Sabtu, 14 Mei 2011

Sebuah Game Favorit

Bagi laki-laki yang lahir dan besar di era 90an mungkin setuju bahwa video game adalah bagian dari masa kecilnya dan mungkin telah menjadi bagian dalam hidupnya. Coba saja tolong carikan seseorang yang hidup dalam suatu peradaban yang kata orang telah modern, tidak pernah bermain yang namanya video game. Yakinlah entah apapun medianya, dia pasti pernah bermain video game.

Kali ini aku akan sedikit berbagi tentang sebuah game yang aku nobatkan sebagai game legendaris versiku. Yang dimaksud legendaris disini adalah, sebuah game yang sampai kapanpun ketika dimainkan, perasaan yang sama ketika pertama kali memainkannya masih terasa. Game yang akan aku bahas ini adalah game dengan konsol PC sebagai media untuk memainkannya, dan game yang aku bahas ini bukanlah game pertama yang aku mainkan. Mungkin suatu saat akan dibuat postingan mengenai game-game apa saja yang memorable bagiku.






Game tersebut adalah Rise of Nations....

Tong Sampah

by: richardsantoso
Postingan pindahan dari tumblr :

Wah blogspot error coy…jadilah saya menulis untuk postingan ke-13 ini di tumblr. Bukan tumblr baru sih sebenarnya, entah kapan aku bikinya yang jelas kayaknya tahun 2010 kemarin. Niat awal bikin ini sih cuma nyoba aja, selain karena hampir semua situs jejaring sosial, atau apapun yang sempat populer selalu aku coba moticasi dari bikin tumblr ini siapa tau jadi termotivasi nulis, tapi ternyata saya lebih memilih blogspot.

Postingan kali ini bukan tentang maslah tumblr atau blogspot. Tapi kali ini aku mencoba bercerita tentang tong sampah, tapi bukan tong sampah dalam arti sesungguhnya. Secara harafiah tong sampah adalah tempat untuk membuang sampah. Ketika seseorang memiliki barang yang sudah tidak diperlukan atau tidak berguna lagi benda tersebut bisa disebut sampah, dan sebagai orang yang beradab maka ia akan membuang sampahnya ke tong sampah. Lalu bagaimana kalau dia membakarnya atau mendaur ulangnya? ah luweh, sakarepe..

Analogi yang sama juga digunakan untuk aktivitas bercerita tentang masalah atau beban pikirannya, atau yang sering kita kenal dengan istilah curhat. Maka dari itu seseorang yang mendengarkan curhat juga bisa disebut sebagai “Tong Sampah”. Tong sampah karena pada dasarnya hal-hal tersebut bisa disebut sebgai sampah dan siapa sih yang mau menyimpan masalah dan beban pikiran sendirian, maka ketika kita bercerita atau curhat prinsipnya hampir sama dengan membuang sampah.
Membuang sampah dalam pengertian yang sesungguhnya dapat membuat kita lebih bersih, lebih ringan karena tak lagi membawa (beban) sampah. Hal yang sama juga terjadi ketika kita membuang sampah dalam artian curhat. Meski belum tentu mendapat jawaban dari permasalahan kita, tapi setidaknya kita telah mengungkapkan masalah dan beban kita yang biasanya itu paling tidak akan lebih meringankan kita. Karena terkadang seseorang bercerita itu bukan karena ingin mencari solusi, hanya saja dia ingin didengar.

Setidaknya itulah yang aku alami hari ini, menyampah dan menjadi tong sampah. Seperti manusia biasa yang bukan superman, batman, spiderman dan kawan-kawannya, aku juga bisa punya masalah (sering malah). Kadang memang kita bisa menyelesaikan dan meredamnya sendiri, tapi itu kadang bukan selalu. Harus diakui memang dari sesi menyampah tadi sore bersama seorang teman itu tidak menyelesaikan masalah terlepas memang masalah itu bukan masalah yang ada solusinya, tapi setidaknya aku merasa lebih lega. Pertama karena sudah tidak ada beban ketika ditanya “kenapa?”, kedua ya itung-itung kalau aku mati, paling tidak ada yang tahu kenapa. hahaha yang terakhir ini 99% bercanda.

Lalu orang seperti apa yang cocok dijadikan tempat sampah? jawabannya, seseorang yang mau mendengar. Ini wajib karena bagaimana kau akan bercerita pada seseorang yang tidak mau mendengarkanmu? Kemudian seseorang yang menurutmu nyaman untuk diajak nyampah. Karena ketika kau merasa nyaman bercerita dengannya, kau tak merasa takut atau segan untuk bercerita yang sesungguh-sungguhnya. Tidak lucu bukan, ketika mau nyampah tapi malah sibuk terlihat keren demi terjaganya image dan brand kita?. Lalu seseorang yang bisa dipercaya, jelas maksudnya adalah seseorang yang tidak punya motivasi akan menyebarkan sampah-sampahmu ke orang lain karena belum tentu kita mau orang lain tahu apa yang menjadi sampah kita. Selanjutnya adalah seseorang yang bisa memberikan solusi, untuk yang terakhir ini sebenarnya tidak wajib, karena selain mungkin juga lebih susah dicari, belum tentu kita sedang ingin mendengarkan solusi.
Kriteria di atas bukan merupakan suatu kombinasi, tapi kalau bisa menemukan kombinasi tersebut ya baguslah, meski mungkin akan sangat sulit. Jadi carilah “Tong Sampahmu” dan menyampahlah jika ingin meringankan beban pikiranmu, trust me it work :)

Kamis, 12 Mei 2011

Tweetmu Harimaumu

print ad: Matahari Asysyakuur

Twitter itu seperti senjata, berbahaya ketika digunakan dengan sembarangan....
Twitter itu seperti ketika kau berbicara langsung pada sekelompok orang yang mendengarkanmu...
Mulutmu harimaumu juga berlaku di twitter, tweetmu harimaumu...
Kau tahu? ketika tweetmu di retweet, itu berarti tweetmu telah menyebar sampai batas yang tak ditentukan, dan kau sudah tak bisa mengendalikan efeknya lagi...
Tak semua orang berkenan dengan apa yang kau tweet, begitu juga seseorang yang kau mention....
Begitu banyak agenda setting dan isu yang mungkin terpengaruh karena satu tweetmu...
Dan kau tak selamanya tau semua isu dan agenda setting yang sedang berkembang....
Kau juga tak selamanya tahu bagaimana perasaan seseorang yang mungkin berkaitan dengan tweetmu...
Ingat kawan komunikasi bersifat irreversible...

