berangkat ke utara, waktu itu sekitar jam 15.00. Saat kami akan berangkat ternyata ciprut juga berencana kembali ke rumahnya. Rencananya jauh lebih selo, mengambil harmonika -_-
Misi kami ke utara bertambah satu lagi, beli molring di kantin. Karena jalanan jogja yang sangat macet, kami baru tiba di kawasan kota baru sekitar pukul 4 kurang. Mengingat kantin Fisipol tutup jam 4, kami memutuskan untuk ke kantin dulu sebelum ke Graphico. Sukses menyentuh kantin yang sudah sepi lengkap dengan ibu kantin yang sedang bersiap untuk pulang. Ochi kemudian memborong sekitar 12 molring, dan menyisakan 6 buah saja. Misi pertama selesai, perjalanan kami perlanjut menuju Graphico. Beruntung saat itu tidak antri banyak, hanya beberapa menit menunggu kami segera dipanggil. Sepulang dari Graphico kami menyempatkan diri melewati Kopma UGM, untuk menyaksikan TKP bekas kecelakaan bis hari sebelumnya.
Sampai di Bantul kami mampir dulu ke PANTES toko alat tulis dan warung pak Broto untuk membeli beberapa perlengkapan yang dibutuhkan Ochi untuk programnya. Tak begitu ingat jam berapa kami sampai ke pondokan lagi tapi waktu itu sekitar pukul 5. Belum sempat pantat ini menyentuh lantai, ciprut meminta semua awak sub unit 2 untuk bersiap ke sub unit 3 berkumpul menemui mas Nyarwi. Entah sebenarnya apa tujuan yang ingin dicapai dari agenda tersebut. Menurutku kami telah berhasil membunuh waktu sekitar 1 jam di pondokan sub unit 3.
Akhirnya kami pulang dengan sedikit petujuk dari dyka tentang menyusun LRK. Setelah mandi kami semua makan malam bersama, tiba-tiba saja ada agenda tambahan yaitu kerja bakti dirumah pak sogi, mempersiapkan tempat untuk menyambut tamu dari Vietnam, sabtu paginya.
Tadinya aku berencan pulang ke rumah untuk mengambil beberapa kaos ganti. Tapi karena agenda mendadak ini dan menyusun LRK. Rencana pulang malam itu dibatalkan. Pulang dari kerja bakti kami dikejutkan tiba-tiba saja Paul sudah pulang ke pondokan setelah beberapa jam tersesat di jalan hoalaaah..
Dan malam harinya kami bersama-sama menyusun LRK masing-masing hingga cukup larut malam. Dan oh iya K2 ku tambah lagi yaitu membantu Maria membuat backdrop penyuluhan HAKI.
Di hari kelima ini adalah hari Jumat. Ini adalah kali pertama kami menunaikan shalat jJumat di lokasi KKN. Karena Ciprut mengantar ochi ke sub unit 1, maka kami rombongan kaum adam sub unit 2 hanya beranggotakan 3 orang yang berangkat shalat Jumat. Tadinya kami mengira ada shalat Jumat di mushola pinggir jalan dekat pondokan, jadi kami agak santai karena cuma dekat. Tapi ternyata perkiraan kami salah, di mushola tersebut tidak mengadakan shalat Jumat. Untuk menunaikan shalat Jumat, kami harus pergi ke masjid di RT 01, lumayan jauh untuk ukuran jalan kaki.
Sesuai rencana sebelumnya hari itu aku dimintai tolong Ochi untuk mengantarnya ke Graphico. Terdengar sangat selo, mengingat lokasi KKN kami yang berada di Imogiri harus ke Jakal. Tapi karena program dari Ochi yang membutuhkan cetak A3 berwarna, padahal aku belum pernah tau dimana percetakan di Bantul yang bisa mencetak A3 satuan, jadi mau bagaimana lagi?
Sebelum berangkat ke Graphico, aku diajak ciprut mengunjungi ketua pemuda setempat. Tapi karena sedikit mager alias males gerak, akhirnya yg berangkat ciprut, faizal, bayu dan gratia. Dipondokan aku masih harus menunggu Ochi yang ribet dengan usahanya membuat gambar awan. Sangat membosankan tapi setidaknya lebih baik daripada ikut nyasar-nyasar bersama ciprut.
Tak lama setelah pasukan ekspedisi tadi pulang, akhirnya kami bersiap untuk berangkat ke utara, waktu itu sekitar jam 15.00. Saat kami akan berangkat ternyata ciprut juga berencana kembali ke rumahnya. Rencananya jauh lebih selo, mengambil harmonika -_-
Misi kami ke utara bertambah satu lagi, beli molring di kantin. Karena jalanan jogja yang sangat macet, kami baru tiba di kawasan kota baru sekitar pukul 4 kurang. Mengingat kantin Fisipol tutup jam 4, kami memutuskan untuk ke kantin dulu sebelum ke Graphico. Sukses menyentuh kantin yang sudah sepi lengkap dengan ibu kantin yang sedang bersiap untuk pulang. Ochi kemudian memborong sekitar 12 molring, dan menyisakan 6 buah saja. Misi pertama selesai, perjalanan kami perlanjut menuju Graphico. Beruntung saat itu tidak antri banyak, hanya beberapa menit menunggu kami segera dipanggil. Sepulang dari Graphico kami menyempatkan diri melewati Kopma UGM, untuk menyaksikan TKP bekas kecelakaan bis hari sebelumnya.