Hati-hati menggunakan twittermu kawan...

Rabu, 11 Mei 2011

Peninggalan Masa Lalu

Siang ini ketika aku kumpul kelompok MPR dan Stratplan, seperti biasa diskusi selalu diselingi dengan obrolan-obrolan iseng. Sampai ketika Matahari kemudian menyinggung masalah postingan surat dari seorang teman yang aku posting beberapa hari yang lalu. Ada satu pertanyaan yang cukup menarik dari matahari, "kok kowe iseh nyimpen toh?" (kok kamu masih menyimpan toh?). Rasanya jadi tergoda untuk menjawab pertanyaan itu, tapi karena tadi obrolan langsung diarahkan ke diskusi tugas lagi maka jawabannya jadi tertunda.

Maka melalui postingan ini aku mencoba menjawab pertanyaan matahari tadi. Sebenarnya pertanyaan matahari itu bisa dijawab dengan sebuah pertanyaan (lho..) "sebenarnya kapan sih aku membuang sesuatu yang aku punya?" dan jawabannya adalah, jarang!. Sejak kecil aku selalu merasa bahwa semua barang itu bisa menyimpan cerita tersendiri, mungkin sekarang barang tersebut adalah sebuah barang yang digunakan sesuai fungsinya, tapi ketika barang tersebut ada di masa yang akan datang barang tersebut jadi memiliki cerita tersendiri. Seolah-olah kita telah membuat suatu cerita terperangkap dalam suatu barang tersebut.

Jadi sejak menyadari hal itulah aku jadi sering merasa sayang membuang barang apapun itu kecuali itu memang harus dibuang atau sudah tidak dibutuhkan lagi. Selain itu kebiasaan ini juga karena pengalaman membuang suatu benda yang aku lupa apa bendanya. Pada waktu itu karena merasa sudah tidak butuh lagi, aku membuangnya tapi beberapa bulan kemudian aku menyesalinya karena ternyata barang yang aku buang sangat dibutuhkan detik itu juga.

Kebiasaan menyimpan barang ini juga ikut terbawa dalam kehidupan berteknologi digital (opo toh?). Di komputerku yang sekarang aku pakai menulis postingan ini masih terdapat file pertamakali aku belajar memakai microsoft word, dan karya pertamaku menggunakan paint. Selain itu juga terdapat ratusan ribu backup SMS dari jaman SMA kelas 2, lalu di inbox email ku pun tak pernah sekalipun aku menhapus email, kecuali spam. Berikut adalah beberapa benda bersejarah itu, tak susah untuk menemukannya karena prinsipnya hampir semuanya ada di tempat dimana terakhir benda itu diletakkan.

Karya Paint Pertamaku





Kartu Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD


Daftar Nilai Try Out SMA *terancam tidak lulus*

Hahahaha..untuk yang daftar nilai itu sebenarnya belum terlalu lama (3 tahun yang lalu) tapi sudah seperti kertas jaman perjuangan. Mungkin karena itu kertas buram dan aku pakai sebagai alas mouse komputer (sampai sekarang) karena dulu sengaja aku sembunyikan, karena nilainya yang sangat kacau. Dalam Try out itu aku tidak lulus karena ada nilaiku yang cuma 4.00 untuk pelajaran bahasa inggris, aku ingat sekali waktu itu aku sedang dilanda flu yang sangat parah sehingga konsentrasiku benar-benar nol ketika mengerjakan listening section :(

Mungkin kebiasaan menyimpan barang ini ada beberapa keuntungan seperti yang sudah disebutkan. Tapi kebiasaan ini juga kurang baik juga, selain menyita banyak ruang untuk menyimpan, kebiasaan ini juga beresiko membuat kita selalu berada dalam bayang-bayang masa lalu. Hahaha...tapi untungnya yang terakhir itu sangat jarang terjadi padaku, jadi yaa...aku menikmati kebiasaan ini :)

Selasa, 10 Mei 2011

Keberuntungan Berturut-turut

Sedikit berbagi tentang cerita hari ini, Selasa 10 Mei 2011 yang aku sebut sebagai hari keberuntungan. Kalau diperhatikan sebenarnya setiap hari pada hakikatnya adalah hari keberuntungan karena kita masih diberi kehidupan, kesehatan dan banyak nikmat lainnya. Tapi mungkin terlihat biasa jika itu aku ceritakan dalam postingan ini. Yaa..bukan maksudnya menganggap nikmat dari Allah itu sepele juga lho.

Hari ini adalah hari keberuntungan karena hari ini aku mendapat banyak pemberian dari teman-temanku. Diawali dengan bangun jam 5 pagi, hari ini udaranya cukup dingin dan segar. Meski demikian sejak kecil aku suka udara dingin, udara dingin memiliki kenikmatan sendiri, mungkin begitu aku menggambarkannya. Karena sudah tidak ada beban tugas apapun, aku melanjutkan tidur di kama sambil menunggu jam 9 untuk berangkat kuliah. Sialnya aku baru bangun lagi jam 9, padahal seharusnya jam 9 aku harus sudah berangkat dari rumah mengingat perjalanan rumah ke kampus setidaknya membutuhkan waktu 30 menit. Tapi karena suatu kewajiban dirumah ini, semua yang mau pergi harus sudah makan, maka terpaksa aku makan dulu, kemudian mandi barulah berangkat sekitar pukul 9.15. Untuk yang ini tidak dihitung kesialan karena toh aku tidak keberatan berangkat terlambat hehehehe.

Sampai di kampus ternyata kuliah sudah dimulai dengan presentasi dari kelompoknya Arya, jam menunjukan pukul 9.44. Duduk memperhatikan presentasi dengan mata masih agak berat karena pengaruh angin saat di jalan. Disinilah keberuntungan mulai kelihatan, ternyata hari ini kelompok kami tidak presentasi. Dan di kuliah filkom kali ini aku mendapat sedikit inspirasi dan pencerahan mengenai skripsi nanti hohooho.

Selesai kuliah Doni mengajak beberapa orang termasuk aku untuk makan siang. Setelah semua yang mau diajak siap berangkat, kami semua mulai berangkat menuju suatu rumah makan. Setelah sampai ditempatnya ternyata rumah makan tersebut tutup. Yasudahlah diputuskan untuk makan di SS saja mengingat sudah semakin siang dan ada kuliah jam setengah 1.

Saat makan di SS kami bercerita ngalor ngidul tentang dunia perkampusan komunikasi. Seperti biasa memperbincangkan orang lain adalah topik yang menarik ketika berkumpul bersama-sama. Di tengah pembicaraan tiba-tiba HP ku bergetar tanda ada sms masuk, segera aku lihat SMS itu dan ternyata dari 151. Bagi pengguna Indosat pasti tahu itu pertanda apa, yaa..aku mendapat transfer pulsa dari suatu nomer ketika aku cek, ternyata dari seorang teman SMA. Dan disitu aku ingat bahwa memang dia pernah janji memberi sejumlah hadiah ucapan terima kasih senilai tiket nonton di 21. Karena kesibukan kami yang tak sama maka tiket nonton itu diganti menjadi pulsa. Lumayan lah, tadinya memang aku berniat beli pulsa setelah pulang kuliah ini mengingat sudah mendekati ambang batas.

Setelah selesai makan kami bergegas kembali ke kampus karena sudah jam setengah satu untuk kuliah MPR. Sampai di kampus ternyata mas Sulhan belum datang karena masih ada rapat jurusan. Ketika menunggu di luar kelas sambil mengobrol dengan teman-teman lain, Matahari memanggilku katanya dipanggil bu menejermu. Dalam pikiranku pasti ini masalah produksi iklan, tapi agak janggal juga kalu produksi iklan mengingat mata kuliah tersebut sedang tidak ada tugas. Ternyata setelah ditemui, Nesha memintaku untuk memilih satu diantara dua bungkusan, setelah memilih salah satu dari dua bungkusan itu, dia memberikannya padaku. "Apa ini nesh?" tanyaku heran, "itu mug" jawabnya. "Iya aku tau, tapi mug dalam rangka apa?" setelah diceritakan ternyata itu sebuah bikisan dari Dagadu, sebagai ucapan terima kasih telah membantu kelompok D5 saat pitching minggu lalu.



Hahaha..padahal kalau dipikir-pikir aku justru mengacaukan hasil kerja mereka selama berhari-hari, solusi yang aku kasih pun asal keluar saja dari kepala. Tapi alhamdulillah lah hehehehe...

Mungkin memang tidak terlalu luar biasa keberuntungan hari ini, tapi bukankah ini hal yang patut disyukuri?. Setidaknya hari ini mungkin adalah kebalikan dari hari Rabu lalu yang merupakan hari kesialan berturut-turut. Hmm...besok sudah rabu lagi, semoga besok menjadi rabu yang lebih baik lagi, amin.

Doa Untuk Yang Telah Iseng

Mungkin ada yang berbeda pada blog ini sejak tadi siang. Bukan hilangnya suatu postingan atau desain blog yang berubah, tapi berkurangnya fitur dalam blog ini. Jika sebelumnya kalian menjumpai gadget shoutbox di kolom kedua blog ini, mulai siang tadi fitur tersebut resmi aku cabut.

Alasannya simple, useless. Tapi ada alasan yang memicu mengapa tiba tiba aku hilangkan, ya..karena ada orang iseng yang menyalahgunakan shoutbox tersebut. Sebelumnya mungkin aku tak peduli dengan apa yang tertulis di shoutbox tersebut karena aku menghargai kebebasan berpendapat dan berekspresi orang lain. Tapi atas nama brand management, siang tadi aku resmi mencabutnya. tok..tok..

Sebenarnya dari materi yang ditulis di shoutbox itu pelakunya sangat terbatas sekali. Kemungkinannya adalah orang yang bersangkutan, dan kemungkinan yang lain adalah orang-orang yang tahu tentang orang yang bersangkutan, dan ini sangat terbatas sekali menurutku. Kemungkinan pertama sepertinya harus dihilangkan karena sangat tidak mungkin, dan yang tersisa tinggal kemungkinan kedua yang jumlah orangnya tidak sampai 10 orang.

Tapi yasudahlah aku tidak akan menuduh siapapun orangnya. Aku hanya bisa mendoakan agar orang yang iseng tersebut diberi petunjuk dan diampuni dosanya. Doa yang sangat baik, tapi semua tergantung kehendak Allah. Allah memberi petunjuk hambanya yang "tersesat" dengan berbagai cara, mungkin Allah memberi petunjuk dengan memberiku rejeki yang melimpah, sehingga suatu ketika aku berniat mentraktir teman-temanku yang mungkin juga secara tidak sengaja aku juga mentraktir orang iseng tersebut. Karena telah ditraktir dia jadi sadar ternyata perbuatannya salah lalu dia mengakui perbuatannya dan meminta maaf, alhamdulillah. Tapi Allah juga pernah memberiku petunjuk agar aku selalu berhati-hati di jalan dengan membuatku jatuh ketika mengendarai motor bahkan sampai kuku ku copot. Hmm.. Allah maha adil bukan?

Senin, 09 Mei 2011

Just For My Mom

Jika tanggal 22 Desember seluruh masyarakat Indonesia merayakan hari ibu, maka bagiku hari ibu yang sesungguhnya adalah tanggal 9 Mei. Di tanggal inilah seorang wanita yang telah melahirkanku lahir, itulah kenapa aku menyebut tanggal 9 sebagai hari ibu yang sesungguhnya. Aneh rasanya bagiku menyebut tanggal 22 Desember sebagai hari ibu, dan entah kenapa tanggal tersebut dijadikan hari ibu. Hahaha..tidak penting sebenarnya, karena itu kita tidak akan memperdebatkannya lagi.

Ibu, sosok wanita yang luar biasa bagiku. Terlepas dari dia yang melahirkanku ke dunia ini, ibu adalah wanita pertama yang aku kenal. Dialah yang mengajariku makan, mengajariku bicara, mengajariku berjalan, dialah guru pertamaku. Dialah wanita yang telah memberiku segalanya, rasanya tidak akan pernah cukup dituliskan dalam kata-kata apa saja yang telah dia berikan. Dia memang luar biasa.


Rasanya inigin meneteskan air mata ketika mencoba mengingat bagamana kita menghabiskan waktu bersamanya. Saat dimana aku merengek, menangis minta dibelikan mobil-mobilan dia dengan sabarnya menenangkanku dan membelikan mobil-mobilan itu agar aku senang. Saat pertama kali aku masuk sekolah, dia rela membolos dari kantor untuk mengantarku sekolah dan menungguiku hingga pulang. Saat aku tak bisa mengerjakan PR matematika ku, dia mengajariku dengan sabarnya. Saat dimana aku lemah terbaring ditempat tidur karena sakit, dengan penuh kasih sayang ibu merawatku. Ketika dia melihatku menangis karena kegagalanku, dia selalu berkata "cowok ga boleh nangis, ayo dicoba lagi pasti bisa...". Ketika aku bertengkar dengan adikku, dia selalu meyakinkanku untuk menjadi kakak yang baik. Ketika aku ada masalah, dialah yang paling memahamiku meski aku tak pernah bercerita tentang masalahku. Aaah..hidungku mampet!