Sampai di Bantul kami mampir dulu ke PANTES toko alat tulis dan warung pak Broto untuk membeli beberapa perlengkapan yang dibutuhkan Ochi untuk programnya. Tak begitu ingat jam berapa kami sampai ke pondokan lagi tapi waktu itu sekitar pukul 5. Belum sempat pantat ini menyentuh lantai, ciprut meminta semua awak sub unit 2 untuk bersiap ke sub unit 3 berkumpul menemui mas Nyarwi. Entah sebenarnya apa tujuan yang ingin dicapai dari agenda tersebut. Menurutku kami telah berhasil membunuh waktu sekitar 1 jam di pondokan sub unit 3.
Akhirnya kami pulang dengan sedikit petujuk dari dyka tentang menyusun LRK. Setelah mandi kami semua makan malam bersama, tiba-tiba saja ada agenda tambahan yaitu kerja bakti dirumah pak sogi, mempersiapkan tempat untuk menyambut tamu dari Vietnam, sabtu paginya.
Tadinya aku berencan pulang ke rumah untuk mengambil beberapa kaos ganti. Tapi karena agenda mendadak ini dan menyusun LRK. Rencana pulang malam itu dibatalkan. Pulang dari kerja bakti kami dikejutkan tiba-tiba saja Paul sudah pulang ke pondokan setelah beberapa jam tersesat di jalan hoalaaah..
Dan malam harinya kami bersama-sama menyusun LRK masing-masing hingga cukup larut malam. Dan oh iya K2 ku tambah lagi yaitu membantu Maria membuat backdrop penyuluhan HAKI.
Labels:
KKN
Kamis, 07 Juli 2011
KKN Unit 68 Day 4
Lagi-lagi hari ini bangun agak siang, jam 07.30. Selain aku ciprut dan paul, anak-anak sub unit 2 yang lain pergi jalan-jalan keliling desa. Tak ada agenda penting untuk kegiatan unit. Hari ini agenda utamaku hanya rapat cluster dan ikut riset bersama-sama teman-teman divisi produksi di Giri Asri.
Karena pagi hari tak ada agenda apapun, setelah selesai sarapan pagi aku bermain angry birds yang kemarin sengaja aku copy di hardisk eksternal. Entah berapa lama aku bermain angry birds, tiba-tiba keasyikan bermain angry birds terganggu ketika ega minta ditemani ke kelurahan untuk minta data monografi penduduk Karang Tengah. Yasudahlah setelah mandi kemudian berangkatlah ke kantor kelurahan. Di kantor kelurahan, ternyata kami tidak berhasil menemui pak Surawi. Beliau adalah orang yang berwenang untuk urusan data monografi ini. Beberapa puluh menit kami menunggu pak Surawi namun tak kunjung datang juga, maka kami putuskan untuk meninggalkan kelurahan dan kembali ketika pak Surawi telah kembali.
Daripada kami kembali ke pondokan dan tak ada kerjaan, akhirnya kami mendarat di TK Mojolegi. Disana sudah ada Paul, Ochi, dan Novita. Di TK tersebut kami hanya mengobrol sebentar kemudian ega kembali mengajak ke kelurahan karena pak Surawi telah kembali ke kantor. Singkat cerita kami berhasil mendapatkan data monografi yang dicari, akan tetapi itu tidak up to date.
Saat jam makan siang tiba, kami kedatangan tamu dari sub unit 1, Nova naufal dan Lulu. Mereka pun memetuskan untuk numpang makan siang di pondokan kami. Selesai makan siang kami berencan mengadakan rapat cluster. sambil menunggu semua datang berkumpul oChi memutarkan sebuah film Korea yang aku lupa apa judulnya tapi sepertinya bagus.
Menit demi menit kami menunggu, tapi rekan-rekan sub unit 3 tak juga berdatangan. Usut punya usut ternyata mereka tak ada kendaraan untuk berangkat ke sub unit 2. Yasudahlah akhirnya kami semua memutuskan untuk menggelar rapat di pondokan sub unit 3.
Dari hasil rapat ini aku mendapatkan cukup banyak tambahan program individu. Hmm..sebenarnya program individuku berarti resmi tak jauh berbeda dengan apa yang aku kerjakan di tugas-tugas kuliah komstra dan tugas-tugas di KOMAKO. Yasudahlah selama masih bisa aku kerjakan kenapa tidak, toh program-program tersebut tidak mengeluarkan banyak biaya, tapi banyak tenaga dan pikiran mungkin, dan itulah mengapa aku sangat bersyukur. hahahahaha...
Setelah rapat ditutup, aku segera bergegas menyusul wida dan teman-teman divisi produksi ke Giri Asri. Ternya disana sedang ada pengambilan gambar untuk keperluan pembuatan video profil dari dinas pariwisata. Jadi sepertinya kegiatan riset belum bisa dijalankan hari ini dengan maksimal. Tapi sisi positifnya kami mendapat kenalan dari orang-orang dinas pariwisata dan mungkin sedikit bantuan untuk pameran nanti.
Malam harinya setelah shalat maghrib, kami berempat, aku ciprut, faizal dan bayu menghadiri acara yasinan yang diadakan RT 03. Jujur ini kali pertama aku mengikuti acara seperti ini mengingat di keluarga dan di daerahku tinggal tidak pernah mengadakan kegiatan ini. Menurutku juga, acara seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya, tapi mungkin untuk sarana silaturahmi bagus juga.