Begitu banyak yang dia berikan, tapi rasanya hanya sedikit yang telah aku berikan padanya, mungkin memang takkan bisa melebihi apa yang dia berikan. Rasanya lebih sering aku membuatnya susah, membuatnya marah, membuatnya menangis (mungkin). Yaa..mungkin dia tidak pernah minta balasan apapun, tapi anak macam apa yang sampai hati melupakan apa yang telah ia berikan.

Satu hal yang pernah dia katakan, bahwa ibu hanya ingin apa yang anaknya cita-citakan tercapai, menjadi seseorang yang berguna dan dapat dibanggakan. Ahh..air mata ini rasanya tak bisa dihentikan. Dia pernah bercerita tentang cita-citaku waktu masih kecil. Waktu itu ketika kami sekeluarga, aku, bapak dan ibu pergi kerumah nenek di jalan aku bertanya pada ibu,

Aku: "bu..itu gedung apa kok gede banget?"
Ibu: "oh..itu gedung sekolah"
Aku: "sekolah ki opo?"
Ibu: "sekolah ki tempatnya orang-orang pinter"
Aku: "aku besok sekolah disitu ya bu, aku kan pinter"
Ibu: "iyo, nek ari pinter besok bisa sekolah disitu"
Aku: "aku besok pinter kok, aku sekolah disitu"

Yaa..paling tidak sekarang aku bisa membuktikan janjiku waktu itu. Meski bukan bersekolah di gedung yang waktu itu aku lihat (GSP), tapi aku kini bersekolah di universitas dimana gedung itu berada.
Mungkin belum banyak yang bisa aku berikan dan aku banggakan untuk ibu, yaa..tapi aku selalu berusaha memenuhi semua janjiku dan cita-citaku, seperti yang selalu ibu pesankan. Happy birtday my mom, thanks for everything :)

Minggu, 08 Mei 2011

Sekumpulan Data Di Otak Tentang Banyak Tahu dan Asumsi

Ah..mungkin postingan ini akan sangat absud, racetho, ambyar dan lain sebagainya, karena mungkin ini adalah tumpahan data-data di otak yang belum sempat di encoding menjadi bahasa manusia. Ya mungkin bisa dibilang ini postingan curhat gegalauan yang tiba-tiba saja muncul sore ini karena tweet dari seorang teman. Bukannya mau menyalahkan temanku yang telah menulis suatu tweet di sore hari yang selo ini. Dia tidak salah cuma mungkin akunya saja yang kemudian membuat beberapa asumsi yang akhirnya mempengaruhi kestabilan otak hahahaha.

Entahlah..akhir-akhir ini aku jadi merasa tau banyak hal ternyata ada ga enaknya juga. Tau banyak hal mungkin menjadi suatu impian bagi sebagian orang karena dengan tau banyak hal mungkin kita jadi bisa lebih bermanfaat dalam pergaulan sosial kita. Yaa..aku juga setuju dengan pandangan itu tapi mungkin lebih tepatnya kalu itu adalah tau banyak hal yang penting dan bermanfaat. Hmm..mungkin pendapatku itu salah karena mungkin aku berubah pikiran juga. haaa entahlah...

Tau banyak hal sangat erat kaitannya dengan naluri manusia yaitu mempunyai rasa ingin tahu sebagi akibat dari memiliki akal. Nah aku juga tidak menyalahkan pemberian Allah yang satu ini tapi lagi-lagi ternyata tidak semua manusia bisa memanfaatkannya dengan sangat bai pemberian yang sangat luar biasa ini. Sehingga seorang anak manusia bisa dengan selonya mencari tahu sesuatu yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan dirinya, tapi karena suatu kepentingan, yang tadinya tidak ada hubungannya berubah jadi hubungannya dan mempunyai pengaruh pada seseorang yang tadi ingin mencari tahu. Hahaha..mungkin disini aksiologi yang biasa kita temui dalam mata kuliah filsafat berperan.

Beberapa contoh kasus tentang ketidak enakan karena tau banyak hal mungkin pernah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia. Seseorang yang tidak bersalah apa-apa bisa saja dibunuh karena tahu suatu rencana pembunuhan. Atau bahkan seseorang diteror oleh sesorang karena dia tahu sesuatu. Yaa hari rabu yang kacau kemarin juga salah satunya karena tau banyak hal hmmm. Mungkin ketidak enakan juga terjadi pada seseorang yang sering dijadikan tempat curhat. Mending kalau kliennya cuma satu orang bagaimana kalau lebih dari 2 atau mungkin 3, 4, 5 mungkin?

Ahh..mungkin lebih tepatnya begini, menjadi tau banyak akan menjadi bermasalah ketika kita tau banyak hal/info tapi belum cukup atau menyeluruh. Maksudnya kita tahu suatu info tapi baru sepotong, lalu kita dapat info lain lagi yang juga cuma sepotong-sepotong. Nah disini mungkin akan timbul suatu asumsi karena kita berusaha melengkapi sepotong info yang kita dapat tadi. Lalu sebenarnya siapa yang salah ketika asumsi yang kita buat ternyata tidak menguntungkan bagi kepentingan kita. Kemudian karena tidak menguntungkan kemudian kita berusaha sekeras mungkin untuk tidak percaya agar asumsi tersebut tidak berubah menjadi kenyataan, tapi justru ketika semakin berusaha tidak mempercaiyainya malah asumsi tersebut menjadi kenyataan. Huufft hidup ini memang pelik.

oh..iya, ketika kita tahu banyak hal justru pengetahuan kita tersebut jadi membuat kita membatasi diri untuk berekspresi. Mungkin pendapat yang ini aku mendapat sedikit dukungan dari teman-teman D5 yang kemarin juga bercerita demikian. Tapi mungkin benar juga, seperti kata bapak-bapak botak yang selalu hadir setiap hari minggu malam di metro tv itu juga pernah berkata bahwa ketika semakin banyak tahu maka kita akan semakin ragu mulai melangkah karena banyak asumsi yang muncul di kepala kita, jangan-jangan begini, jangan-jangan nanti begitu, yang pada akhirnya membuat kita tak jadi "melangkah". Mungkin suatu anugrah yang patut disyukuri orang-orang yang lebih sedikit tahu karena mereka tidak tahu maka dengan percaya diri mereka "melangkah" dan mungkin malah berhasil, Allah maha adil.