Hmm..oh iya, sepertinya di hari keempat ini ada beberapa teman yang mulai bermasalah dengan pemilik pondokan. Hmm entahlah semoga tidak terus berlanjut. Dan oh iya lagi, aku hari ini sudah mendapat 2 buah program bantu. Yaitu membantu novita membuat poster dan membantu ochi membuat sarana TK berupa slogan. Baiklah mari kita tidur, hari ini kamar agak lebih longgar karena paul tidak balik ke pondokan setelah ada sedikit urusan di luar tadi sore.
Karena pagi hari tak ada agenda apapun, setelah selesai sarapan pagi aku bermain angry birds yang kemarin sengaja aku copy di hardisk eksternal. Entah berapa lama aku bermain angry birds, tiba-tiba keasyikan bermain angry birds terganggu ketika ega minta ditemani ke kelurahan untuk minta data monografi penduduk Karang Tengah. Yasudahlah setelah mandi kemudian berangkatlah ke kantor kelurahan. Di kantor kelurahan, ternyata kami tidak berhasil menemui pak Surawi. Beliau adalah orang yang berwenang untuk urusan data monografi ini. Beberapa puluh menit kami menunggu pak Surawi namun tak kunjung datang juga, maka kami putuskan untuk meninggalkan kelurahan dan kembali ketika pak Surawi telah kembali.
Daripada kami kembali ke pondokan dan tak ada kerjaan, akhirnya kami mendarat di TK Mojolegi. Disana sudah ada Paul, Ochi, dan Novita. Di TK tersebut kami hanya mengobrol sebentar kemudian ega kembali mengajak ke kelurahan karena pak Surawi telah kembali ke kantor. Singkat cerita kami berhasil mendapatkan data monografi yang dicari, akan tetapi itu tidak up to date.
Saat jam makan siang tiba, kami kedatangan tamu dari sub unit 1, Nova naufal dan Lulu. Mereka pun memetuskan untuk numpang makan siang di pondokan kami. Selesai makan siang kami berencan mengadakan rapat cluster. sambil menunggu semua datang berkumpul oChi memutarkan sebuah film Korea yang aku lupa apa judulnya tapi sepertinya bagus.
Menit demi menit kami menunggu, tapi rekan-rekan sub unit 3 tak juga berdatangan. Usut punya usut ternyata mereka tak ada kendaraan untuk berangkat ke sub unit 2. Yasudahlah akhirnya kami semua memutuskan untuk menggelar rapat di pondokan sub unit 3.
Dari hasil rapat ini aku mendapatkan cukup banyak tambahan program individu. Hmm..sebenarnya program individuku berarti resmi tak jauh berbeda dengan apa yang aku kerjakan di tugas-tugas kuliah komstra dan tugas-tugas di KOMAKO. Yasudahlah selama masih bisa aku kerjakan kenapa tidak, toh program-program tersebut tidak mengeluarkan banyak biaya, tapi banyak tenaga dan pikiran mungkin, dan itulah mengapa aku sangat bersyukur. hahahahaha...
Setelah rapat ditutup, aku segera bergegas menyusul wida dan teman-teman divisi produksi ke Giri Asri. Ternya disana sedang ada pengambilan gambar untuk keperluan pembuatan video profil dari dinas pariwisata. Jadi sepertinya kegiatan riset belum bisa dijalankan hari ini dengan maksimal. Tapi sisi positifnya kami mendapat kenalan dari orang-orang dinas pariwisata dan mungkin sedikit bantuan untuk pameran nanti.
Malam harinya setelah shalat maghrib, kami berempat, aku ciprut, faizal dan bayu menghadiri acara yasinan yang diadakan RT 03. Jujur ini kali pertama aku mengikuti acara seperti ini mengingat di keluarga dan di daerahku tinggal tidak pernah mengadakan kegiatan ini. Menurutku juga, acara seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya, tapi mungkin untuk sarana silaturahmi bagus juga.
Hmm..oh iya, sepertinya di hari keempat ini ada beberapa teman yang mulai bermasalah dengan pemilik pondokan. Hmm entahlah semoga tidak terus berlanjut. Dan oh iya lagi, aku hari ini sudah mendapat 2 buah program bantu. Yaitu membantu novita membuat poster dan membantu ochi membuat sarana TK berupa slogan. Baiklah mari kita tidur, hari ini kamar agak lebih longgar karena paul tidak balik ke pondokan setelah ada sedikit urusan di luar tadi sore.
Labels:
KKN
Rabu, 06 Juli 2011
KKN Unit 68 Day 3
Di hari ketiga ini agenda sub unit 2 tidaklah terlalu padat. Dimulai dengan bagun pukul 07.00, agenda kami dimulai dengan mengobrol bersama di teras rumah sambil ditemani secangkir teh dan kue lapis legit. Hmm bagiku ini sangat jarang dijumpai dirumah. Setelah sarapan siap kami segera bergegas ke ruang tengah untuk sarapan pagi.
Hari ini adalah jadwalku piket bersih-bersih. Karena Paul sudah ambil bagian menyapu halaman, maka bagianku adalah mencuci piring setelah makan. Giliranku adalah saat sarapan dan makan malam.
Selesai sarapan kami kembali lagi ke kamar masing-masing. Seperti hari-hari sebelumnya ciprut dan paul bermain catur bergantian dengan faizal dan bayu. Karena kamar mandi kosong, aku memutuskan untuk mandi.
Sebenarnya hari ini ada agenda kunjungan ke PAUD dan TK setempat. Tapi karena kata Ochi dan teman-teman lainya ini tidak wajib, aku memutuskan tidak ikut. Tapi sepertinya keputusanku untuk tidak ikut adalah salah. Tinggal di pondokan menunggui Ciprut dan Faizal main catur adalah pilihan yang membosankan. Beruntunglah tiba-tiba HP berdering. Ijem mengajakku ke Giri Asri untuk melihat dan mendokumentasikan proses pewarnaan batik.