Aaaaah..entahlah, tapi kenapa asumsi yang aku buat hampir selalu menjadi kenyataan padahal tidak menguntungkanku? hmm..yasudahlah mungkin kita harus berhenti berasumsi, tapi bagaimana kita bisa berhenti berasumsi ketika berasumsi sendiri seperti sudah menjadi naluri seorang manusia. Atau sebaiknya kita tidak ttahu apa-apa saja? aahh itu juga tidak mungkin.

Entahlah...

Sabtu, 07 Mei 2011

H.264 Encoder

Bangun dari tidur siang langsung kaget karena belum menulis untuk #31harimenulis padahal nanti malam harus berangkat Soundtrackustik. Setelah sedikit menggeser otak, terpikir olehku untuk membagi pengalamanku tadi pagi tentang dunia encoder.

Ceritanya kemarin malam aku iseng mencari-cari software untuk mengompres video agar ukurannya kecil tapi kualitasnya tidak berkurang. Hal ini terinspirasi dari pengalaman mendownload video-video di berbagai situs berbagi video seperti youtube atau vimeo yang memiliki ukuruan relatif kecil tapi kualitas cukup bahkan sangat baik, padahal durasinya cukup lama. Lalu berkaca juga pada pengalaman mendownload anime yang hanya berukuran ratusan MB tapi dengan resolusi HD. Padahal semua video hasil render-an AE ku berukuran sangat raksasa, meski cuma 1 menit, satu file bisa berukuran 900 MB itupun sudah yang terkecil, bagaimana kalau pakai .avi. Selama ini aku memakai Any Video Converter untuk memperkecil ukuran file, tapi ya harus diakui kualitasnya juga ikut turun dan kadang tidak full frame.

Pencarian pertamaku berujung pada forum perkumpulan penggemar anime di Indowebster. Seperti dugaanku mereka ini pasti punya ilmu dalam hal kompres mengompres video, maka segeralah aku angkat mereka jadi guruku kali ini. Setelah mendapat kesaktian mereka, coba aku praktekan pada beberapa hasil karya AE ku. Software yang aku gunakan bernama MeGUI dan RealAnime 6. setelah mengikuti tutorial yang begitu pelik dan menghabiskan waktu, akhirnya aku bisa menguasainya. Tapi apa yang aku dapat? aaaahhh tidak mempan! maksudnya ya memang benar file nya jadi kecil tapi tetap saja kualitasnya turun bahkan sempat tak terbaca. Yasudahlah mungkin belum jodohnya, suatu saat mungkin ilmu dari para penggemar anime ini ada manfaatnya.

Tak berhenti disitu aku terus mencari-cari guru baru. Sampai akhirnya aku menemukannya di suatu padepokan tanpa harus berguru berbulan-bulan aku langsung mendapat sebuah pusaka, seperti inilah penampakannya


Setelah aku coba pada beberapa file hasil renderan AE ku dan melihat hasilnya, akhirnya aku bisa berteriak, "EUREKA!". Video yang tadinya berukuran 163 MB jadi sekitar 20 MB untuk normal quality dan 30 MB untuk Highquality tanpa resize tapi dengan kualitas hampiiiiiir tidak berkurang. Hmm..tapi sayangnya ini hanya efektif untuk file dengan format .mp4 dan keluarganya, hasil keluarannya pun demikian. Tapi paling tidak ini bisa jadi salah satu jurus andalan sambil terus mencari pusaka-pusak baru hehehe.

Jumat, 06 Mei 2011

Engkau Masih Anak Sekolah...

Rasanya tidak mungkin kalian yang membaca postingan blog ini tidak mempunyai kenangan saat SD. Semua pasti mengalami masa SD, masa dimana kita mulai dikenalkan dengan konsep sekolah dan pendidikan formal. Ketika kita sudah dikenalkan dengan konsep tanggung jawab, tugas, dan dinamika anak sekolahan lainnya. Meski demikian naluri kita pada masa itu adalah naluri anak-anak yang suka bermain.

Selama 6 tahun kita bersekolah di SD pasti banyak kenangan tak terlupakan. Kenangan bermain bersama teman, bersepeda, main kartu, dimarahi guru, menangis karena dijahili, atau mungkin jatuh cinta? *ups*. Rasanya asyik ketika kita bercerita kenangan dimasa dimana kita belum benar-benar tahun mana yang benar mana yang salah dan mana yang memalukan, semuanya sebenarnya masih polos hahahaha...

Pada postingan kali ini aku akan sedikit membuka suatu cerita yang dulunya menjadi semacam rahasia. Aku pikir ini tidak akan menjadi sesuatu yang berbahaya dan menjadi ancaman ketika cerita ini dibuka karena toh ini sudah sangat lama, lebih dari 12 tahun yang lalu. Dan tidak akan berdampak signifikan pada berbagai kepentingan dan peta politik masa kini hahahaha. Toh negara sebesar Amerika, setiap 30 tahun selalu mempublikasikan dokumen rahasianya. Jadi beruntunglah bagi yang sempat membaca postingan ini karena bisa sedikit tahu sisi lain dari kehidupan seorang Arie :)

Cerita yang akan aku buka berkaitan dengan kisah asmara (halah) seorang Arie ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Waktu itu aku kelas 6 SD yang sedang menjalani detik-detik terakhir duduk di bangku SD. Aku pun juga heran kenapa waktu itu anak SD yang berusia 12 tahun sudah tahu yang namanya cinta-cintaan (mari salahkan sinetron) hahaha. Cerita ini dimulai ketika aku mendapat sepucuk surat dari seorang gadis yang dititipkan pada temanku.

Gadis itu adalah teman sekelasku di kelas B dari kelas 1 sampai 6, yang harus aku akui aku sangan simpati padanya karena dia gadis yang pintar dan cukup manis hahaha. dari kelas 1-3 kami sering rangking 3 besar, meski aku tak pernah sekalipun mencapai rangking 1, tapi dia tak pernah bisa mengalahkanku dalam urusan rangking kelas. Tapi kedudukan berubah ketika mulai menginjak kelas 4, jadi aku yang tak pernah bisa mengalahkannya hahahaha....


Kembali ke surat tadi, ketika surat itu sudah berpindah ke tangan, perasaan jadi tidak karuan. Tadinya mau aku baca dirumah saja karena berbagai alasan, yang salah satunya takut juga hahaha. Tapi temanku yang dititipi tadi membujukku untuk segera membukannya saja. Yasudahlah, toh aku juga ingin segera tahu isinya apa. Kira-kira isinya begini....