Tanpa ragu-ragu aku mengiyakan ajakan Ijem. Setelah teman-teman dari sub unit 3 berdatangan menjemput, kami segera meluncur ke TKP. Karena mungkin ciprut juga bosan di pondokan, akhirnya dia ikut serta bersama kami. Di Giri Asri kami ditunjukkan bagaimana batik-batik tersebut diberi warna dan kami juga ditunjukkan bagaimana proses pembuatan ramuan pewarna alami. Berbekal kamera pinjaman dari H.O, aku mengambil beberapa gambar yang mungkin nanti akan berguna dalam pembuatan katalog batik.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk kembali ke pondokan. Sampai di pondokan ternyata beberapa personil sub unit 2 lainnya yang tersisa tadi, ikut menyusul ke TK. Karena aku dan ciprut tidak membawa kunci kamar, akhirnya kami putuskan untuk menunggu di ayunan di depan rumah dekat mushola.
Sekitar pukul 15.00 aku pulang sebentar kerumah untuk mengambil tas kecilku yang berisi beberapa hal penting. Sesuai janjiku aku juga mengcopykan film Gara-gara Bendera untuk teman-teman yang lain yang katanya kemarin pengen liat. Saat aku kembali ke pondokan mereka langsung saja menonton film tersebut.
Agenda selanjutnya adalah rapat unit 68. Karena pondokan sub unit 2 paling memadai untuk tempat berkumpul. Maka seluruh Unit mengadakan rapat ditempat kami. Dalam rapat ini diadakan sharing hasil observasi tiap sub unit, penjelasan mengenai program dan pengisian K1, K2, K3 kemudian membahas tentang pameran batik yang akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus nanti.
Dalam program pameran batik ini, dibentuklah sebuah panitia penyelenggara pameran. Dimana aku dipercaya sebagai koordinator divisi creative. Tugas divisi ini adalah merumuskan konsep acara, tema, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan desain visual. Sebuah pekerjaan yang cukup besar tapi juga cukup menantang.
Hari ini adalah jadwalku piket bersih-bersih. Karena Paul sudah ambil bagian menyapu halaman, maka bagianku adalah mencuci piring setelah makan. Giliranku adalah saat sarapan dan makan malam.
Selesai sarapan kami kembali lagi ke kamar masing-masing. Seperti hari-hari sebelumnya ciprut dan paul bermain catur bergantian dengan faizal dan bayu. Karena kamar mandi kosong, aku memutuskan untuk mandi.
Sebenarnya hari ini ada agenda kunjungan ke PAUD dan TK setempat. Tapi karena kata Ochi dan teman-teman lainya ini tidak wajib, aku memutuskan tidak ikut. Tapi sepertinya keputusanku untuk tidak ikut adalah salah. Tinggal di pondokan menunggui Ciprut dan Faizal main catur adalah pilihan yang membosankan. Beruntunglah tiba-tiba HP berdering. Ijem mengajakku ke Giri Asri untuk melihat dan mendokumentasikan proses pewarnaan batik.
Tanpa ragu-ragu aku mengiyakan ajakan Ijem. Setelah teman-teman dari sub unit 3 berdatangan menjemput, kami segera meluncur ke TKP. Karena mungkin ciprut juga bosan di pondokan, akhirnya dia ikut serta bersama kami. Di Giri Asri kami ditunjukkan bagaimana batik-batik tersebut diberi warna dan kami juga ditunjukkan bagaimana proses pembuatan ramuan pewarna alami. Berbekal kamera pinjaman dari H.O, aku mengambil beberapa gambar yang mungkin nanti akan berguna dalam pembuatan katalog batik.
Setelah dirasa cukup, kami memutuskan untuk kembali ke pondokan. Sampai di pondokan ternyata beberapa personil sub unit 2 lainnya yang tersisa tadi, ikut menyusul ke TK. Karena aku dan ciprut tidak membawa kunci kamar, akhirnya kami putuskan untuk menunggu di ayunan di depan rumah dekat mushola.
Sekitar pukul 15.00 aku pulang sebentar kerumah untuk mengambil tas kecilku yang berisi beberapa hal penting. Sesuai janjiku aku juga mengcopykan film Gara-gara Bendera untuk teman-teman yang lain yang katanya kemarin pengen liat. Saat aku kembali ke pondokan mereka langsung saja menonton film tersebut.
Agenda selanjutnya adalah rapat unit 68. Karena pondokan sub unit 2 paling memadai untuk tempat berkumpul. Maka seluruh Unit mengadakan rapat ditempat kami. Dalam rapat ini diadakan sharing hasil observasi tiap sub unit, penjelasan mengenai program dan pengisian K1, K2, K3 kemudian membahas tentang pameran batik yang akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus nanti.
Dalam program pameran batik ini, dibentuklah sebuah panitia penyelenggara pameran. Dimana aku dipercaya sebagai koordinator divisi creative. Tugas divisi ini adalah merumuskan konsep acara, tema, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan desain visual. Sebuah pekerjaan yang cukup besar tapi juga cukup menantang.
Labels:
KKN
KKN Unit 68 Day 2
Agenda di hari kedua KKN Unit 68 adalah mengunjungi kelompok batik Giri Asri. Setelah sarapan dan mandi kami bersiap-siap untuk berkumpul di pondokan Sub Unit 1 di dusun Karangrejek. Sesuai instruksi dari Faisal saya dan rekan-rekan sub unit 3 berpakaian rapi mengenakan kemeja. Jam telah menunjukkan pukul 11 pagi, kami dari sub unit 3 bergegas berangkat ke pondokan sub unit 1.
Ternyata ketika sampai di sub unit 1, kami masih harus menunggu rekan-rekan dari sub unit 3 dahulu. Sambil menunggu semua personil yang mau ikut lengkap berkumpul, kami semua saling mengobrol dan bercanda tidak jelas. Obrolan semakin tidak jelas ketika saya bertanya masalah bau permen pada Rani dan mengomentari tingkah laku si Ijem yang takut ayam. Ada yang aneh dengan ayam di sub unit 1 dimana anak-anaknya bukan anak ayam melainkan anak-anak angsa. Kalau kami bilang itu ayam mungkin diperkosa Angsa, mungkin.
Setelah komplit semua berkumpul kami bergegas berangkat ke tempat perkumpulan pembatik Giri Asri. Lokasinya ternyata tidak jauh dari pondokan sub unit 1, disana kami memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tjuan program KKN kami. Takk lama kemudian pak kesra datang, sebagai pihak yang mengetahui betul permasalahan batik Giri Asri. Dari situlah kami mendapat banyak informasi tambahan yang berguna bagi program kami.
Sambil mendengarkan penjelasan dari pak kesra, bu mujilah memperlihatkan beberapa hasil batik yang mereka buat. Sekilas batik-batik tersebut mungkin kurang menarik jika dilihat dari warnanya. Tapi setelah diperhatikan lebih seksama, batik-batik tersebut memiliki ciri khas tersendiri, terutama karena bahan pewarnanya yang berasal dari bahan-bahan alami.
Setelah dirasa cukup, kami semua memutuskan untuk kembali ke pondokan masing-masing. Saat pulang ke pondokan ada beberapa teman sub unit 3 yang ingin mampir ke pondokan sub unit kami. Beberapa diantaranya ada Ijem dan Wida.
Malam harinya sekitar jam 19.30 kami melakukan kunjungan kerumah-rumah RT di dusun Mojolegi yang terdiri dari 6 RT, mulai dari RT 03 hingga RT 06. Sayangnya di RT 01 dan 02 kami tidak menemui Pak RT-nya karena sedang tidak dirumah. Yang menarik saat kunjungan RT ini adalah ketika berada di rumah pak RT 04 dan RT 06. Di RT 04 agak sedikit unik karena rumahnya benar—benar gelap gulita tanpa penerangan lampu listrik. Dirumah itu hanya ada satu penerangan menggunakan sentir atau lampu minyak yang sangat kecil. Kemudian di RT 06 yang letaknya diatas bukit, sehingga untuk kesana harus melawati jalan berliku dan naik turun, oh mungkin naik dan naik.
Selesai melakukan kunjungan ke beberapa RT, kami kembali ke pondokan dan mengadakan rapat sub unit. Mengingat orang-orang yang ada di sub unit 2, mungkin akan lebih tepat jika disebut bercanda dan tertawa diselingi dengan rapat. Ketika bu Jazim pemilik rumah pulang, sebentar kami mengobrol mengenai agenda kami yang akan mengumpulkan beberapa waarga untuk sosialisasi program. Disitu kami mendapat beberapa masukan yang cukup berharga. Dari obrolan dengan bu Jazim ini pula saya jadi tahu ternyata dia adalah teman Ibu, di sebuah perkumpulan pengusaha tanaman hias. Oalaaaaah dunia memang sempit.
Ternyata ketika sampai di sub unit 1, kami masih harus menunggu rekan-rekan dari sub unit 3 dahulu. Sambil menunggu semua personil yang mau ikut lengkap berkumpul, kami semua saling mengobrol dan bercanda tidak jelas. Obrolan semakin tidak jelas ketika saya bertanya masalah bau permen pada Rani dan mengomentari tingkah laku si Ijem yang takut ayam. Ada yang aneh dengan ayam di sub unit 1 dimana anak-anaknya bukan anak ayam melainkan anak-anak angsa. Kalau kami bilang itu ayam mungkin diperkosa Angsa, mungkin.
Setelah komplit semua berkumpul kami bergegas berangkat ke tempat perkumpulan pembatik Giri Asri. Lokasinya ternyata tidak jauh dari pondokan sub unit 1, disana kami memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tjuan program KKN kami. Takk lama kemudian pak kesra datang, sebagai pihak yang mengetahui betul permasalahan batik Giri Asri. Dari situlah kami mendapat banyak informasi tambahan yang berguna bagi program kami.
Sambil mendengarkan penjelasan dari pak kesra, bu mujilah memperlihatkan beberapa hasil batik yang mereka buat. Sekilas batik-batik tersebut mungkin kurang menarik jika dilihat dari warnanya. Tapi setelah diperhatikan lebih seksama, batik-batik tersebut memiliki ciri khas tersendiri, terutama karena bahan pewarnanya yang berasal dari bahan-bahan alami.
Setelah dirasa cukup, kami semua memutuskan untuk kembali ke pondokan masing-masing. Saat pulang ke pondokan ada beberapa teman sub unit 3 yang ingin mampir ke pondokan sub unit kami. Beberapa diantaranya ada Ijem dan Wida.