Karena aku belum minta izin pada yang bersangkutan, rasanya tidak etis kalau harus mempublikasikan namanya hahahaha. Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? hahahaha...sejujurnya saat itu tak terbayang harus sampai kesitu rasa simpatiku berlanjut, tapi ya apa salahnya juga hahahaha. Yaaa..Setidaknya cerita terus berlanjut hingga ijasah SD diterima, meski kita melanjutkan di SMP yang sama tapi kita memilih untuk tidak melanjutkan ceritanya :D

*ditulis dengan sedikit agak geli dan heran dengan bahasa yang ada di surat, jangan ditertawakan karena itu adalah tulisan anak SD, tapi boleh heran karena itu tulisan anak SD :D

Kamis, 05 Mei 2011

Poster Soundtrackustik 2011, Sebuah Dedikasi

Akhirnya angkatan 2008 telah menginjak tahun ke-3 di Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Di tahun ke-3 ini angkatan 2008 mempunyai hajatan yang sudah menjadi kewajiban angkatan tahun ke-3 untuk menyelenggarakan sebuah perhelatan "komkustik". Sesuai tradisi yang telah berlangsung, komkustik terdiri dari serangkaian acara berupa lomba dan sebuah malam pentas seni.

Jika di tahun-tahun sebelumnya angkatan 2007 mengangkat tema dangdut "dangdustik", ntuk komkustik tahun ini angkatan 2008 mengangkat tema "Soundtrackustik" dimana komkustik tahun ini berhubungan dengan film atau soundtrack film. Dalam perhelatan ini aku ikut serta dalam kepanitiaan Soundtrakustik sebagai (lagi-lagi) humas dan publikasi. Salah satu amanah yang dipercayakan oleh sang ketua komkustik, Dangan Prasetya kepadaku adalah membuat poster publikasi acara. Dan seperti inilah penampakannya...



Sesuai dengan tema acaranya yaitu film, maka poster untuk soundtrackustik ini aku buat semirip mungkin dengan poster film. Setelah melakukan riset berjam-jam melalui mbah google, akhirnya terpilihlah layout seperti itu. Untuk artwork nya aku mencoba membuat mozaik dari poster-poster film ternama yang membentuk visualisasi seseorang yang sedang memainkan gitar.

Ada satu bagian yang paling aku suka dari poster ini. Yaitu copy "From the Creators of KNP 2008 and GC 2009, Komunikasi 2008", waw..seolah kita (angkatan 2008) telah menciptakan sesuatu yang luar biasa dan kembali menciptakan sesuatu yang luar biasa. Ketika membuat poster ini tak ada perasaan apapun pada poster tersebut, tapi ketika mengupload dan mendengarkan komentar dari teman-teman, merinding rasanya membaca kata demi kata di poster tersebut. :')

Setelah KNP dan GC, Soundtrackustik merupakan persembahan terakhir angkatan 2008 pada seluruh warga komunikasi UGM. Begitu terasa semangat dan dedikasi teman-teman ketika menghelat rangkaian acara Soundtrackustik, seolah kita semua berkata "yaah..akhirnya kita sampai pada masa ini, mari kita ciptakan dan mari kita tuntaskan"

Seperti halnya dengan soundtrackustik yang didedikasikan angkatan 2008 untuk warga komunikasi, poster ini aku dedikasikan untuk angkatan 2008 dan warga komunikasi :)

Rabu, 04 Mei 2011

Aku Menyebutnya "Hang"

Semua orang pengguna mesin bernama komputer, laptop, Pc atau yang dipersamakan dengan itu pasti pernah mengalami suatu kondisi dimana mesin tersebut menjadi sangat lambat dan bahkan tidak mau bekerja. Kondisi itu dinamakan "hang". Sebuah kondisi dimana komputer mengalami kelebihan beban pemrosesan data sehingga menjadi lambat dan macet.

Komputer dibuat berdasarkan prinsip manusia, manusia punya otak komputer punya prosesor, manusia punya memori untuk menyimpan ingatan komputer punya hardisk untuk menyimpan data. Prinsip kerjanya pun sama, manusia dan komputer bisa berpikir hanya saja sifatnya yang berbeda, komputer lebih bersifat artifical atau buatan. karena prinsipnya sama maka manusia pun juga bisa mengalami kelebihan beban ketika memproses "data", yaa..mungkin itu yang aku alami hari ini. Untuk postingan hari ke-4 ini mungkin aku akan curhat saja tentang hari ini, Rabu 4 Mei 2011.

Mimpi yang indah ternyata tidak selalu menjadi pertanda harimu akan baik, setidaknya itu yang aku alami hari ini. Setelah bangun tidur dari hasil ketiduran, aku langsung menatap layar komputerku yang masih menyala, disitu terbuka photoshop dan jam di taskbar menunjukan pukul 05.12. Langsung saja aku teringat bahwa kemarin aku janji pada Nesha untuk mengirim hasil editing print ad malamnya. Selesai sholat subuh langsung aku kerjakan, selesai dan aku kirim ke Nesha. Karena masih cukup pagi sekitar jam 06.45, setelah mengirim sms pada bu menejer Kinetik aku memutuskan untuk tidur-tiduran sebentar.

Tiba-tiba saja saat sedang tdur-tiduran, perut bergejolak sangat hebat alias sakit mahadahsyat. Entah apa yang menjadi pemicu gejolak tersebut, tapi yang jelas saking dahsyatnya aku hanya terkapar di kasur tak bisa apa-apa. Kulihat jam sudah semakin siang tapi belum juga ada konfirmasi dari bu menejer, mengingat aku harus segera bersiap berangkat karena ada komanus maka aku telpon bu menejer untuk segera mendapat konfirmasi, tapi tidak segera diangkat dan sepertinya dimatikan. -_-

Karena semakin siang dan perut sudah agak baikan, aku segera bergegas untuk mandi. Tapi langkhku terhenti ketika mendengar ada sms masuk, ternyata bu menejer baru bangun. (SIA-SIA part1)

Selesai mandi dan sudah siap berangkat, tiba-tiba perut kembali bergejolah tidak kalah hebatnya. Karena kondisi yang tidak memungkinkan ini aku memutuskan tidak berangkat komanus. Dan selanjutnya hingga pukul 9 aku habiskan untuk tiduran hingga benar-benar yakin perut tidak bergejolak kembali, aku putuskan segera berangkat produksi iklan. Pukul 10.22 sampailah aku di kampus dan belum banyak teman-teman yang berkumpul di kantin maupun di kelas seperti biasanya. Hingga pukul 10 lebih dosen yang dinanti-nanti tak kunjung datang dan berdasarkan kesepakatan kelas, kuliah dibubarkan. KOPEEEET! (SIA-SIA part2)

Kenapat KOPET? yaa..dengan mempertaruhkan nyawaku (agak lebay) aku buru-buru ke kampus dan kelas ditiadakan belum lagi menilik SIA-SIA part1 dan setelah ini benar-benar tidak ada jadwal kuliah. Pulang? hmm...itu hanya akan menuntunku ke SIA-SIA part3. Beruntung masih ada segelintir teman-teman yang memutuskan untuk nongkrong sebentar di kampus, yaa lumayanlah untuk membuang waktu. Sampai pada akhirnya satu persatu memutuskan untuk pulang.