Malam harinya sekitar jam 19.30 kami melakukan kunjungan kerumah-rumah RT di dusun Mojolegi yang terdiri dari 6 RT, mulai dari RT 03 hingga RT 06. Sayangnya di RT 01 dan 02 kami tidak menemui Pak RT-nya karena sedang tidak dirumah. Yang menarik saat kunjungan RT ini adalah ketika berada di rumah pak RT 04 dan RT 06. Di RT 04 agak sedikit unik karena rumahnya benar—benar gelap gulita tanpa penerangan lampu listrik. Dirumah itu hanya ada satu penerangan menggunakan sentir atau lampu minyak yang sangat kecil. Kemudian di RT 06 yang letaknya diatas bukit, sehingga untuk kesana harus melawati jalan berliku dan naik turun, oh mungkin naik dan naik.
Selesai melakukan kunjungan ke beberapa RT, kami kembali ke pondokan dan mengadakan rapat sub unit. Mengingat orang-orang yang ada di sub unit 2, mungkin akan lebih tepat jika disebut bercanda dan tertawa diselingi dengan rapat. Ketika bu Jazim pemilik rumah pulang, sebentar kami mengobrol mengenai agenda kami yang akan mengumpulkan beberapa waarga untuk sosialisasi program. Disitu kami mendapat beberapa masukan yang cukup berharga. Dari obrolan dengan bu Jazim ini pula saya jadi tahu ternyata dia adalah teman Ibu, di sebuah perkumpulan pengusaha tanaman hias. Oalaaaaah dunia memang sempit.
Labels:
KKN
Senin, 13 Juni 2011
Tips Hemat BBM di Kala Bokek!
Sebuah project bersama teman-teman "Lontong Balap". Video ini dibuat dalam rangka untuk diikutkan dalam kompetisi Goodyear Creativideo. Jadi dalam Goodyear Creativideo tersebut mengangkat tema cara unik menghemat BBM. Berdasarkan brainstorming dengan teman-teman kami kemudian menterjemahkannya dalam sebuah cerita keseharian seorang pemuda bernama Mamat.
Akhir bulan tiba, dompetpun menipis. Sayangnya Mamat merencanakan sebuah kencan bersama pujaan hati pada tanggal 30. Demi tercapainya cita-cita tersebut, Mamat melakukan beberapa tips menghemat BBM di kala bokek. Cerita simple tersebut kemudian dibumbui dengan cerita-cerita dan insight yang biasa terjadi sehari-hari, yang kemudian dikemas dengan adegan-adegan lucu.
"Tips Hemat BBM di Kala Bokek!"
Talent: Aswin Mustafidz, Dian EP, Nur Arief Hidayat, Doni Darmasetiadi, Matahari Asysyakuur, Bisma Hakim, Bian Devina, Annisa Ika Tiwi, Hawwin Barri Falachi, Nur Ariyatno
Director: Cahya Purusatama
DOP: Cahya Purusatama
Editor: Angga Prawadika Aji
Visual Effect: Nur Arief Hidayat
Labels:
Motion Graphic,
Video
Selasa, 31 Mei 2011
Thanks 31 Hari Menulis
Hari ini Selasa, 31 Mei 2011 adalah hari terakhir dari sebuah gerakan 31 Hari Menulis. Sebuah gerakan yang dicetuskan oleh seorang Ardi Wilda yang sekaligus senior saya di komunikasi UGM. Dalam 31 Hari Menulis, seluruh peserta diwajibkan menulis minimal 1 postingan di blog atau facebooknya. Jika tidak bisa memenuhi kewajiban tersebut peserta akan dikenai denda sebesar Rp 20.000 per postingan per hari.
Awalnya ketika diajak mengikuti gerakan ini agak ragu-ragu, karena saya tergolong malas kalu disuruh untuk menulis. Tapi dengan sedikit bujuk rayu dari Awe, membuat saya jadi termotivasi untuk ikut. Motivasi saya mengikuti 31 Hari menulis adalah berusaha membiasakan diri menulis, selain itu saya juga ingin menjawab tantangan dari awe. Toh apa susahnya, apalagi isinya tidak dibatasi kualitasnya, mungkin ini menggunakan prinsip "Tulis Saja, Kapan Lagi?". Selain itu akumulasi dari denda peserta yang tidak menulis akan diberkan pada pemenangnya, lumayan bukan jika dapat hadiahnya.
Sampai detik ini denda yang telah terkumpul telah mencapai lebih dari satu juta rupiah. Fantastis bukan? tapi sepertinya saya belum menjadi blogger tersangar. Jadi ya harapan untuk mendapat hadiah sepertinya sangat kecil. Tapi setidaknya ketika postingan ini berhasil di post, saya resmi 100% tidak pernah kena denda.
Meski mungkin nanti saya tidak mendapat hadiah, tapi setidaknya saya telah mendapat beberapa manfaat dari 31 Hari Menulis. Manfaat pertama setidaknya saya telah berhasil mebiasakan diri untuk menulis setiap harinya. Manfaat lainnya saya jadi lebih bisa berbagi tentang ide-ide, pengalaman, pemikiran dan curhat saya setiap harinya, meski sepetinya tidak bermutu. Tapi bukankah lebih baik di share daripada dipendam dalam otak dan hati? hehehe...semoga saja meski 31 hari menulis berakhir, saya tetap bisa terus menulis setiap harinya dan terus meningkatkan kualitas tulisan saya. Thanks, 31 Hari Menulis :)
Awalnya ketika diajak mengikuti gerakan ini agak ragu-ragu, karena saya tergolong malas kalu disuruh untuk menulis. Tapi dengan sedikit bujuk rayu dari Awe, membuat saya jadi termotivasi untuk ikut. Motivasi saya mengikuti 31 Hari menulis adalah berusaha membiasakan diri menulis, selain itu saya juga ingin menjawab tantangan dari awe. Toh apa susahnya, apalagi isinya tidak dibatasi kualitasnya, mungkin ini menggunakan prinsip "Tulis Saja, Kapan Lagi?". Selain itu akumulasi dari denda peserta yang tidak menulis akan diberkan pada pemenangnya, lumayan bukan jika dapat hadiahnya.