Terpaksa karena di kampus semakin sepi aku berniat untuk pulang, tapi sebelum pulang iseng-iseng aku melihat HP dan terbacalah sebuah kabar yang tidak mengenakan. Dalam hati aku hanya bisa tertawa dan berkata "hmm..oke ini SEMPURNA, selamat siang". Aku un berjalan menuju basement sambil tetap tersenyum heran pada hari ini, pikiran melayang-layang kemana-mana dan tetap kemana-mana pada saat dalam perjalanan pulang. Aku ingin tidur, hanya itu motivasiku ketika di jalan. Karena seperti biasa ketika mood menjadi sangat jelek, dan akal sehat mulai terganggu tidur menjadi obatnya. Seperti komputer yang menjadi hang, shutdown atau restart menjadi pilihan utama. Sampai dirumah, kepala sudah benar-benar hang, pertanyaan dari ibu yang entah apa aku lupa hanya aku diamkan saja. Ganti baju, ke kama, menulis status, mengirim SMS dan tidur. Jam 5 aku terbangun dan mendapati beberapa SMS, yah seperti biasa tidur membuat kondisi kepala lebih baik tapi tidak menjadi baik kembali.

*SMS yang aku kirim kurang lebih isinya seperti ini "Mission Unaccomplished, mari cari game baru hahaha"

Selasa, 03 Mei 2011

WEBSITE

"indahnya saat ini masa-masa ospek..." itulah sepenggal lirik yel-yel yang masih tertanam dikepala meski sudah hampir tiga tahun waktu berjalan. Sepertinya sudah sangat jelas dari liriknya bahwa itu adalah yel-yel ospek. Ya..itu adalah yel-yel kelompok ospekku, WEBSITE!

Kelompok ini terdiri dari Agung, Arie, Wahyu, Ojan, Desman, Sarah, BJ, Nina, Anggi, Mashita, Dyka, Bela, dan Karla. Website adalah sebuah kelompok ospek jurusan ilmu komunikasi yang waktu itu berjudul "Communication Respect". Mereka adalah teman pertamaku yang sama sekali baru kenal ketika menginjakkan kaki di bumi Fisipol UGM.

Website pertama kali terbentuk di kantin Fisipol UGM saat meeting pra-ospek jurusan. Waktu itu ojan lah yang pertama kali memulai perkenalan. Masih teringat betapa malu-malunya waktu itu untuk menampakkan wujud asli masing-masing hahaha. Semua berusaha untuk bersikap manis dan keren, sehingga tak banyak yang diobrolkan waktu pertama kali bertemu. Yaaa..mungkin bisa dimaklumilah, mungkin itu semacam naluri alamiah seseorang untuk membangun citra baik diawal pertemuan :D

Ada satu kejadian yang sampai saat ini masih aku ingat. Yaitu ketika pertamakali kumpul kelompok untuk mengerjakan tugas ospek, Agung hampir saja kena tilang karena pakai motor ojan tanpa STNK setelah mengisruh jalanan hahahaha.

Selama tiga hari kami bersama-sama mengerjakan tugas ospek yang cukup aneh-aneh tapi juga tidak aneh (nah lho). Foto di Bunderan, Keraton, dan Makan malam bersama. Berulangkali terlambat dan tugas menumpuk kami alami bersama. Waktu itu tugas kami menumpuk hingga harus menulis paper sebanyak 1500 kata. Angka yang cukup fantastis waktu itu meski dikerjakan secara berkelompok hahahaha.


Hampir semua Maba yang mengikuti ospek pasti setuju bahwa ospek adalah kegiatan yang melelahkan. Tapi mereka juga pasti setuju jika dibalik rasa lelah dan mungkin menjengkelkan itu akan selalu ada senyuman penuh kenangan :)

"...bersama website disini, jadi makin asyik..."

Senin, 02 Mei 2011

Menonton TV itu Penting

"kamu tau iklan ini ga..." kata Nesha sambil menceritakan sebuah iklan di TV, ketika kumpul kelompok Produksi Iklan. Sambil mengernyitkan dahi aku mencoba mengingat-ingat iklan yang diceritakan Nesha, karena tidak menemukan iklan tersebut dalam memory di kepala lalu dengan spontan aku berkata "haa? yang mana?" langsung saja semua memandangku dengan tatapan heran atas peryataanku tadi.

Mungkin itu sebagian moment ketika aku terlibat dalam suatu pembicaraan tentang TV dan tidak tahu apa-apa tentang acara atau iklan di TV. Banyak moment serupa yang terjadi di lain waktu, meski lebih sering aku berlagak sok tahu dan ketika pulang aku mencoba mencari tahu tentang ketidak tahuanku itu. Hahahaha...memang tidak selalu moment itu terjadi, tapi sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang setiap harinya mempelajari tentang media, pesan dan komunikasi, menjadi agak aneh bagiku ketika dihadapkan dengan permasalahan seperti itu.

Padahal jika diingat-ingat lagi sejak kecil, menonton TV adalah semacam kebutuhan bagiku bagiku. Satu hari tanpa TV rasanya seperti sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap hahaha. Itulah salah satu alasan mengapa aku memilih Jurusan Ilmu Komunikasi sebagai kelanjutan studiku setelah SMA. Aku berpikir mungkin disinilah salah satu kebiasaanku akan semakin berkembang dan (akhirnya) bermanfaat. Tapi ternyata faktanya justru berkebalikan, semakin kesini malah semakin berkurang jam menonton TV ku, tidak lebih dari 30 menit sehari dan tidak ada 2 jam dalam seminggu.


Lahir di era 90an adalah suatu keberuntungan yang patut disyukuri. Tahun dimana segala sesuatunya sudah mulai mapan dan berkembang dengan cepat tapi tidak melupakan idelisme, tak terkecuali teknologi komunikasi dan informasi. Salah satu yang menandainya adalah, di tahun era inilah televisi swasta mulai berkembang dan menjadi alternatif lain dari TV nasional. Masih ingat ketika betapa bahagianya menemukan stasiun TV baru meski itu hanya siaran percobaan tapi tetap saja tidak sabar menanti stasiun tersebut siaran. Masih teringat juga ketika setiap sore kita buru-buru mandi agar tidak ketinggalan nonton Ksatrian Baja Hitam, Saint Seiya, Jiban dan masih banyak lagi. Hahahaha...generasi 90an adalah generasi yang menjadi saksi mata kelahiran TV Swasta Nasional dan mulai bersahabat dengannya.

Dunia pertelevisian Indonesia semakin semarak di tahun 2000an ketika semakin banyak TV swasta yang hadir dan semakin berkembangnya layanan TV berlangganan di era ini pula internet sebagai media baru semakin memasyarakat. Persaingan antara satu stasiun TV dan stasiun TV yang lain semakin ketat, dan disinilah kejenuhan mulai terasa ketika tayangan TV terestrial semuanya seragam. Sehingga internet kemudian menjadi alternatif lain untuk mendapatkan informasi.

Jika dirunut, disinilah titik tolak dimana sedikit demi sedikit meninggalkan TV. Ketika kuliah, tugas, kampus, jalanan macet, organisasi telah menjadi keseharian dan makanan sehari-hari, internet menjadi dewa penolongku untuk menhadapi aktivitas-aktivitas tersebut. Kenapa? karena internet menyediakan semua hal yang dibutuhkan dan tidak terikat jadwal, dan inilah yang aku butuhkan.



Semuanya berlangsung baik-baik saja meski meninggalkan TV, sampai pada suatu ketika ketika kau harus merancang sebuah strategi komunikasi dan berbicara dan mempersuasi pada sekelompok orang, itu mulai menjadi masalah. Ketika merancang sebuah strategi komunikasi, berbicara dan mempersuasi pada sekelompok orang, kau harus memahami bagaimana pola pikir mereka, kebiasaan mereka, harapan mereka dengan kata lain INSIGHT mereka. Dan kau perlu mengetahui bagaimana perkembagan masyarakat luas trend yang berkembang dan sebagainya, hal tersebut belum bisa didapatkan melalui internet.

Internet memang menyediakan segalanya, disitu kau bisa bertindak sebagai Tuhan atas dunia yang kau ciptakan. Kau bisa memilih dan melihat mana informasi yang kau butuhkan, bisa dikatakan kau akan selalu melihat kesempurnaan kalau tidak mau dibilang melihat apa yang ingin kau lihat. Tapi sebenarnya kau tidak melihat "kenyataan". Dengan kata lain, dari sini aku mulai memahami bahwa ketika kita ingin memahami bagaimana "kenyataan" masyarakat yang ada maka lihatlah media apa yang mayoritas mereka konsumsi, atau lihatlah TV karena bisa dikatakan media yang paling banyak dikonsumsi umat manusia di dunia ini adalah TV.

Tak selamanya kita membutuhkan semua hal yang baik, adakalanya kita harus melihat seuatu yang tidak baik. Karena darimana kita bisa tahu apa yang dilakukan atau apa yang kita ciptakan itu baik tanpa melihat sesuatu yang tidak baik? :)

Satu kalimat terakhir, mari menonton TV, meski itu membuat matamu "berdarah" menonton TV tetaplah penting!

Minggu, 01 Mei 2011

Hello May

Tak terasa tahun 2011 empat bulan telah kita lalui, dan kini sudah memasuki bulan mei. Artinya sebentar lagi kita akan sampai pada pertengahana tahun 2011. Waktu memang terasa sangat cepat berputar ketika kita telah melakukan banyak hal, dan jika ditanya apa saja yang telah dilakukan di quartal pertama tahun 2011 akan aku jawab, "BANYAK".
Begitu bangun dari tidur, langsung aku membuka timeline twitter dan hampir semua twit nya berisi tentang #maywish, selamat datang mei, atau sampai jumpa april. Setidaknya twit tersebut telah menyadarkanku bahwa Mei sudah datang, tapi kalau boleh jujur awal bulan Mei ini terasa datar.
Hahaha..entahlah atau mungkin belum menemukan saja. Atau memang akan datar? ah semoga saja tidak. Oh tapi bulan Mei bakal aku sebut dengan bulan penghabisan. Bulan dimana aku akan menyelesaikan tanggung jawab dan masalah-masalah yang telah diterima di bulan-bulan sebelumnya, bahkan mungkin bulan menuntaskan janji-janji yang telah terucap hmm...
Di awal bulan Mei ini bersama teman-teman 2008 tengah mempersiapkan sebuah perhelatan akbar Komkustik dengan nama Soundtrackustik. Yah mungkin ini akan menjadi tanggung jawab terakhir yang dibuat angkatan 2008 untuk angkatan lain sebelum akhirnya kembali menuntaskan tanggung jawab akademiknya. Di bulan Mei ini bersama teman-teman Departemen Medkominfo KOMAKO juga akan menuntaskan proker terakhir yaitu menerbitkan Kepel News. Dan di bulan mei juga aku akan menuntaskan pengabdianku pada KOMAKO selama 2 tahun ini. Untuk yang terakhir ini agak sedih sebenarnya, tapi memang ini sudah tiba saatnya hahaha :')
Tapi mungkin bulan mei tidak selalu akan berupa penghabisan, di bulan ini juga aku akan memulai kebiasaan dan hal baru. Di bulan mei ini aku ikut sebuah tantangan dari seorang mantan mahasiswa komunikasi 2006 #31harimenulis. Disini selama bulan mei kita diwajibkan menulis minimal satu postingan blog entah apapun itu isinya. Bagi yang tidak biasa memnuhi 31 postingan maka dia akan didenda 20 ribu per harinya. Sebuah tantangan yang menarik karena membuatku termotivasi untuk terus menulis dan membiasakan diri menulis. Karena mau tidak mau sebentar lagi aku harus membiasakan diri dengan hari-hari penuh dengan kegiatan menulis (skripsi) hahahaha. Selain #31harimenulis mungkin aku akan membiasakan diri untuk ikut kompetisi di luar kampus. Menurutku seharusnya sudah menjadi kewajiban semua orang yang belajar, entah belajar apapun itu untuk menguji kemampuannya di "medan pertempuran". Toh kalau sudah mendapat pengakuan di kandang apa salahnya keluar kandang untuk bertanding? jawabannya WAJIB!
Yah semoga apapun yang sudah direncanakan di bulan mei ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dan mendapatkan hasil yang terbaik, Amiin..