Sampai detik ini denda yang telah terkumpul telah mencapai lebih dari satu juta rupiah. Fantastis bukan? tapi sepertinya saya belum menjadi blogger tersangar. Jadi ya harapan untuk mendapat hadiah sepertinya sangat kecil. Tapi setidaknya ketika postingan ini berhasil di post, saya resmi 100% tidak pernah kena denda.
Meski mungkin nanti saya tidak mendapat hadiah, tapi setidaknya saya telah mendapat beberapa manfaat dari 31 Hari Menulis. Manfaat pertama setidaknya saya telah berhasil mebiasakan diri untuk menulis setiap harinya. Manfaat lainnya saya jadi lebih bisa berbagi tentang ide-ide, pengalaman, pemikiran dan curhat saya setiap harinya, meski sepetinya tidak bermutu. Tapi bukankah lebih baik di share daripada dipendam dalam otak dan hati? hehehe...semoga saja meski 31 hari menulis berakhir, saya tetap bisa terus menulis setiap harinya dan terus meningkatkan kualitas tulisan saya. Thanks, 31 Hari Menulis :)
Labels:
#31harimenulis
Senin, 30 Mei 2011
Galau Akademik Yang Tercerahkan
Hari ini saya menghadiri sebuah seminar yang mendiskusikan salah satu kewajiban atau mungkin lebih enaknya disebut suatu tahapan yang pasti dilalui oleh mahasiswa S1. Seminar itu bernama Merangkai Sebuah Masterpiece. Sebuah seminar yang dihelat oleh Korps Mahasiswa Komunikasi UGM, yang mencoba menjawab kegalauan mahasiswa angkatan 2008, yang sebentar lagi sudah diperbolehkan untuk memulai merangkai skripsi.
Dalam seminar ini dibicarakan bagaimana sistematika dan alur ketika menjalani tahapan atau masa skripsi. Mulai dari mengajukan form 1, bab 1, form 4 hingga akhirnya ujian skripsi. Kemudian dipaparkan juga tema-tema yang sudah sering diajukan dan tema-tema yang masih jarang, sebagai tips memperbesar peluang diterimanya form 1. Untuk bagian ini mungkin terasa cukup rumit dan membosankan tapi jujur ini cukup mencerahkan. Disinilah saya mulai paham bagaimana skripsi itu sebenarnya.
Pada sesi selanjutnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Disini kami diminta membuat semacam gambaran tema yang mungkin ingin dijadikan tema dan judul skripsi. Di sesi saya menyerah. Benar-benar blank kalau disuruh mikir judul skripsi macam ini. Tapi karena semua pada bikin, yasudahlah akhirnya dicoba-coba meski sepertinya wagu banget hahahaha.
Di sesi terakhir adalah sesi sharing dengan tiga orang senior yang telah lulus beberapa waktu yang lalu. Dua diantaranya adalah mantan mahasiswa yang berhasil melalui tahap skripsi dengan sangat cepat dan seorang mantan mahasiswa yang tidak terhitung tidak cepat skripsinya tapi bisa lulus tepat waktu. Haha entah kenapa saya tidak heran salah satu mantan mahasiswa yang diundang adalah Awe, meski dalam tulisan yang dia bawa dia mengklaim dirinya tidak cocok dijadikan pembicara, tapi menurut saya dia sangat pantas. Memang tidak pantas jika diundang untuk memberi tips bagaimana skripsi dan lulus cepat, tapi dia sangat tepat dijadikan inspirasi bagi mahasiswa yang masih ingin melakukan sesuatu sebelum memikirkan skripsi.
Jadi salahkanlah para pembuat seminar skripsi ini jika suatu saat nanti ada yang protes kenapa saya tidak cepat-cepat menulis skripsi hehehe. Untuk yang terakhir mungkin agak bercanda, karena memang bagaimana mungkin saya akan mengambil skripsi semester depan jika masih ada mata kuliah yang belum saya ambil. Tapi saya setuju dengan apa yang dikatakan mbak Pulung soal skripsi, bahwa skripsi itu masalah momentum, skripsi itu seperti orang yang kebelet e*k, akan sangat sulit rasanya jika dipaksakan ketika belum waktunya ingin menulis skripsi. Ditambah lagi apa yang dikatakan Awe tadi dan waktu di Kindai beberapa minggu yang lalu, "puas-puasin dulu lah jadi mahasiswa, masih banyak hal yang bisa dilakukan saat jadi mahasiswa". Saya paham maksud dari kata-kata itu. Bukan hanya masalah sebuah karya atau hal nyata apa yang telah saya lakukan ketika masih menjadi mahasiswa tapi juga sudah siapkah dengan konsekuensi yang akan datang ketika skripsimu selesai?. Karena masalah kehidupan jauh lebih rumit dari sekedar menulis skripsi.
Entah tujuan apa yang ditulis para panitia seminar ini ketika mengajukan proposal. Jika tujuannya adalah agar mahasiswa menjadi tercerahkan bahwa skripsi itu bukan hal yang begitu menakutkan seperti yang selama ini dibayangkan, sehingga dapat segera menulis skripsi dengan cepat. Hmm.. tunggu dulu, tercerahkan dan tidak setakut dulu lagi mungkin iya, tapi kemudian menjadikan saya bersegera menulis skripsi, mungkin tidak. Justru karena sekarang menjadi semakin tahu bahwa skripsi tak semenakutkan yang dibayangkan, justru saya semakin yakin bahwa saya masih ingin melakukkan banyak hal sebelum lulus. Seperti yang dikatakan mbak Pulung, skripsi itu masalah individu masing-masing, apa lantas temanmu sudah nikah kamu juga akan menikah detik itu juga? apa ketika temanmu punya anak, kamu juga harus punya anak detik itu juga? Dan untungnya lingkungan pertemanan saya juga sepemikiran, bahwa mereka juga masih ingin berbuat banyak mumpung masih mahasiswa dan bukan orang-orang yang mendewakan sebuah hasil akhir.
*mungkin skripsi memang masalah pribadi masing-masing, tapi menurutku kuliah tetap akan sangat berat jika dijalani sendirian, dan sepertinya saya memang tidak bisa ^^
Dalam seminar ini dibicarakan bagaimana sistematika dan alur ketika menjalani tahapan atau masa skripsi. Mulai dari mengajukan form 1, bab 1, form 4 hingga akhirnya ujian skripsi. Kemudian dipaparkan juga tema-tema yang sudah sering diajukan dan tema-tema yang masih jarang, sebagai tips memperbesar peluang diterimanya form 1. Untuk bagian ini mungkin terasa cukup rumit dan membosankan tapi jujur ini cukup mencerahkan. Disinilah saya mulai paham bagaimana skripsi itu sebenarnya.
Pada sesi selanjutnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Disini kami diminta membuat semacam gambaran tema yang mungkin ingin dijadikan tema dan judul skripsi. Di sesi saya menyerah. Benar-benar blank kalau disuruh mikir judul skripsi macam ini. Tapi karena semua pada bikin, yasudahlah akhirnya dicoba-coba meski sepertinya wagu banget hahahaha.
Di sesi terakhir adalah sesi sharing dengan tiga orang senior yang telah lulus beberapa waktu yang lalu. Dua diantaranya adalah mantan mahasiswa yang berhasil melalui tahap skripsi dengan sangat cepat dan seorang mantan mahasiswa yang tidak terhitung tidak cepat skripsinya tapi bisa lulus tepat waktu. Haha entah kenapa saya tidak heran salah satu mantan mahasiswa yang diundang adalah Awe, meski dalam tulisan yang dia bawa dia mengklaim dirinya tidak cocok dijadikan pembicara, tapi menurut saya dia sangat pantas. Memang tidak pantas jika diundang untuk memberi tips bagaimana skripsi dan lulus cepat, tapi dia sangat tepat dijadikan inspirasi bagi mahasiswa yang masih ingin melakukan sesuatu sebelum memikirkan skripsi.
Jadi salahkanlah para pembuat seminar skripsi ini jika suatu saat nanti ada yang protes kenapa saya tidak cepat-cepat menulis skripsi hehehe. Untuk yang terakhir mungkin agak bercanda, karena memang bagaimana mungkin saya akan mengambil skripsi semester depan jika masih ada mata kuliah yang belum saya ambil. Tapi saya setuju dengan apa yang dikatakan mbak Pulung soal skripsi, bahwa skripsi itu masalah momentum, skripsi itu seperti orang yang kebelet e*k, akan sangat sulit rasanya jika dipaksakan ketika belum waktunya ingin menulis skripsi. Ditambah lagi apa yang dikatakan Awe tadi dan waktu di Kindai beberapa minggu yang lalu, "puas-puasin dulu lah jadi mahasiswa, masih banyak hal yang bisa dilakukan saat jadi mahasiswa". Saya paham maksud dari kata-kata itu. Bukan hanya masalah sebuah karya atau hal nyata apa yang telah saya lakukan ketika masih menjadi mahasiswa tapi juga sudah siapkah dengan konsekuensi yang akan datang ketika skripsimu selesai?. Karena masalah kehidupan jauh lebih rumit dari sekedar menulis skripsi.
Entah tujuan apa yang ditulis para panitia seminar ini ketika mengajukan proposal. Jika tujuannya adalah agar mahasiswa menjadi tercerahkan bahwa skripsi itu bukan hal yang begitu menakutkan seperti yang selama ini dibayangkan, sehingga dapat segera menulis skripsi dengan cepat. Hmm.. tunggu dulu, tercerahkan dan tidak setakut dulu lagi mungkin iya, tapi kemudian menjadikan saya bersegera menulis skripsi, mungkin tidak. Justru karena sekarang menjadi semakin tahu bahwa skripsi tak semenakutkan yang dibayangkan, justru saya semakin yakin bahwa saya masih ingin melakukkan banyak hal sebelum lulus. Seperti yang dikatakan mbak Pulung, skripsi itu masalah individu masing-masing, apa lantas temanmu sudah nikah kamu juga akan menikah detik itu juga? apa ketika temanmu punya anak, kamu juga harus punya anak detik itu juga? Dan untungnya lingkungan pertemanan saya juga sepemikiran, bahwa mereka juga masih ingin berbuat banyak mumpung masih mahasiswa dan bukan orang-orang yang mendewakan sebuah hasil akhir.
*mungkin skripsi memang masalah pribadi masing-masing, tapi menurutku kuliah tetap akan sangat berat jika dijalani sendirian, dan sepertinya saya memang tidak bisa ^^
Labels:
#31harimenulis,
kuliah,
sharing
Langganan:
Postingan (Atom)



